Artikel Kesehatan


18-01-2018 | Hit : 138

KEJANG DEMAM

Dr Ery Leksana, Sp An, KIC, KAO 

KSM Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUP Dr. Kariadi

 

Pendahuluan

Kejang demam ( Stuip ) adalah kejang yang terjadi pada anak-anak disebabkan oleh  kenaikan suhu tubuh secara drastis dan mendadak serta disebabkan proses di luar otak (1, 2).

Sebagian besar kejang demam terjadi pada usia 6 bulan sampai 5 tahun. Tanda  spesifik kejang demam adalah demam dahulu baru kejang, pada saat kejang anak masih demam, dan setelah kejang anak kembali sadar.   Keadaan ini biasanya terjadi ketika anak menderita suatu infeksi.                                                

Kejang demam merupakan respon  otak anak terhadap demam, dan pada umumnya terjadi di hari pertama demam. Akan tetapi setelah demam mencapai tingkat suhu yang tinggi, risiko kejang biasanya akan menurun. Kejang demam terlihat sangat mengerikan, namun umumnya tidak berbahaya bagi anak yang mengalaminya.

 

Faktor Risiko

Faktor risiko terjadinya kejang demam adalah :

  • Risiko seorang anak mengalami kejang demam akan lebih besar jika ada anggota keluarganya yang juga mengalami hal sama.                           
  • Anak usia enam bulan sampai lima tahun lebih besar risiko terkena kejang demam dibandingkan anak yang berusia di luar itu.

 

Gejala Kejang Demam                                                                                                          

Gejala kejang demam tidak sama, tergantung tingkat keparahannya. Dalam tingkat ringan sampai menengah, gejala yang muncul berupa mata yang tampak terbuka lebar (terbelalak). Sedangkan pada tingkat keparahan yang lebih tinggi, gejala berupa tubuh yang mengejang atau otot-otot menegang.

Kejang demam pada umumnya terjadi dalam waktu  24 jam setelah terkena infeksi pada tubuh anak. Pada saat kejang demam, anak juga bisa memperlihatkan beberapa gejala lain, diantaranya :

  • Lengan dan kaki bergerak tidak terkontrol                              
  • Bola mata tampak menatap ke atas                               
  • Kehilangan kesadaran                
  • Muntah
  • Mulut berbusa

Kejang demam dibagi dua jenis, yaitu:

  • Kejang demam sederhana Pada kejang demam sederhana, lama kejang hanya berdurasi beberapa detik sampai 15 menit. Meskipun mengenai seluruh tubuh, kejang tidak akan berulang dalam waktu 24 jam                                                                                                                               
  • Kejang demam kompleks  Sedangkan pada kejang demam kompleks, durasi kejang berlangsung lebih dari 15 menit, serta bisa terjadi lebih dari satu kali dalam sehari. Kejang demam kompleks bisa terjadi pada sebagian tubuh anak saja.

 

Penyebab Kejang Demam

Kejang demam terjadi akibat kenaikan suhu tubuh secara drastis ketika mengalami demam.                  

                                                                                                                                            

Pemicu Kejang Demam

  • Imunisasi 

Pada beberapa anak, pemberian imunisasi dapat menimbulkan demam yang bisa memicu kejang demam.                                                                                                                                        

  • Infeksi, baik itu akibat virus atau bakteri.

 

Diagnosis Kejang Demam

Mendiagnosis kejang demam sederhana mencari penyebab infeksi. Hal tersebut bisa dilakukan melalui pemeriksaan darah, urine, atau pungsi lumbal (spinal tap).  Sedangkan untuk penderita kejang demam kompleks, perlu ditambahkan metode pemeriksaan melalui elektroensefalografi (EEG), sehingga dapat memberikan informasi seputar aktivitas otak penderita. Jika kejang demam hanya terjadi pada sebagian tubuh saja, sebaiknya dianjurkan pemindaian otak dengan MRI.

 

Pengelolaan Kejang Demam                                                                                                                

  • Baringkan anak di lantai. Pada bayi, rebahkan di pangkuan dengan posisi wajah bayi menghadap ke bawah. Jangan menahan tubuh anak.                               
  • Miringkan posisi tubuh anak agar muntah atau air liur dapat keluar dari rongga mulut, untuk mencegah lidah menyumbat saluran pernapasan.                               
  • Longgarkan pakaian anak.                               
  • Jangan menaruh apa pun pada mulut anak untuk mencegah tergigitnya lidah.                               
  • Pemberian kompres air hangat (bukan dingin) pada dahi, ketiak, dan lipatan siku juga dapat membantu.                               
  • Bila sebelumnya pernah kejang, dokter biasanya membekali orangtua dengan obat diazepam yang dimasukan lewat pantat. Berikan jika anak masih kejang dan jangan diberikan bila anak tidak kejang.

Jika kejang demam sudah mereda, tidurkan anak dalam ruangan yang sejuk. Mengantuk adalah hal yang wajar terjadi pada anak setelah mengalami kejang demam. Jika anak mengalami kesulitan bernapas, rebahkan anak dan miringkan tubuh dan kepala. Kemudian bersihkan rongga mulut dari bekas muntah atau air liur dengan perlahan menggunakan jari. Segera temui dokter jika kejang demam berlangsung selama lebih dari 10 menit atau terjadi berulang kali. Dokter akan memberikan obat untuk menghentikan kejang-kejang jika kejang demam berlangsung lebih dari 15 menit.

 

Bagaimana cara mencegah kejang demam? 

Prinsip pencegahan kejang demam adalah (1, 2, 3, 4 ): 

  • Menurunkan panas saat anak demam dengan pemberian obat, misalnya parasetamol atau ibuprofen.
  • Berikan anak kompres hangat, pada dahi, ketiak, atau lipatan siku.
  • Berikan anak minum yang banyak untuk menurunkan suhu.                               
  • Sebaiknya orangtua memiliki termometer di rumah agar dapat mengukur suhu anak.

Navigation