Artikel Kesehatan


18-01-2018 | Hit : 45

TERSEDAK DAN PENANGANANNYA

Dr. dr. M. Sofyan Harahap, SpAn, KNA
KSM Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUP Dr. Kariadi


Tersedak merupakan suatu keadaan masuknya benda asing (makanan, mainan, dll) ke dalam jalan napas bagian atas, yang menimbulkan hambatan aliran udara sehingga menimbulkan sesak napas. Kasus tersedak sering terjadi pada bayi atau anak-anak karena mereka suka memasukkan sesuatu ke dalam mulut. Sedangkan pada orang dewasa atau usia lanjut biasanya terjadi akibat menelan makanan atau minuman tergesa-gesa. Kasus tersedak perlu segera ditangani, karena apabila tidak teratasi dapat berakibat fatal/ menyebabkan kematian. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui cara-cara membantu orang tersedak dengan cepat dan tepat. Pengenalan dini akan tanda-tanda tersedak merupakan langkah awal untuk suksesnya penanganan tersedak. Adalah penting untuk membedakan kondisi ini dari sakit-sakit yang lain seperti asma, serangan jantung, stroke atau kondisi sakit lain yang menyebabkan gangguan pernapasan.


Berdasarkan derajatnya, tersedak dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
1. Tersedak sebagian/ringan
Benda asing yang masuk hanya menyumbat sebagian dari jalan napas, masih ada sedikit celah untuk masuknya udara.
- Masih ada pertukaran udara
- Korban masih sadar dan dapat batuk sekeras-kerasnya
2. Tersedak total/berat
Benda asing yang masuk sudah menutup semua bagian jalan napas korban, sehingga korban menjadi jatuh tidak sadarkan diri.
- Buruknya pertukaran udara terhadap si korban
- Masih bisa batuk, tapi lemah atau tidak dapat batuk sama sekali
- Napas bertambah cepat
- Tidak dapat berbicara
- Memegang leher (tanda umum dari tersedak)
- Tidak dapat memasukkan udara/ menarik napas dengan baik

 
Algoritma pertolongan tersedak


Penanganan Tersedak Untuk Anak Usia >1 Tahun – Dewasa Yang Masih Sadar

1) Untuk Tersedak Ringan:
a) Jika korban masih bisa batuk. anjurkan korban untuk batuk terus menerus sekeras-kerasnya
b) Yang tidak boleh Anda lakukan:
- Memberi minum pada korban (jalan napas hanya boleh dilalui oleh udara)
- Memasukkan jari ke dalam mulut sebagai usaha untuk mengeluarkan benda asing

2) Untuk Tersedak Berat:
a) Tanyakan kepada korban “Apakah Anda tersedak?”, sekilas langkah ini terlihat agak rancu dan tidak mungkin dilakukan. Tetapi hal ini dilakukan untuk membedakan antara tersedak dan penyakit lain yang menyebabkan gawat napas.
b) Lakukan abdominal thrust (Heimlich manuever) selama beberapa kali sampai benda asing keluar atau sampai korban menjadi tidak sadar. Berikut ini merupakan langkah-langkah melakukan Heimlich manuever:
1. Berdiri atau berlutut di belakang korban (posisikan tubuh anda sesuai dengan tinggi tubuh korban, pada pasien anak kemungkinan Anda harus berlutut)
2. Kepalkan salah satu telapak tangan Anda
3. Letakkan kepalan tangan Anda dengan arah ibu jari menempel ke dinding perut korban, posisikan kepalan tangan Anda 2 jari di atas pusat (pusat selalu sejajar dengan tulang pinggul atas), Anda tidak  memposisikan kepalan tangan Anda di ulu hati.
4. Kencangkan kepalan tangan Anda dengan tangan satunya sehingga kedua lengan Anda melingkar di perut korban.
5. Lakukan penekanan ke arah belakang dan atas sampai benda asing keluar atau sampai korban menjadi jatuh tidak sadar.

6. Jika korban tersedak adalah wanita hamil atau orang dewasa yang terlalu gemuk (obesitas) kita bisa melakukan pilihan lain dengan melakukan “chest thrust”yaitu dengan meletakkan kepalan tangan Anda di tengah-tengah tulang dada

 

Chest thrust pada korban wanita hamil

Penanganan Tersedak Untuk Anak Usia >1Tahun – Dewasa Yang Tidak Sadar
Jika korban menjadi jatuh tidak sadar lakukan langkah-langkah berikut:
1. Panggil bantuan medis segera
2. Buka mulut korban, jika Anda dapat melihat benda asing lakukan sapuan jari untuk mengeluarkan benda asing
3. Segera lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru). Perbedaannya dengan RJP biasa adalah setelah melakukan 30 kali kompresi dada, dilanjutkan periksa mulut korban terlebih dahulu sebelum memberikan 2 kali napas bantuan.

Anda  telah sukses menangani korban tersedak yang tidak sadar jika Anda sudah melihat tanda-tanda berikut:
1. Anda melihat dada nya naik ketika memberikan bantuan napas
2. Melihat benda asing keluar dari mulut korban.

Lakukan langkah-langkah berikut ini jika Anda sudah berhasil menangani korban tersedak. Karena ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi setelah benda asing keluar dari mulut korban:
1. Berikan 2 kali napas bantuan lewat mulut
2. Lihat respons korban (batuk, muntah, pergerakan) jika Anda terlatih untuk memeriksa nadi, maka periklsah nadi carotis di leher korban selama maksimal 10 detik saja.
3. Jika nadi tidak teraba dan korban juga tidak bernapas, lanjutkan RJP dan pasang AED segera (jika tersedia). Jika nadi ada tetapi napas tidak ada maka berikanlah bantuan napas saja selama 2 menit, dalam 1 menit Anda harus memberikan 10 kali napas (jadi jeda antara napas adalah 6 detik). Setelah 2 menit periksalah apakah napasnya sudah ada atau belum, jika korban sudah bernapas normal posisikan korban miring (posisi pemulihan) sambil menunggu bantuan datang.


Penanganan Tersedak Untuk Bayi (<1 Thn)

Penanganan tersedak untuk bayi tentunya berbeda dengan anak yang berusia lebih dari 1 tahun. Kita tidak bisa melakukan penekanan perut (Heimlich manuever) pada bayi karena akan mencederai organ dalam yaitu hati. Penanganan tersedak untuk bayi terdiri atas kombinasi penekanan dada (chest thrust) dan tepukan punggung (back slaps).
Berikut ini merupakan langkah-langkah pertolongan tersedak terhadap bayi yang masih sadar:
1. Gendonglah bayi dengan posisi Anda duduk atau berlutut.
2. Buka pakaian bayi.
3. Gendong bayi dengan posisi wajah ke bawah telungkup di atas pangkuan tangan Anda. Buat kepala bayi lebih rendah dari kakinya. Sangga kepala dan rahang bawah bayi menggunakan tangan Anda (hati-hati untuk tidak menekan leher bayi, karena ini akan menyebabkan tersumbatnya saluran napas.
4. Berikan 5 kali tepukan di punggung (tepuklah dipunggung, antara 2 tulang belikat bayi, JANGAN menepuk di tengkuk!). Gunakan pangkal telapak tangan Anda ketika memberikan tepukan.
5. Setelah memberikan 5 kali tepukan punggung, sanggalah leher belakang bayi Anda dengan tangan dan balikkan tubuh bayi sehingga dalam posisi terlentang. Buat posisi kepala bayi lebih rendah dari kakinya.
6. Lakukan 5 kali penekanan dada (lokasi penekanan sama dengan posisi penekanan dada pada proses CPR yaitu di tengan-tengan tulang dada/ di bawah garis imajiner antara 2 puting susu bayi). Hanya gunakan2 jari saja (jari telunjuk dan jari tengah untuk melakukan chest thrust.
7. Ulangi langkah No. 4,5,6 di atas sampai benda asing keluar dari mulut bayi atau bayi menjadi tidak sadar.

 

Teknik Back Slaps atau tepuk punggung Chest Thrust atau Tekan Dada

Jika benda asing belum bisa keluar dan bayi Anda menjadi tidak sadar (bayi terkulai lemas, tidak ada pergerakan, bibir membiru, tidak dapat menangis atau mengeluarkan suara) penanganan nya adalah sebagai berikut:
1. Baringkan bayi di atas permukaan yang rata dan keras.
2. Buka jalan napas bayi (mulut bayi) dan lihat apakah benda asing terlihat atau tidak. Jika terlihat ambil dengan menggunakan sapuan jari Anda. Jika Anda tidak melihatnya JANGAN lakukan “blind finger swab” / mengkorek-korek mulut bayi dengan tujuan untuk mencari benda asing tersebut.
3. Jika benda asing tidak terlihat lakukan langkah selanjutnya yaitu lakukanlah CPR yang terdiri dari 30 kali penekanan dada diikuti 2 kali napas. Tetapi, perbedaan CPR korban tersedak dengan korban biasa adalah setiap Anda selesai melakukan 30 kali penekanan dada periksalah dahulu mulut bayi sebelum memberikan 2 kali bantuan napas.
4. Jika setelah 5 kali siklus CPR, benda asing masih belum dapat keluar dan bayi masih belum sadar. Panggil bantuan medis segera, kemudian lanjutkan CPR Anda sampai bantuan medis datang atau benda asing nya keluar.

Cara Mencegah Agar Tidak Tersedak
Pada kasus tersedak yang menimpa anak-anak, tersedak dapat dihindari dengan:
a) Hilangkan benda-benda kecil di area bermain, seperti koin, penghapus, serta mainan yang berisiko tertelan.
b) Sebaiknya makanan anak dipotong kecil-kecil sehingga lebih mudah ditelan.
c) Sarankan pada anak agar tidak berbicara saat makan.
Kita juga bisa mencegah diri sendiri tidak tersedak dengan mengunyah makanan secara sempurna serta sediakan air minum di dekat kita saat sedang makan untuk membantu menelan. Hindari berbincang atau tertawa saat sedang makan untuk menghindari makanan menyumbat saluran udara.

Navigation