Artikel Kesehatan


11-01-2019 | Hit : 40

WASPADA DEMAM BERDARAH DI MUSIM PENGHUJAN

undefinedwaspada

Semarang (10/01/2019) – Sahabat sehat, di musim penghujan ini kita perlu lebih waspada dengan penyakit-penyakit yang terjadi di musim penghujan. Nah apa saja nih penyakit di musim penghujan sih? Contoh penyakit di musim penghujan yaitu penyakit malaria, demam berdarah, leptospirosis, diare, dan masih banyak lagi. Kali ini kita akan bahas tentang penyakit demam berdarah atau DB.

Demam berdarah (DB) adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan  nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti, atau Aedes albopictus. Nyamuk Aedes aegypti ini lebih suka menggigit pada pagi atau siang hari. Penularan demam berdarah melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang sebelumnya telah membwa virus dalam tubuhnya dari penderita demam berdarah lain.

Tanda dan gejala orang yang terkena demam berdarah yaitu seperti demam tinggi yang berlangsung 5-7 hari, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri pada sendi tulang, mual, muntah, ruam pada kulit, penurunan jumlah sel darah putih, penurunan trombosit dan kadang terjadi pendarahan. Untuk penanganan awal penyakit demam berdarah sendiri bisa dengan memberikan minum sebanyak mungkin, mengompres agar panasnya turun, memberikan obat penurun panas.  jika demam tidak turun atau malah naik serta muntah terus menerus kondisi bertambah parah harus segera di bawa ke rumah sakit atau puskesmas.

Sahabat sehat, adapun langkah-langkah untuk mencegah terjadinya demam berdarah yaitu dengan 3M PLUS. Apa sih 3M PLUS itu? Yaitu Menguras tempat penampungan air dengan rutin, menutup semua wadah aitr agar nyamuk tidak masuk dan bertelur, kemudian mengubur atau memusnahkan barang bekas disekitar rumah yang dapat menampung air hujan. Lalu PLUSnya ? PLUSnya bisa dengan menggunakan krim anti nyamuk, pemeliharaan ikan pemakan jentik, fogging, pemasangan kelambu anti nyamuk, biarkan cahaya matahari masuk ke rumah semaksimal mungkin, membersihkan rumah secara rutin, tidak membiarkan baju atau pakaian mengantung terlalu lama dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan agar nyamuk tidak bertempat tinggal di rumah atau sekitar rumah. Dengan memberantas sarang dan tempat tinggal nyamuk kita bisa meminimalisir adanya nyamuk pembawa virus dengue. Oiya, jangan lupa juga untuk mengonsumsi makanan bergizi, olahraga teratur dan istirahat yang cukup ya. ( Tim PKRS RSUP dr.Kariadi)

Navigation