Pelayanan Unggulan


21-11-2017 | Hit : 10

 

Dr. dr A.Gunawan Santoso, Sp Rad (K)
Dr dr A.Gunawan Santoso, Sp Rad (K)

 

Pembuluh darah dengan CT Scan, MRI, MRA, termasuk metode digital subtraction angiography (DSA), masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menunjukkan hasil diagnosis. Adapun DSA sendiri dianggap sebagai metode intervensi yang lebih aman dan fungsional.

Menurut Dr dr A.Gunawan Santoso, Sp Rad (K) mengatakan radiologi intervensi dengan metode DSA tersebut, selain bisa mendiagnosis, juga bisa untuk mengobati masalah pembuluh darah.

"Metode DSA dilakukan dengan memasukkan kateter (selang tipis-red) melalui pembuluh darah ke mana saja di bagian tubuh yang ingin diperiksa. Cairan heparin atau cairan fisiologis seperti buat infus dan cairan kontras akan disemprotkan untuk melihat gambaran kondisi pembuluh darah,”katanya.

Dalam penindakan pada pasien pada penyakit kencing manis, tim medis radiologi Intervensi melakukan pemeriksaan dengan metode ini membantu untuk menunjukkan adanya penyempitan, penyumbatan pada pembuluh darah. Oleh karena itu, teknologi ini bisa digunakan untuk masalah lain yang berhubungan dengan gangguan pembuluh darah, selain untuk mendiagnosa penyumbatan darah yang menyebabkan stroke.

“DSA bisa untuk penyempitan pembuluh darah kaki, kencing manis, bahkan tumor hati dengan menggunakan TACE (Transarterial Chemoembolization) maupun menggunakan RFA (Radiofrequwncyablation).Dengan dilakukan transarterial cemoteraphy (TC), di mana kateter disalurkan lewat arteri untuk menyalurkan obat kemoterapi untuk menyumbat makanan untuk sel tumor.”Jadi Tumor dibakar tanpa operasi,” tandasnya.

Navigation