Pelayanan Unggulan


02-11-2017 | Hit : 19

Tim Kelompok Staff  Medis Kedokteran Forensik juga melayani  visum dan otopsi untuk memberikan keterangan dalam kepentingan penegakan hukum serta visum.

dr Bianti Hastuti Machroes, MH, SpKF mengatakan untuk pelayanan visum dan otopsi. Namun untuk penanganan sendiri terbagi beberapa yakni visum klinis dan visum jenazah. Adapun tindakan visum dilakukan untuk korban hidup

“Jadi untuk visum klinis rata-rata pemeriksaan pada korban kekerasan misal kejahatan seksual, pemukulan yang menyebabkan luka memar, serta penganiayaan,”kata dr Bianti Hastuti Machroes, MH, SpKF.

Lebih lanjut untuk proses pemeriksaan visum klinis sendiri pada korban kekerasan sangat efektif dan tidak menunggu lama. “Prosesnya untuk visum korban hidup yang mengalami kekerasan sekitar 60 menit,”ungkapnya.

Sedangkan pemeriksaan visum jenazah terjadi pada kasus meninggal. Langkah selanjutnya dilakukan pemeriksaan luar.”Jadi korban meninggal seperti korban kecelakaan dan meninggal mendadak bila perlu dilakukan visum hanya sebatas pemeriksaan luar di kamar jenazah saja,”imbuhnya.

Untuk pemeriksaan otopsi klinis sendiri tindakan medis untuk lakukan pemeriksaan perkembangan penyakit saat korban dalam keadaan meninggal. “Kita bisa otopsi biasanya sebatas pemeriksaan mengetahui perkembangan penyakitnya saja.’ungkapnya.

Sedangkan otopsi forensik sendiri langkah tindakan medis yang dicurigai motif tindak pidana.”Semua pemeriksaan oleh dokter untuk menjelaskan peristiwa yang terjadisecara medis untuk kepentingan hukum. Biasanya otopsi jenazah ini korban meninggal yang mencurigakan. Untuk proses otopsi sendiri bisa sekitar 4 jam hingga 6 jam,”jelasnya.

Dalam penanganan penindakan medis, terdapat sejumlah dokter Forensik sendiri. Namun tentunya tidak hanya penanganan sendiri, juga terdapat beberapa Dokter penanggung jawab pelayanan.

“Di Kelompok KSM Forensik sendiri ada empat dokter yakni  dr. Arif Rahman Sadad, SpF, SH, Msi Med., DHM, Dr Raden Panji Uva Utomo, MH, SpKF, dr Bianti Hastuti Machroes, MH, SpKF, dan dr Sigid Kirana Lintang Bima, Sp.KF,”pungkasnya.

 

 

Navigation