Pelayanan Unggulan


23-11-2017 | Hit : 7

 

 

Tim KSM Gizi Klinik
Tim KSM Gizi Klinik

Salah satu komponen penting dalam pemeliharaan pasien sakit atau perawatan medis rawat inap dan rawat jalan adalah asupan gizi. Prof. DR. dr. Hertanto WS, MS, SpGK (K) mengatakan, di Klinik Gizi RSUP Kariadi sudah terbentuk tim asuhan gizi.

Setiap anggota tim akan memberikan kontribusi sesuai dengan keahlian masing-masing. “Untuk kasus terbanyak pada pasien rawat inap. Biasanya pasien penderita stroke, transplantasi ginjal, transplantasi sumsum tulang kita dilibatkan untuk mengelola kebutuhan gizi, makanan dan minuman. Dan biasanya kita kerja tim,” kata Hertanto WS.

Dikatakan, perhatian penuh diberikan kepada pasien yang menjalani operasi dan pascaoperasi. ”Jadi kami hadir untuk mencegah pemburukan gizi. Maka sistemnya kami pantau terus pasien,”terangnya.

Untuk tindakan pemeliharan, tim klinik gizi mengelola makanan pada pasien tersebut agar tidak memburuk keadaannya. “Ya memberikan makanan biasa dengan menetapkan diagnosis protein, komposisi makanan tersebut seberapa?. Prinsipnya memberikan nutrisi padat, dan cair lewat mulut bisa,” jelasnya.

Dalam prosedur penanganan tim yang menangani pasien rawat inap dan rawat jalan terdiri dari empat tahap. "Mulai dari assessment atau pengkaji gizi, perencanaan dengan tujuan strategi, implementasi pelayanan gizi sesuai rencana, dan memonitoring serta evaluasi pelayanan gizi,"tuturnya.

Termasuk juga, mendatangi instalasi gawat darurat (IGD) yang akan konsul mata dengan indikasi diabetes. "Jadi konsul mata setelah pasien melewati screening awal di IGD selama 1 sampai 3 hari. Tujuan dilakukan screening untuk mengetahui keadaan pasien apakah membutuhkan asuhan gizi secara khusus,"katanya.

Yang perlu diperhatikan dalam perkembangan kondisi pasien adanya perubahan. "Kita tetap telusuri dahulu apakah pasien punya riwayat penyakit lain, kalau ada ya kita koordinasikan spesialis medik. Nantinya baru kita kelola gizi makanan pada pasien,"jelasnya.

Sementara itu dr. Niken Puruhita, MmedSc, SpKG (k) menyebutkan klinik gizi juga terlibat dalam pengelolaan pasien psikiatri. "Ini yang menjadi perhatian khusus. Dimana pasien mengalami gangguan psikiatri biasanya sulit makan, disini kami hadir untuk memberikan pola asupan gizi makanan pada pasien, agar pasien bisa makan dan kondisi tidak memburuk,”jelasnya.

Terlebih lagi dalam keadaan sakit atau dalam perawatan, maka pemberian gizi yang baik dan sesuai akan membantu dalam upaya pencegahan, memperpendek masa perawatan dan membantu proses penyembuhan. "Jadi berkaitan dengan segala penyakit ingin membantu memberikan layanan konsultasi gizi bagi pasien yang membutuhkan. Namun dengan tujuan agar pasien mengetahui lebih dalam tentang kebutuhan/asupan gizi yang diperlukan," jelasnya.

Biasanya tim gizi klinik ini, terlibat penanganan pasien dari rujukan dokter spesialisasi lainnya. "Biasanya gabungan dari banyak dokter, dari mulai pasien masuk kondisi penyakit buruk hingga dibantu dalam pengelolaan makanan,"ungkapnya.

Dalam penanganan pengelolaan medis, terdapat sejumlah dokter Klinik Gizi sendiri. Namun tentunya tidak hanya penanganan sendiri, juga terdapat beberapa dokter penanggung jawab pelayanan. "Di Kelompok KSM klinik Gizi RSUP dr Kariadi sendiri ada empat dokter yakni Prof. DR. dr. Hertanto WS, MS, SpGK (K), dr. Niken Puruhita, MmedSc, SpKG (k), dr. Etisa Adi Murbawani, MSi, SpGk, dr. Amalia Sukmadianti, SpGk," pungkasnya.

 

 

Navigation