Pelayanan Unggulan


14-11-2017 | Hit : 14

dr. Erik Prabowo, MSi. Med, SpB-kbd 

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi melakukan
pelayanan bedah minimal invasif (Digestif) menggunakan sistem
laparoskopi untuk penanganan kasus hepatobilier tumor pankreas, hati,
dan saluran empedu pada pasien. Layanan ini merupakan yang kali
pertama dilakukan RSUP dr. Kariadi dan juga di Indonesia

"Untuk penanganan hepatobilier bedah laparoskopi memang masih langka
di Indonesia. Baru RSUP dr. Kariadi yang sudah menangani skala
nasional dan juga tim dari RSCM Jakarta,” ujar dr. Erik Prabowo, M.Si.
Med, SpB-KBD.

Erik menyebutkan tindakan medis dengan bedah Digestif menggunakan
layanan laparoskopi itu dilakukan pada pasien yang terindikasi tumor
ganas, dan sebagian kecil tumor jinak.

"Ada berbagai macam yang ditangani seperti, kanker hati dan pankreas,
tumor limpa, maupun operasi pada kelainan bayi baru lahir kurang dari
28 hari. Semua sudah ada yang kita tangani,"terangnya.

Kasus lain yang pernah menangani yakni bedah Digestif Hebatobilier anak.

Dimana dalam penanganan medis menggunakan tindakan laparoskopi.

"Kita juga pernah tangani kasus bedah anak serupa seperti

Hepatobilier kantung empedu, kista saluran empedu, Laporoskopi

Hernia diafragmatika kongenital kelainan bawaan, berupa adanya lubang

pada otot yang menyebabkan isi rongga perut bisa masuk ke dalam rongga

dada, serta Laparoskopi Splenectomy (penangangkatan limpa),"ujarnya.


Untuk penindakan medis, bedah konvensional memiliki keunggulan bagi
pasien. Namun, untuk proses pembedahan harus dilakukan melalui
pembiusan terlebih dahulu.

"Tindakan ini seperti operasi ringan yang memerlukan 3-4 mm lubang
pada bagian pusar dan sekitar perut sebagai sarana memasukkan alat
teropong, semacam kamera kecil dan alat lain untuk menunjang operasi.
Jadi, dokter akan melakukan pembedahan dengan cara memantau lewat
kamera yang telah dimasukkan ke dalam perut dan tersambung ke layar
monitor,” jelas dr. Erik.

Proses pemulihan pascaoperasi bedah Digestif ini juga memberikan
kenyamanan bagi pasien. Selain masa penyembuhan yang cepat, bekas
sasaran pascaoperasi juga tidak kelihatan.

“Keunggulan pada operasi laparoskopi ini meminimalisasi trauma pada
tubuh pasien, luka sayatan lebih kecil, meminimalisasi perdarahan,
mempercepat pemulihan dari menggunakan obat nyeri, sehingga rawat inap
lebih singkat sekitar tiga-empat hari sudah bisa pulang. Pasien juga
bisa lebih cepat beraktivitas,” tutur dr. Erik.

Bedah Digestif juga menerima pelayanan BPJS sesuai dengan ketentuan
prosedur dalam BPJS. “Kami bisa menerima pasien BPJS secara full, baik
kelas 3 atau kelas 1. Jika naik kelas VVIP aturan tambahan biaya
mengikuti. Untuk umum biaya bervariasi,” terang dr. Erik.

 

Navigation