Pelayanan Unggulan


27-11-2017 | Hit : 14

Pelayanan Rehabilitasi Medik RSUP dr Kariadi mengupayakan layanan Hydrotherapy latihan menggerakan tubuh dalam kolam dengan suhu standart. Layanan tersebut untuk peningkatan kualitas kesehatan dengan cara pencegahan, penyembuhan, pemulihan gangguan sistem gerak, dan fungsi pada pasien. "Ada terapi yang kita bisa terapkan diantaranya terapi latihan dalam kolam. Misal pasien latihan menggerakan tubuh didalam kolam dengan suhu air keadaan panas agar mempunyai efek aliran darah lancar, mengurangi rasa nyeri, meningkatkan kekuatan dan ketahanan otor serta bisa merelaksasi otot pada tubuh,"kata dr. Rudy Handoyo, SpKFR (K).


Dikatakan dalam penanganan terapi ini sebagian dialami oleh pasien dewasa dan anak-anak. Namun untuk pelayanan tersebut biasanya pada kasus bermacam-macam."Kalau paling banyak kasus stroke yang dalam kondisi stabil. Kalau kasus kelumpuhan anak juga bisa dilatih disini dan sudah ada instrukturnya,"terangnya.


Meski begitu semua pasien yang terapi latihan menggerakan tubuh dalam kolam tersebut harus melalui proses."Jadi tidak asal semua pasien latihan disini. Tentunya ada kriterianya biasanya pasien yang punya riwayat epilepsi, vertigo, dan jantung tidak diperkenankan latihan dikolam. Ya menghindari resiko yang tidak diinginkan,"jelasnya.

Pada saat melakukan terapi, tubuh pasien langsung melakukan kontak dengan air yang jika dilakukan secara rutin dan teratur akan memberikan efek fisiologis.

“Pasien di sini kebanyakan adalah yang sulit berjalan, tangan kaku, bisa disembuhkan,”ujarnya.

Namun pasien yang paling banyak adalah pasien stroke. Selain stroke juga pasien yang mengalami amputasi, patah tulang, autis, sulit komunikasi, dan lainnya.

Pada penderita stroke, disediakan pool terapi yang memungkinkan penderita stroke lebih mudah berjalan dalam air daripada di darat, karena pengaruh daya apung air membuat tubuh lebih ringan. Sedangkan pasien stroke yang mengalami kelumpuhan cenderung sulit berjalan di darat.

“Pool terapi sendiri mempunyai daya angkat, sehingga pasien yang tidak bisa jalan ketika di air akan bisa jalan, tentunya ini membuat mereka senang,” ungkapnya.


Sementara itu Rohadi Jaka Raharja sebagai penanggung jawab mutu pelayanan Rehabilitasi medik mengatakan untuk teknis latihan terapi dalam kolam terdapat beberapa kelompok. Nantinya satu kelompok tersebut mendapatkan giliran latihan dalam kolam dengan lebar 5 meter, dan panjang 6 meter.
"Jadi satu kelompok terdapat enam orang. Semua pasien selama 30 menit latihan menggerakan tubuh untuk mengurangi rasa nyeri pada sendi. Untuk pasien stroke juga bisa memaksimalkan latihan dalam kolam dengan kondisi air dengan suhu panas. Dengan panas justru bisa membuat otot ringan,"ungkapnya.


Lebih lanjut, karena terapi ini bisa digunakan anak-anak dan orang dewasa tinggi kolam tersebut kedalamannya bisa disesuaikan menurut pemakaian."Lantai dasar kolam bisa disesuaikan karena lantai kolam dapat dinaik turunkan dengan sistem hidrolik. Kalau yang pakai dewasa kita sesuaikan ukuran kedalaman. Begitu juga untuk anak,"tandasnya.


Dijelaskan untuk proses air dalam kolam untuk pasien sendiri sudah dilengkapi penyaringan."Jadi air juga sudah dalam kondisi dikasih kaporit untuk disinfektan. Untuk pH kandungan air juga sudah diatur normal,"pungkasnya.

 

 

Navigation