Artikel Kesehatan


23-05-2017 | Hit : 30

Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS)

Pendahuluan

Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) adalah kondisi kronis yang berpotensi mengancam jiwa yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV). HIV menganggu sistem kekebalan tubuh dengan merusak kekebalan tubuh dan menyebabkan terjadinya infeksi penyakit lain.
HIV termasuk didalam infeksi menular seksual. Hal ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi atau dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan atau menyusui. Tanpa pengobatan, mungkin diperlukan waktu bertahun-tahun sebelum HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda sampai pada titik dimana Anda menderita AIDS.
Pengobatan untuk HIV / AIDS secara bermakna dapat memperlambat perkembangan penyakit ini. Obat-obatan ini dapat mengurangi kematian akibat AIDS di banyak negara maju. Akan tetapi HIV terus menurunkan populasi di Afrika, Haiti dan sebagian Asia.

 

Gejala

Gejala HIV dan AIDS bervariasi, tergantung pada fase infeksi.

Infeksi primer (HIV akut)
Mayoritas orang yang terinfeksi HIV menunjukan gejala seperti flu dalam satu atau dua bulan setelah virus memasuki tubuh. Fase ini, yang dikenal sebagai infeksi HIV primer atau akut, dapat berlangsung selama beberapa minggu, kemungkinan tanda dan gejala meliputi:
    -Demam
    -Sakit kepala
    -Sakit otot dan nyeri sendi
    -Ruam
    -Sakit tenggorokan
    -Kelenjar getah bening membengkak, terutama di leher

Meskipun gejala infeksi HIV primer mungkin cukup ringan sehingga kadang dihiraukan, tetapi jumlah virus dalam aliran darah (viral load) sangat tingg. Akibatnya, infeksi HIV menyebar lebih efisien selama infeksi primer daripada pada tahap infeksi berikutnya.


Infeksi laten klinis (chronic chronic infection)
Pada beberapa orang, pembengkakan kelenjar getah bening terus-menerus terjadi selama HIV laten. Namun terkadang, tidak ada tanda dan gejala khusus. Akan tetapi HIV tetap ada di tubuh, dan di sel darah putih yang terinfeksi.
Infeksi laten umumnya berlangsung sekitar 10 tahun jika Anda tidak menerima terapi antiretroviral. Fase ini bisa berlangsung selama puluhan tahun pada orang yang memakai obat antiretroviral. Tapi beberapa orang jatuh dalam keadaan yang lebih berat dalam waktu yang lebih cepat.

Gejala awal infeksi HIV
Seiring virus terus berkembang biak dan menghancurkan kekebalan tubuh, Anda mungkin mengalami infeksi ringan atau tanda dan gejala kronis seperti:

    - Demam
    - Kelelahan
    - Kelenjar getah bening yang membengkak - sering menjadi salah satu tanda pertama infeksi HIV
    - Diare
    - Penurunan berat badan
    - Infeksi jamur di rongga mulut (sariawan)
    - Herpes zoster

Perkembangan menuju AIDS

Jika Anda tidak mengobatiinfeksi HIV, penyakit ini biasanya berkembang menjadi AIDS dalam waktu sekitar 10 tahun. Pada saat AIDS berkembang, sistem kekebalan tubuh Anda telah rusak parah, membuat Anda rentan terhadap infeksi oportunistik - penyakit yang biasanya tidak akan mengganggu seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Tanda dan gejala beberapa infeksi ini dapat meliputi:

  • Keringat  malam
  • Demam berulang
  • Diare kronis
  • Bintik-bintik putih yang persisten atau lesi yang tidak biasa di lidah atau di mulut Anda
  • Kelelahan yang terus-menerus dan tidak dapat dijelaskan
  • Penurunan berat badan
  • Ruam atau benjolan kulit

    Kapan harus ke dokter

    Jika Anda berpikir bahwa Anda mungkin terinfeksi HIV atau berisiko terjangkit virus, segera hubungi penyedia layanan kesehatan.

 

PENYEBAB

HIV adalah infeksi virus yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, melalui darah atau dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan atau menyusui.

Bagaimana HIV menjadi AIDS?
HIV menghancurkan sel CD4 - jenis sel darah putih tertentu yang berperan besar dalam membantu tubuh Anda melawan penyakit. Sistem kekebalan tubuh Anda melemah karena lebih banyak sel CD4 yang rusak. Anda dapat terinfeksi HIV selama bertahun-tahun sebelum berkembang menjadi AIDS.
Orang yang terinfeksi HIV mengalami AIDS saat jumlah CD4-nya turun di bawah 200 atau merekamengalami komplikasi dari AIDS.

Bagaimana HIV ditularkan
Untuk terinfeksi HIV maka darah, air mani atau cairan vagina yang terinfeksi harus masuk ke tubuh Anda. Anda tidak dapat terinfeksi melalui kontak biasa (seperti berjabat tangan) dengan seseorang yang memiliki HIV atau AIDS. HIV tidak dapat ditularkan melalui udara, air atau gigitan serangga.

Anda bisa terinfeksi HIV dengan beberapa cara, termasuk:

Dengan melakukan hubungan seks. Anda mungkin terinfeksi jika Anda berhubungan seks baik vagina, anal atau oral sex dengan pasangan yang terinfeksi, dimana darah, air mani atau cairan vagina masuk ke dalam tubuh Anda. Virus bisa masuk ke tubuh Anda melalui luka mulut atau luka kecil di rektum atau vagina selama aktivitas seksual.


Dari transfusi darah. Dalam beberapa kasus, virus dapat ditularkan melalui transfusi darah.


Dengan berbagi jarum suntik. HIV dapat ditularkan melalui jarum suntik yang terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi. Berbagi perlengkapan obat suntikan memberi Anda risiko tinggi terhadap HIV dan penyakit menular lainnya, seperti hepatitis.


Selama kehamilan atau persalinan atau melalui menyusui. Ibu yang terinfeksi dapat menularkan bayi mereka. Tetapi dengan menerima pengobatan untuk infeksi HIV selama kehamilan, secara signifikan menurunkan risiko pada bayi mereka.

 

FAKTOR RESIKO

Ketika HIV / AIDS pertama kali muncul di Amerika Serikat, hal itu terutama terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan pria. Namun, sekarang sudah jelas bahwa HIV juga menyebar melalui hubungan seks heteroseksual.
Siapa pun dari segala usia, ras, jenis kelamin atau orientasi seksual dapat terinfeksi, namun anda berisiko tinggi terkena HIV / AIDS jika Anda:

Melakukan seks tanpa kondom. Seks yang tidak terproteksi berarti berhubungan seks tanpa menggunakan kondom. Seks anal lebih berisiko daripada seks vaginal. Risikonya pun meningkat jika Anda memiliki banyak pasangan seksual.


Memiliki infeksi menular seksual yang lain. Banyak infeksi menular seksual (IMS) menghasilkan luka terbuka pada alat kelamin Anda. Luka ini bertindak sebagai pintu bagi HIV untuk memasuki tubuh Anda.


Menggunakan obat intravena. Orang yang menggunakan obat intravena sering berbagi jarum suntik. Ini membuat mereka terpapar darah orang lain.


Pria yang tidak disunat. Studi menunjukkan bahwa tidak disunat meningkatkan risiko penularan HIV pada heteroseksual.

 

KOMPLIKASI

Infeksi HIV memperlemah sistem kekebalan tubuh Anda, membuat Anda sangat rentan terhadap banyak infeksi dan jenis kanker tertentu.

Infeksi umum terjadi pada HIV / AIDS

  • Tuberkulosis (TB). Di negara-negara miskin, TB adalah infeksi oportunistik paling umum yang terkait dengan HIV dan penyebab utama kematian di antara orang-orang dengan AIDS.
  • Sitomegalovirus. Herpes virus ini yang umum ditularkan dalam cairan tubuh seperti air liur, darah, air seni, air mani dan air susu ibu. Sistem kekebalan tubuh yang sehat menonaktifkan virus, dan tetap tidak aktif di tubuh Anda. Jika sistem kekebalan tubuh Anda melemah, virus akan muncul kembali
  • Kandidiasis. Kandidiasis adalah infeksi yang berhubungan dengan HIV. Ini menyebabkan peradangan dan lapisan putih tebal pada selaput lendir mulut, lidah, kerongkongan atau vagina Anda.
  • Meningitis kriptokokal. Meningitis adalah peradangan selaput dan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Meningitis kriptokokus adalah infeksi sistem saraf pusat yang umum yang terkait dengan HIV, yang disebabkan oleh jamur yang ditemukan di tanah.
  • Toksoplasmosis. Infeksi berpotensi mematikan ini disebabkan oleh Toxoplasma gondii, parasit disebarkan terutama oleh kucing. Kucing yang terinfeksi mengeluarkan parasit di tinja mereka, dan parasit kemudian menyebar ke hewan lain dan manusia.
  • Kriptosporidiosis. Infeksi ini disebabkan oleh parasit usus yang biasa ditemukan pada hewan. Anda terinfeksi kriptosporidiosis saat Anda makaan makanan atau minum air yang terkontaminasi. Parasit tumbuh di usus dan saluran empedu Anda, menyebabkan diare kronis yang parah pada orang dengan AIDS.


Kanker yang umumnya terjadipada HIV / AIDS
   - Sarkoma Kaposi. Tumor dinding pembuluh darah, kanker ini jarang terjadi pada orang yang tidak terinfeksi HIV, namun umum pada orang HIV-positif.
    Sarkoma Kaposi biasanya muncul sebagai lesi merah muda, merah atau ungu pada kulit dan mulut. Pada orang dengan kulit yang lebih gelap, lesi bisa terlihat coklat tua atau hitam. Sarkoma Kaposi juga dapat mempengaruhi organ dalam, termasuk saluran pencernaan dan paru-paru.
    -Limfoma. Jenis kanker ini berasal dari sel darah putih Anda dan biasanya pertama kali muncul di kelenjar getah bening Anda. Tanda awal yang paling umum adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak nyeri di leher, ketiak atau pangkal paha Anda.

Komplikasi lainnya
    -Wasting Syndrome. Regimen pengobatan agresif telah mengurangi jumlah kasus Wasting Syndrome, namun masih mempengaruhi banyak orang penderita AIDS. Didefinisikan sebagai kehilangan setidaknya 10 persen berat badan, sering disertai diare, kelemahan kronis dan demam.
    -Komplikasi neurologis. Meski AIDS nampaknya tidak menginfeksi sel saraf, bisa menyebabkan gejala neurologis seperti kebingungan, kelupaan, depresi, cemas dan sulit berjalan. Salah satu komplikasi neurologis yang paling umum adalah AIDS demensia kompleks, yang menyebabkan perubahan perilaku dan berkurangnya fungsi mental.
    -Penyakit ginjal. Nefropati terkait HIV (HIV-associated nephropathy) adalah peradangan penyaring kecil di ginjal Anda yang berperan menghilangkan kelebihan cairan dan sisa metabolisme dari aliran darah Anda dan membuangnya ke urin Anda. Karena predisposisi genetik, risiko pengembangan HIVAN jauh lebih tinggi pada orang kulit hitam.
 Terlepas dari jumlah CD4, terapi antiretroviral harus dimulai pada mereka yang didiagnosis dengan HIVAN

 

Apa yang bisa anda lakukan

Sebelum bertemu, Anda mungkin menulis daftar jawaban untuk pertanyaan berikut:

  • Menurut Anda bagaimana Anda terkena HIV?
  • Apa gejalamu?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko, seperti berpartisipasi dalam seks tanpa kondom atau menggunakan obat intravena?
  • Apa resep obat atau suplemen yang Anda pakai?

 

Apa yang diharapkan dari dokter Anda

Dokter Anda akan menanyakan pertanyaan tentang kesehatan dan gaya hidup Anda. Dia juga akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, memeriksa Anda untuk mencari:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Lesi pada kulit atau di mulut Anda
  • Masalah neurologis
  • Suara abnormal di paru-paru Anda
  • Organ membesar di perut Anda

 

Apa yang bisa Anda lakukan untuk sementara ini

Jika Anda berpikir bahwa Anda mungkin terinfeksi HIV, ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain sebelum pernjanjian dengan dokter Anda.

  • Melakukan hubungan seksual dengan menggunakan pengaman
  • Suntikkan obat – obat suntik dengan jarum bersih saja, dan jangan membaginya dengan orang lain.

 

Tes dan diagnosis

HIV paling sering didiagnosis dengan menguji darah atau air liur Anda untuk antibodi terhadap virus. Sayangnya, dibutuhkan waktu bagi tubuh Anda untuk mengembangkan antibodi ini - biasanya sampai 12 minggu.

Jenis tes yang lebih baru yang memeriksa antigen HIV, protein yang diproduksi oleh virus segera setelah terinfeksi, dapat dengan cepat mengkonfirmasi diagnosis segera setelah infeksi. Diagnosis cepat dapat menjadikan seseorang melakukan tindakan pencegahan ekstra untuk mencegah penularan virus ke orang lain.

Tes untuk menyesuaikan terapi

Jika Anda menerima diagnosis HIV / AIDS, beberapa jenis tes dapat membantu dokter menentukan stadium penyakit yang Anda alami. Tes ini meliputi:

  • Jumlah CD4. CD4 adalah jenis sel darah putih yang ditargetkan secara khusus dan dihancurkan oleh HIV. Bahkan jika Anda tidak memiliki gejala, infeksi HIV berlanjut ke AIDS saat jumlah CD4 Anda menurun di bawah 200.
  • Viral load. Tes ini mengukur jumlah virus dalam darah Anda. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan viral load yang lebih tinggi umumnya lebih buruk daripada mereka yang memiliki viral load lebih rendah.
  • Resistensi obat.Tes darah ini menentukan apakah strain HIV yang Anda miliki akan resisten terhadap obat anti-HIV tertentu.

 

Tes untuk memeriksa komplikasi

Dokter Anda mungkin juga melakukan tes laboratorium untuk memeriksa infeksi atau komplikasi lainnya, termasuk:

  • Tuberkulosis
  • Hepatitis
  • Toksoplasmosis
  • Infeksi menular seksual
  • Kerusakan hati atau ginjal
  • Infeksi saluran kemih

 

Terapi dan obat-obatan

Tidak kesembuhan untuk HIV / AIDS, namun berbagai obat dapat digunakan dalam kombinasi untuk mengendalikan virus. Setiap kelas obat anti-HIV memblokir virus dengan cara yang berbeda. Sebaiknya kombinasikan setidaknya tiga obat dari dua kelas untuk menghindari terciptanya strain HIV yang kebal terhadap obat tunggal.

Kelas obat anti-HIV meliputi:

  • Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs). NNRTIs menonaktifkan protein yang dibutuhkan oleh HIV untuk membuat salinan dirinya sendiri. Contohnya termasuk efavirenz (Sustiva), etravirine (Intelence) dan nevirapine (nevirapine).
  • Nukleosida atau nucleotide reverse transcriptase inhibitor (NRTI). Obat ini bekerja dengan menghambat duplikasi virus HIV itu sendiri.Contohnya termasuk Abacavir (Ziagen), dan kombinasi obat emtricitabine-tenofovir (Truvada), dan lamivudine-zidovudine (Combivir).
  • Protease inhibitor (PI). PI menonaktifkan protease, protein lain yang HIV perlu membuat salinan dirinya sendiri. Contohnya termasuk atazanavir (Reyataz), darunavir (Prezista), fosamprenavir (Lexiva) dan indinavir (Crixivan).
  • Peghambat masuk atau penghambat fusi. Obat-obatan ini memblokir masuknya HIV ke dalam sel CD4. Contohnya meliputi enfuvirtide (Fuzeon) dan maraviroc (Selzentry).
  • Integrase inhibitor. Obat ini bekerja dengan menonaktifkan integrase, protein yang digunakan HIV untuk memasukkan materi genetiknya ke dalam sel CD4. Contohnya termasuk raltegravir (Isentress), elvitegravir (Vitekta) dan dolutegravir (Tivicay).

 

Kapan harus memulai pengobatan

Setiap orang dengan infeksi HIV, terlepas dari jumlah CD4, harus diberi obat antiviral.

Terapi HIV sangat penting untuk situasi berikut:

  • Anda memiliki gejala parah.
  • Anda memiliki infeksi oportunistik.
  • Jumlah CD4 Anda di bawah 350.
  • Kamu sedang hamil
  • Anda memiliki penyakit ginjal terkait HIV.
  • Anda dalam pengobatan hepatitis B atau C.

 

Pengobatan akan mejadi sulit

Regimen pengobatan HIV mungkin melibatkan penggunaan beberapa pil pada waktu tertentu setiap hari selama sisa hidup Anda. Efek sampingnya bisa meliputi:

  • Mual, muntah atau diare
  • Penyakit jantung
  • Lemahnya tulang atau keropos tulang
  • Kerusakan jaringan otot (rhabdomyolysis)
  • Tingkat kolesterol tidak normal
  • Kadar gula darah tinggi

 

Respon pengobatan

Dokter Anda akan memantau viral load dan jumlah CD4 Anda untuk menentukan tanggapan Anda terhadap pengobatan. Viral load harus diperiksa pada awal pengobatan dan kemudian setiap tiga sampai empat bulan selama terapi. Jumlah CD4 harus diperiksa setiap tiga sampai enam bulan.

Pengobatan HIV harus mengurangi viral load Anda sampai-sampai tidak terdeteksi. Itu tidak berarti HIV Anda hilang. Ini hanya berarti tes tidak cukup sensitif untuk mendeteksi. Anda masih bisa menularkan HIV ke orang lain saat viral load Anda tidak terdeteksi.

 

Gaya hidup dan pengobatan di rumah

Meskipun penting untuk menerima perawatan medis untuk HIV / AIDS, penting juga untuk berperan aktif dalam perawatan Anda sendiri. Saran berikut bisa membantu Anda tetap sehat lebih lama:

  • Makan makanan sehat. Tekankan buah dan sayuran segar, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Makanan sehat membantu Anda tetap kuat, memberi Anda lebih banyak energi dan mendukung sistem kekebalan tubuh Anda.
  • Hindari makanan tertentu. Penyakit yang disebabkan makanan bisa sangat parah pada orang yang terinfeksi HIV. Hindari produk susu yang tidak dipasteurisasi, telur mentah dan makanan laut mentah seperti tiram, sushi atau sashimi. Masak daging sampai matang.
  • Ini dapat mencegah infeksi seperti pneumonia dan flu. Pastikan vaksin tidak mengandung virus hidup, yang bisa berbahaya bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Berhati-hati dengan hewan peliharaan. Beberapa hewan dapat membawa parasit yang dapat menyebabkan infeksi pada orang yang HIV-positif. Tinja kucing dapat menyebabkan toksoplasmosis, reptil dapat membawa salmonella, dan burung dapat membawa kriptokokus jamur atau histoplasmosis. Cuci tangan dengan seksama setelah menangani hewan peliharaan atau mengosongkan kotak sampah.

 

Obat alternatif

Orang yang terinfeksi HIV dapat mencoba suplemen diet yang mengklaim dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau melawan efek samping obat anti-HIV.

Suplemen itu mungkin bisa membantu :

  • Asetil-L-karnitin. Peneliti telah menggunakan asetil-L-karnitin untuk mengobati nyeri saraf pada penderita diabetes. Ada kemungkinan bahwa asetil-L-karnitin dapat membantu nyeri saraf yang terkait dengan HIV. Tapi itu mungkin membantu hanya jika Anda sudah kekurangan asetil-L-karnitin.
  • Whey protein. Bukti awal menunjukkan bahwa protein whey, produk samping keju, dapat membantu beberapa orang dengan bertambah berat badan. Whey protein juga tampaknya mengurangi diare dan meningkatkan jumlah CD4.

 

Suplemen yang harus di hindari :

  • St John's wort. Biasanya digunakan untuk mengatasi depresi, wortel St John dapat mengurangi keefektifan beberapa jenis obat anti-HIV hingga lebih dari 50 persen.
  • Suplemen bawang putih. Meskipun bawang putih dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, suplemen bawang putih juga berinteraksi dengan beberapa obat anti-HIV - mengurangi keefektifannya hingga 50 persen. Kadang makan bawang putih dalam makanan tampaknya aman.
  • Pastikan untuk mendiskusikan penggunaan suplemen diet apa pun dengan dokter Anda sebelum mencoba untuk memastikan bahwa obat tersebut tidak akan berinteraksi dengan obat Anda.

 

Penyelesaian dan Dukungan

Menerima diagnosis penyakit yang mengancam hidup sungguh menyedihkan. Penyelesaian akan dampak emosional, sosial dan finansial dari HIV/AIDS sulit tidak hanya bagi penderita namun juga bagi orang-orang terdekatnya.

Untungnya,banyak sumber pelayanan social yang membantu ODHA. Banyak klinik HIV yang mempunyai pekerja social, konselor dan perawat yang dapat membantu masalah secara langsung atau membantu menemui dengan orang yang bias menyelesaikan masalah tersebut. Mereka juga dapat membantu dalam hal transortasi ke pelayanan kesehatan, mengantar bertemu dengan dokter, membantu menyediakan rumah singgah dan perawatan anak dan bahkan mencarikan dana untuk kebutuhan ODHA.

 

PENCEGAHAN

Tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi HIV dan tidak kesembuhan untuk AIDS. Tapi memungkin untuk kita melindungi diri sendiri dan orang lain dari infeksi. Itu berarti pengetahuan pribadi tentang HIV dan menghindari perilaku yang memungkinkan cairan yang terinfeksi HIV - darah, air mani, cairan vagina dan ASI – masuk ke dalam tubuh Anda.

Untuk membantu mencegah penyebaran HIV:

    Gunakan kondom baru setiap kali berhubungan seks. Jika Anda tidak mengetahui status HIV pasangan Anda, gunakan kondom baru setiap kali Anda melakukan hubungan seks anal atau vaginal. Wanita bisa menggunakan kondom wanita.
    Gunakan hanya pelumas berbahan dasar air. Pelumas berbasis minyak dapat melemahkan kondom dan menyebabkannya pecah. Selama seks oral gunakan kondom yang tidak dilumasi dan dipotong terbuka atau bendungan gigi - sepotong lateks medis.

    Pertimbangkan pemberian obat Truvada. Penggunaan kombinasi obat emtricitabine-tenofovir (Truvada) dapat mengurangi risiko infeksi HIV menular melewati hubungan seksual pada mereka yang berisiko tinggi. Truvada juga digunakan sebagai pengobatan HIV bersamaan dengan pengobatan lainnya.


    Saat digunakan untuk membantu mencegah infeksi HIV, Truvada hanya tepat jika dokter Anda yakin Anda belum memiliki infeksi HIV. Dokter Anda juga harus memeriksa infeksi hepatitis B. Jika Anda menderita hepatitis B, dokter Anda harus menguji fungsi ginjal Anda sebelum meresepkan Truvada.

    Truvada harus diminum setiap hari, persis seperti yang ditentukan. Truvada digunakan bersamaan dengan strategi pencegahan lainnya, seperti penggunaan kondom setiap kali berhubungan seks, karena tidak melindungi terhadap infeksi menular seksual lainnya, dan tidak dapat memberikan perlindungan menyeluruh terhadap penularan HIV. Jika Anda tertarik dengan Truvada, bicarakan dengan dokter Anda tentang potensi risiko dan manfaat obat tersebut.


    Beritahu pasangan seksual Anda jika Anda memiliki HIV. Penting untuk memberitahu siapa pun yang berhubungan seks bahwa Anda positif HIV. Mitra Anda perlu diuji dan mendapat perawatan medis jika mereka memiliki virus. Mereka juga perlu mengetahui status HIV mereka sehingga mereka tidak menginfeksi orang lain.


    Gunakan jarum bersih. Jika Anda menggunakan jarum untuk menyuntikkan narkoba, pastikan itu steril dan jangan membaginya. Manfaatkan program pertukaran jarum suntik di komunitas Anda dan pertimbangkan untuk mencari bantuan untuk penggunaan narkoba Anda.


    Jika Anda hamil, segera dapatkan perawatan medis. Jika Anda HIV-positif, Anda mungkin menyebarkan infeksi ini kepada bayi Anda. Tapi jika Anda menerima perawatan selama kehamilan, Anda bisa mengurangi risiko bayi Anda secara signifikan.


    Pertimbangkan sunat laki-laki. Ada bukti bahwa sunat laki-laki dapat membantu mengurangi risiko laki-laki tertular HIV.

Navigation