Artikel Kesehatan


27-01-2017 | Hit : 153

RSUP Dr. Kariadi - Paparan asap rokok baik aktif ataupun pasif  ternyata dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Paparan asap rokok yang terus menerus dapat menyebabkan iritasi pada mukosa hidung dan sinus paranasal. Kondisi itu akan menyebabkan reaksi inflamasi mukosa yang mengakibatkan terganggunya fungsi aerasi dan drainase sinus. Dalam keadaan tersebut akan memudahkan terjadinya infeksi didalam rongga sinus. Kepala SMF THT RSUP dr. kariadi, Dr. Riece Haryati Sp, THT-KL-(K), M.Si, Med menerangkan, sinus adalah rongga-rongga yang berada disekitar sinus yang dikenal sebagai sinus maksila (di pipi), sinus frontal (di dahi), sinus ethmoid antetior-pisterior dan sphenoid ( terketak di antara hidung dan mata).

Dia menjelaskan, sinusitis bisa terjadi pada semua usia baik anak dan dewasa. Lebih dari 75% mempunyai predisposisi alergi rinitis, diikuti kelainan sekat hidung, gigi rahang atas yang berlubang (gangren). Infeksi ini bisa disebabkan oleh adanya infeksi virus, bakteri dan jamur. ''Kita mengenal infeksi sinus akut yang terjadi kurang dari empat minggu. Sedangkan infeksi sinus kronik yang terjadi lebih dari 12 minggu,'' katanya.

Dia menekankan, pada anak-anak jika terserang batuk dan pilek tidak boleh dianggap remeh. Sebab, jika dibiarkan akan berpotensi terkena risiko sinusitis. Jika setelah lima hari jika diberi antibiotik tidak sembuh, maka anak harus segera dibawa ke dokter untuk mendapat pengobatan lanjut. ''Jika kondisi batuk dan pilek berlangsung berlarut-larut dan dibiarkan bisa berpotensi menyebabkan resiko sinusitis. Sinusitis  yang tidak mendapatkan pengobatan baik dapat menyebabkan komplikasi ke organ lain. Seperti rasa penuh,sakit ditelinga, radang tenggorok (banyak lendir yg dirasa sulit dikeluarkan), sakit kepala luar biasa, infeksi atau bengkak di mata,'' paparnya.

Sedangkan pada orang dewasa seringkali gejala-gejala, batuk, pilek, hidung tersumbat dan pusing biasanya diabaikan. Padahal itu adalah beberapa gejala awal penyakit sinusitis. Dia mengingatkan, gejala-gejala tersebut tidak boleh dianggap remeh.

''Pencegahan dini harus dilakukan dengan pola hidup sehat dan memperhatikan kebersihan. Jika terjadi batuk pilek harus segera diobati. Penggunaan antibiotik tidak boleh sembarangan harus sesuai aturan dokter,'' tandasnya. (fri- )

 

Navigation