Artikel Kesehatan


10-06-2015 | Hit : 675

SEMARANG- Berbagai alergi yang sudah muncul sejak bayi jika dibiarkan akan terus berlanjut hingga dewasa akan sangat mengganggu. Namun, berbagai penyebab alergi bisa ditangkal sejak dini jika para ibu konsisten memberikan asupan pertama dengan air susu ibu (ASI) eksklusif.

 

Kepala Divisi Alergi-Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUP dr. Kariadi Semarang, Dr Wistiani, SpAK, MSi Med, menegaskan, selain kewajiban memberi ASI harus dilakukan seluruh ibu pada buah hatinya, bayi juga harus dijauhkan dari paparan asap rokok. Kedua cara tersebut jika dilakukan merupakan formula yang paling ampuh agar bayi terhindar alergi sejak dini dan tumbuh menjadi anak yang sehat.

 

''Alergi susu adalah alergi makanan tersering pada anak-anak. Padahal pemberian ASI dan menghindari paparan asap rokok sejak dini yang bisa mencegah alergi sejak dini,'' tuturnya ketika ditemui di SMF bagian Depatemen Anak RSUP dr Kariadi, Jumat (8/5).

 

Alergi paling banyak pada bayi ialah alergi makanan antara lain, protein susu sapi, kedelai, udang, ikan laut, telur, dan kacang-kacangan. Juga berbagai bahan makanan olahan yang mengandung makanan tersebut yang dikenal hidden food allergen

 

''Pemberian susu formula pada bayi bisa menyebabkan potensi terjadinya alergi. Sebab komposisi susu formula mengandung protein dari sapi yang diidentifikasi sebagai benda asing oleh tubuh bayi. Sehingga tren pemberian ASI harus digalakan lagi,'' imbuhnya.

 

Dia menerangkan, jika tidak dicegah sejak kecil maka perjalanan alergi dikhawatirkan dampaknya akan berkembang sampai dewasa menyebabkan rinitis alergi. Biasanya mengarah ke gangguan saluran pencernaan, pernafasan, dan kulit (Dermatitis Atopi)

 

''Alergi bisa berdampak pada kualitas hidup seorang.Bahkan, alergi bisa jadi pembuka jalan untuk penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh lainnya,'' paparnya.

 

Dia menerangkan, diagnosis bisa dilakukan dengan  melihat riwayat perjalanan alergi pada anak. Selain itu bisa dilakukan beberapa tes seperti tes tusuk kulit, sampel darah, dan Challenge Tes untuk mengetahui alergi.

 

''Riwayat alergi pada orang tua dan saudara sekandung membuat risiko alergi makin besar pada anak. Namun tidak adanya riwayat alergi pada keluarga bukan berarti tidak ada risiko, tetap ada risiko sebesar 10-15%. Artinya risiko alergi bisa muncul antara lain karena faktor lingkungan dan perilaku sehari-hari,'' tandasnya. (fri-)

Navigation