Berita Terbaru


31-05-2018 | Hit : 15

Atasi Berbagai Penyakit pada Usia Lanjut

Oleh dr. Yudo Murti Mupangati, Sp.PD- K Ger, dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RSUP dr. Kariadi

 undefinedlanjut

Semarang –(30/05) Sahabat sehat, memasuki usia lanjut orhan tubuh seseorang mengalami kemunduran. Namun, mayoritas permasalahan yang dihadapi lansia (lanjut usia) hampir semuanya sama.  Berdasarkan UU nomor 13 tahun 1998, dinyatakan lansia atau lanjut usia adalahseseorang yang telah mencapai usia enam puluh tahun ke ats. Sama sesuai aturan WHO pun memberi batasan lanjut usia atau geriatri adalah orang yang berusia di atas 60 tahun.

Para lansia akan menghadapi beberapa masalah gangguan kesehatan yang dalam bahasa Jawa, sering disebut sebagai 7-B. 7-B sendiri merupakan kepanjangan dari budeg (pendengaran berkurang), blawur (penglihatan kurang jelas), beser (buang air kecil tidak terkontrol), buyuten (gemetaran), bingung (pikun), boyoken (sakit pinggang). Apabila gangguan itu tidak dapat diatasi, akhirnya individu ini bisa meninggal dunia atau bablas.

Berbagai jenis penyakit pada lanjut usia diantaranya, penyakit besifat multipatologikatau mengenai multiorgan yang bersifat degenratif dan saling terkait. Penyakit bersifat kronik, cenderung menyebabkan kecacatan lama, dan akibat konsumsi obat dalam jumlah yang berlebih.

Untuk menangani berbagai penyakit tersebut bisa dilakukan dengan pedoman mencapai hidup sehat dan sejahtera di usia lanjut yang dicanangkan oleh Prof. Boedhi Darmojo, menggunakan metode yangdisingkat “BAHAGIA”.

BAHAGIA sendiri terdiri dari Berat badan diupayakan senormal mungkin, Atur makan supaya seimbang, Hindari faktor risiko degeneratif, Agar terus berguna dengan mempunyai hobi atau kegiatan yang bermanfaat, Gerak badan teratur wajib dilakukan, Iman dan taqwa harus selalu ditingkatkan, hindari atau tangkal situasi stres. Awasi kesehatan dengan memeriksakan kesehatan secara teratur.

Sahabat sehat, berat badan diupayakan senormal mungkin yang dimaksud tidak kegemukan dan tidak terlalu kurus. Mengatur pola makan yang seimbang antara kebutuhan makro dan mikro nutrien. Banyak lansia yang tidak dapat lagi menikmati aroma dan rasa makanan, di samping itu juga nilai ambang terhadap aroma rasa pahit dan asin meningkat dengan bertabhanya usia. Keadaan ini dapat menyebabkan lansia secara tidak sadar senang pada makanan yang asin, sehingga faktor resiko untuk penyakit tekanan darah tinggi menjadi meningkat. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini adalah menghindari konsumsi rokok, makanan yang tinggi lemak jenuh, konsumsi alkohol, dan kegemukan. Hal ini disebabkan kebiasan-kebiasan tersebut dapat meningkatkan resiko timbulnya penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, hipertensi, kencing manis, dan liver.

Sahabat Sehat, lakukan cek up atau pemeriksaan kesehatan secara rutin minimal setahun sekali apabila didapatkan atau ditemukan penyakit dapat ditangani sedini mungkin.

Tim PKRS- RSUP dr. Kariadi

 

Navigation