Artikel Kesehatan


22-01-2013 | Hit : 2488

Lensa kontak dengan berbagai alasan, saat ini menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung penampilan. 
Baik yang semata sekadar buat aksesori, maupun demi menunjang penglihatan bagi penderita gangguan di mata. Spesialis mata dari RSUP Kariadi Semarang, Dr Winarto SpMK me-ngatakan, orang terkadang mengalami rabun jauh sehingga harus me-nggunakan kaca mata minus atau rabun dekat yang solusinya memakai kacamata plus.
 
Lensa Kontak
Namun banyak yang merasa kurang nyaman dengan benda yang di-gantungkan di telinga tersebut. Apalagi jika plus atau minusnya sudah tinggi. Memang dengan teknologi, saat ini hal itu bisa diatasi. Namun tetap saja penggunaan kaca mata dirasa kurang nyaman karena bisa membatasi gerak dan dari sisi kosmetik juga kurang mendukung.
 
Karena itulah, lensa kontak menjadi pilihan utama. Apalagi saat ini pengguna dimanjakan dengan aneka pilihan warna yang bisa memperindah mata. Tak heran jika banyak mas-yarakat meskiptin tidak memiliki gangguan penglihatan memilih meng-gunakan lensa kontak untuk mem-percantik penampilan mereka. "Jadi alasannya bisa bermacam-macam seperti terkait pekerjaan agar lebih gesit sampai untuk menunjang penampilan," kata Dr Winarto. Namun, di balik kepraktisan dan keindahannya, lensa kontak ternyata bisa berbahaya. Pemakaian yang sembarangan bisa mengakibatkan infeksi mulai dari terkena jamur, kuman, virus, dan yang paling ditakuti adalah infeksi achantamoeba.
 
Ini merupakan salah satu jenis infeksi yang paling sulit diatasi. Achantamoeba merupakan kista yang menyerang kornea mata. Sementara kornea sangat penting fungsinya yaitu meneruskan sinar yang masuk melalui bola mata ke saraf mata atau retina. Saat terjadi infeksi, cahaya yang masuk menjadi terganggu dan akibatnya penglihatan juga ikut terganggu. Infeksi menjadi semakin berbahaya jika menyerang kornea sentral atau bagian tengah, dampak paling parah tentu terjadi kebutaan.
 
Satu-satunya cara untuk mengembalikan peng-lihatan pun dengan melakukan cangkok kornea. "Infeksi lain juga cukup berbahaya. Sebagai misal untuk jamur, pengobatan yang dilakukan untuk mengembalikan penglihatan yang kabur juga cukup lama. Untuk meredakan gejalanya saja sampai tiga pekan dan itu pun masih meninggalkan bercak putih," imbuh Dr Winarto. Tak heran jika ada kata bijak yang menyebutkan mencegah lebih baik daripada mengobati. Lensa kontak pada dasarnya aman digunakan jika memperhatikan beberapa hal.
 
Yang pertama menurut Dr Winarto, sebelum menggunakan harus periksa dulu ke spesialis mata untuk mengetahui indikasi kontra buat pemakai. Sebagai misal untuk yang memiliki mata kering tidak akan disarankan menggunakan 
lensa kontak. Demikian pula buat orang yang memiliki infeksi mata. Selain itu pengguna lensa kontak harus benar - benar menjaga kebersihan tangan saat akan menggunakan atau melepas lensa kontaknya sehingga tidak ada kuman yang ikut terbawa. Jangan mencuci lensa kontak dengan air keran.
 
Saat tidur, lensa kontak juga harus dilepas karena kalau tidak mata akan kekurangan oksigen sehingga mudah terjadi radang. Harus diperhatikan pula batas pemakaian lensa kontak. jangan sampai melebihi tanggal kedaluwarsa "Selanjutnya, saat muncul gejala-gejala infeksi seperti mata merah, ada kotoran mata, penglihatan kabur dan lain sebagainya, lensa kontak harus segera dilepas. Disarankan agar pengguna juga memiliki kaca mata sebagai antisipasi. Agar infeksi bisa segera dicarikan solusinya, segera periksakan ke spesialis mata," kata Dr Winarto. (msi) 

Navigation