Berita Terbaru


11-03-2019 | Hit : 35

BAHAYA TERAPI LILIN TELINGA

Muyassaroh, Rully Satriawan

KSM THT-KL RSUP Dr.Kariadi semarang

 

            Terapi lilin telinga adalah tindakan yang banyak dikerjakan di masyarakat. Tindakan ini diyakini dapat membantu beberapa masalah kesehatan mulai dari membersihkan kotoran telinga dan mengurangi rasa tidak nyaman pada hidung maupun telinga.1 Teori yang dikemukakan oleh praktisi terapi lilin ini adalah tindakan pembakaran tersebut akan menghasilkan tekanan negatif pada liang telinga dimana diyakini dapat menarik keluar kotoran telinga.

            Tindakan terapi lilin ini diketahui berasal dari tradisi Tibet, Cina, India dan Mesir. Lilin berlubang ini awalnya dibuat menggunakan kapas yang direndam dengan lilin atau parafin dan dibiarkan hingga mengeras. Lilin yang digunakan terkadang diberi campuran rempah dan lainnya guna menghasilkan aroma tertentu seperti mawar, lidah buaya, madu dan lainnya.2

            Terapi lilin ini dilakukan dengan cara meminta seseorang yang akan diberikan terapi untuk berbaring miring ke satu sisi. Telinga yang akan dilakukan terapi akan diberikan semacam piring penutup untuk melindungi dari tetesan lilin, kemudian lilin akan dimasukkan kedalam liang telinga melalui lubang yang ada ditengah piring pelindung tersebut. Lilin tersebut kemudian dinyalakan dan dibiarkan terbakar diatas liang telinga selama lebih kurang 15 menit dengan menjaga lubang ditengah lilin selalu terbuka.2

 

            Banyak keuntungan yang diklaim dari terapi lilin ini, sayangnya belum ada yang dapat membuktikan dan menjelaskan klaim tersebut secara ilmiah. Nahid dkk mengumpulkan klaim keuntungan dari terapi lilin yang beredar di masyarakat tetapi belum dapat dibuktikan secara ilmiah, diantaranya adalah dapat menyambuhkan sinusitis, membersihkan liang telinga luar, memperbaiki pendengaran, mengatur tekanan darah, menjernihkan fikiran, meningkatkan kecerdasan, mengobati sindroma menierre, bekerja sebagai antiinflamasi dan antibiotik, mengeluarkan energi negatif dan lain sebagainya.2,3

            Dibalik dari klaim yang belum terbukti secara ilmiah tersebut, terdapat bahaya nyata yang mengancam penggunanya. Bahaya tersebut seperti cedera atau luka bakar akibat lilin yang masuk kedalam liang telinga, berlubangnya gendang telinga akibat tetesan lilin, rusaknya gendang telinga dan tulang-tulang pendengaran terjadi gangguan pendengaran.

            Seely dkk pada tahun 1996 pernah melakukan penelitian yang mengukur tekanan telinga menggunakan alat timpanometri saat dilakukan tindakan terapi lilin.4 Pengukuran ini untuk membuktikan bahwa terapi lilin dapat menghasilkan tekanan negatif didalam liang telinga sehingga dapat mengeluarkan kotoran telinga. Seely menemukan bahwa tidak ada perubahan tekanan dalam telinga saat dilakukan terapi lilin dan tidak ada serumen atau kotoran telinga yang dapat dikeluarkan dari telinga tersebut selama pengamatan.4

Dalam percobaan yang dilakukan, hasil pembakaran dari lilin tersebut ternyata berisikan molekul alkana yang biasa terdapat dalam komposisi lilin-lilin. Dan tidak ditemukan cerumen dari hasil pembakaran tersebut. Maka dari itu disimpulkan bahwa tindakan ear candle ini tidak berfungsi untuk menghapus atau menghisap cerumen.5  

 

            Hornibrook pada tahun 2012 menemukan bahwa terdapat deposit tetesan lilin yang tertinggal pada liang telinga dan gendang telinga orang yang mendapat terapi lilin. Dapat disimpulkan bahwa terapi lilin tidak dapat mengangkat kotoran telinga bahkan dapat menimbulkan risiko yang mengganggu kesehatan telinga.5

 

REFERENSI

  1. Ernst E. Ear candles: a triumph of ignorance over science. J Laryngol Otol 2004; 118: 1–2.
  2. Nahid K, Narayanan P, Jalaluddin MA. Ear Candling: A Dangerous Pleasure? Iran J Otorhinolaryngol 2011; 23: 51–54.
  3. Husni T. KOMPLIKASI TINDAKAN EAR CANDLE. J Kedokt Syiah Kuala 2016; 15: 51–55.
  4. Seely DR, Quigley SM, Langman AW. Ear Candles-Efficacy and Safety. The Laryngoscope 1996; 106: 1226–1229.
  5. Hornibrook J. Where there’s smoke there’s fire--ear candling in a 4-year-old girl. N Z Med J Online; 125.

Navigation