Artikel Kesehatan


19-06-2015 | Hit : 553

Nyeri pada leher sering mengganggu aktivitas seseorang menjadi tidak nyaman. Sakit yang hebat di leher memang menjadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan, dan jika dibiarkan berlarut-larut,  maka nyeri tersebut bisa menjalar ke lengan.
Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Suryadi, SpS, MSi, Med dari RSUP Dr. Kariadi ketika ditemui di SMF Neurologi RSUP Dr. Kariadi, Jumat (31/10).
 
Bahaya Tersembunyi Nyeri Pada Leher
Ia menerangkan, penyakit yang dalam bahasa kedokteran disebut cervical syndrome itu disebabkan karena adanya pertumbuhan tulang taji dan timbunan kalsium di dalam sendi mengakibatkan adanya tekanan saraf tulang belakang sehingga mengakibatkan nyeri leher.  Ia mengimbau, jika terasa nyeri di sekitar leher harus segera diperiksakan dan tidak dibiarkan berlarut-larut.
 
 
''Karena terlalu lama dibiarkan dan salah penanganan nyeri pada daerah leher dapat menjalar sampai ke kepala, dan kedua atau salah satu anggota gerak bagian atas/lengan. Nyeri merupakan alarm di tubuh kita untuk memberi tahu kita bahwa ada sesuatu yang tidak beres,'' katanya.
 
 
Menurutnya, beberapa tahun lalu nyeri leher banyak menyerang orang di atas usia 40 tahun. Namun dewasa ini kalangan remaja mulai terserang gejala tersebut.  Ia menjelaskan, hal tersebut dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang olahraga, dan banyak mengkonsumsi makanan siap saji.
 
''Mungkin karena cara duduk menghadapi komputer yang terlalu lama, hal tersebut juga menjadi faktor penyebab cervical syndrome  '' imbuhnya.
 
 
Ia menambahkan, nyeri di daerah leher dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor, baik itu faktor psikis maupun faktor fisik. Faktor fisik, misalnya, adanya kelainan di daerah leher dan sekitarnya. Seperti tumor dan gangguan degeneratif, misalnya adanya bantalan yang pecah sampai penulangan atau ossifikasi dari selaput pelindung tulang.
 
 
''Kelainan pada tulang leher maupun bantalannya dapat mengakibatkan kesemutan, atau nyeri yang menjalar.  Untuk itu harus diperlukan penatalaksanaan nyeri yang tepat.  Cara mengatasi nyeri dapat dilakukan secara nonoperatif  seperti, menggunakan penyangga leher , dan terapi kompres es atau hangat,'' ujarnya.
 
Lebih spesifik dijelaskannya, diperlukan bantuan pemindaian sinar X dan MRI bersama dengan pemeriksaan fisik. Sesudah mengetahui adanya kelainan spesifik tulang leher atau sendi baru akan merekomendasikan obat dan terapi fisik yang dibutuhkan.
''Pengobatan yang baik dalam menangani nyeri urat saraf haruslah melibatkan komponen penyebab dan komponen gejala disertai vitamin saraf. Tindakan operasi dilakukan jika kondisinya sudah parah,'' tandasnya. (sr-)

Navigation