Artikel Kesehatan


25-06-2015 | Hit : 842

RSUP Dr. Kariadi - Hingga saat ini masih banyak kasus HIV/AIDS yang belum dapat terdeteksi atau belum diketahui. Sekitar 70 % kasus HIV/AIDS belum terdeteksi. Diperlukan kesadaran masyarakat untuk menekan angka tersebut.

 

Banyak Penderita HIV / AIDS Belum Terdeteksi

Hal itu diungkapkan oleh Dr.dr Muclis Ahsan Udji Sofro, SpPD-KPTI dari RSUP Dr. Kariadi, Jumat (28/11). Dia menerangkan, di Indonesia diperkirakan sebanyak 590.000 penderita penyakit mematikan tersebut. Namun hingga saat ini, baru sebanyak 140.000 yang terdeteksi.

 

''Ini sangat memprihatinkan, harus ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri agar jumlah itu bisa terus ditekan,'' ujarnya.

 

Ia mengungkapan, banyak kasus HIV/AIDS tersebut belum terungkap karena penderita bersangkutan tidak menyadari kalau dirinya terinveksi virus tersebut. Selain itu mereka tidak mengetahui tentang HIV/AIDS, juga tidak ada gejala khusus yang ditunjukkan akibat terinveksi virus itu.

 

''Virus HIV menyerang kekebalan tubuh manusia, sehingga tidak ada gejala khusus. Gejalanya mungkin seperti, jika terserang flu tidak sembuh-sembuh, atau terkena diare tidak berhenti-henti,'' katanya.

 

Ia menerangkan, peningkatan kasus HIV/ AIDS dipengaruhi banyak hal. Diantaranya kondisi geografis Kota Semarang yang terletak di jalur perlintasan bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi. Tempat istirahat bagi pemilik kriteria man mobile with money (3M) menjadi titik- titik rawan penularan. Penyebab tingginya angka tersebut adalah industri sex dan narkoba.

 

''Semarang adalah ibukota provinsi salah satu kota besar di Indonesia sehingga sehingga mobilitas masyarakat sangat tinggi. Perbedaan jumlah penduduk memicu peningkatan kasus HIV/ AIDS,'' imbuhnya.

 

Ia menambahkan, adanya tempat karaoke berpotensi menyebabkan penyebaran virus itu. Sebab, beberapa dari tempat hiburan tersebut  dijadikan kamuflase untuk perbuatan asusila. Dia menyarankan, bagi calon pengantin untuk memeriksakan diri mereka.

 

Muclis menerangkan, saat ini kepedulian masyarakat sudah cukup tinggi untuk mencegah virus itu. Sebab saat ini beberapa daerah sudah terbentuk kelompok masyarakat peduli HIV/AIDS. Ia mengatakan,  penemuan kasus HIV baru melalui Klinik VCT adalah langkah yan baik.  Penderita bisa dikontrol sekaligus diberikan penanganan tepat.

 

Selama ini masyarakat yang terindikasi HIV/ AIDS selalu menutup diri sehingga. akses kesehatan tidak maksimal.  Stigma negatif itu harus dihapuskan karena mereka memiliki hak hidup layaknya masyarakat lain.

 

''Pemeriksaan VCT tersebut diberikan secara gratis, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika ingin periksa ke klinik VCT yang tersebar di beberapa puskesmas maupun rumah sakit yang ada di Kota Semarang,'' tandasnya. (sr-49 )

Navigation