Artikel Kesehatan


31-10-2012 | Hit : 2494

.doc

.pdf

Dr Niken Puruhita, M.Med.Sc,SpGK

Kasus gizi buruk selalu ada setiap tahunnya. Dan ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang akan dialami di seluruh penjuru dunia, termasuk lndonesia. Kasus ini pun terjadi di Semarang.

 

Seperti diberitakan Warta Jateng edisi Selasa, 31 Mei lalu, di Semarang tercatat ada sebanyak 23 anak yang menderita gizi buruk. Angka ini merupakan angka tahun 2011. Sedangkan tahun lalu ada 39 anak menderita gizi buruk. Data pada Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, dari 112.972 anak, 786 di antaranya termasuk balita di bawah garis merah.

 

Lalu, apa sebenarnya penyebab dari penyakit gizi buruk ini? Menurut dr Niken Puruhita, M Med. Sc, SpGK, dokter bagian gizi di RSUP Kariadi dan SMF Gizi Fakultas Kedoteran Undip, gizi buruk merupakan salah satu bentuk dari malnutrisi. (bentuk lain dari kegemukan).

 

Penyebab gizi buruk


Penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari underlying cause seperti kebijakan politik sosial ekonomi, ketersediaan dan keamanan pada anak-anak, hal tersebut juga dapat dilihat sejak awal, misalnya anak sulit makan atau suka memilih makanan tertentu.

 

Pada ibu hamil atau bumil, perlu diperhatikan bumil yang sering mual dan muntah. Kondisi tersebut membuat asupan makanan menurun. Sedangkan pada lansia, salah satu  penyebab mereka bisa terkena gizi buruk adalah karena selera makan menurun dan juga penurunan fungsi indera pengecapan. "Selain itu, ada juga kasus gizi buruk yang disebabkan karena seseorang menderita infeksi, cacingan, malaria, pendarahan, sehingga orang tersebut nafsu makannya berkurang, sehingga berpengaruh pada asupan gizi yang masuk pada tubuhnya. Bila ketidakseimbangan ini berlangsung lama, maka akan terjadi gizi buruk," ungkap Niken.

 

Ciri-ciri gizi buruk

 

Penting bagi kita untuk mengenali ciri-ciri gizi buruk untuk dapat memberikan penanganan tepat sesegera mungkin. Ciri-ciri gizi buruk di antaranya adalah berat badan balita ataupun ibu hamil kurang atau bahkan tidak bertambah. Sementara pada lansia, ciri-cirinya antara lain si lansia semakin kurus. Kalau dibandingkan berat ideal,  penderita gizi buruk berada pada titik yang jauh di bawah berat ideal sesuai usia dan jenis kelaminnya.

 

Oleh karena itu, jika putra Anda yang berusia lima tahun beratnya tidak sesuai berat ideal seorang bocah laki-laki berusia lima tahun, maka Anda harus waspada karena ada  kemungkinan putra Anda tersebut mengalami gizi buruk. Penderita gizi buruk, bisa terkena penyakit lainnya. "Dengan status gizi yang buruk, umumnya penderita akan lemah dan mudah terserang sakit, misalnya diare, panas, batuk, pilek," ungkap Niken.

 

Pola makan

 

Cara mencegah gizi buruk adalah makan makanan yang seimbang. Makan yang seimbang adalah makanan yang mengandung sumber karbohidrat seperti nasi, kentang dan lainnya. Selain itu juga ada sumber proteinnya seperti telur, ikan, daging ayam, dan daging sapi. Tahu dan tempe juga mengandung zat gizi yang baik. Selain itu makanan juga ada sayur tiap makan dan buah 3-4 porsi sehari.

 

Yang tidak kalah penting adalah minum air dalam jumlah cukup. "Ada banyak cara untuk mencegah, salah satunya dengan mengatur pola makan. Namun, kalau sudah terserang gizi buruk, lebih baik dibawa ke pelayanan kesehatan seperti puskesmas ataupun rumah sakit. Di sana akan dilakukan intervensi gizi dan medisnya," ungkap Niken. Dokter Niken menyarankan, untuk mencegah gizi buruk, warga masyarakat sebaiknya membiasakan diri untuk makan makanan seimbang. Dan jika mengetahui ada keluarga atau tetangga dengan gizi kurang, apalagi gizi buruk, segera di bawa ke puskesmas atau  rumah sakit agar segera penanganan medis.

Navigation