Berita Terbaru


26-09-2018 | Hit : 24

Oleh KSM THT-KL RSUP Dr. KARIADI

undefinedtelinga

Semarang ( 26/09/2018) – Sahabat sehat, tahukah Anda bahwa telinga kita memiliki kelenjar yang menghasilkan zat seperti lilin yang dikenal dengan serumen atau kotoran telinga. Kotoran telinga ini seringkali mengganggu sehingga kita sering bermaksud mengeluarkannya dengan anggapan telinga akan menjadi bersih.

Untuk membersihkan telinga sering kita gunakan cotton bud, namun ternyata cotton bud ini menjadi pemicu banyaknya kasus cedera pada telinga terutama pada anak- anak.

Sedangkan menurut para ahli, kita sebenarnya tak perlu membersihkan telinga karena tubuh kita memiliki mekanisme membersihkan dirinya sendiri. Meski demikian, pembentukan serumen sesungguhnya sangat bervariasi pada tiap individu baik dari segi jumlah maupun komposisi materinya. Faktor kebiasaan mengorek liang telinga ini yang berisiko menyebabkan terdorongnya kotoran makin ke dalam .

Jika kotoran telinga ini tidak dibersihkan maka dapat menimbulkan penyumbatan liang telinga yang dapat berujung pada gangguan pendengaran atau dapat juga disebut impaksi serumen atau serumen obturans. Penyumbatan ini terkadang dapat menimbulkan rasa tertekan di telinga, penurunan ambang dengar, hingga rasa berdenging.

Agar terhindar dari cedera telinga adalah melibatkan pihak medis dalam membersihkan kotoran telinga atau melakukan konsultasi dengan dokter spesialis THT. Mempercayakan urusan kotoran telinga kepada dokter tentu dapat meminimalisir risiko cedera.

 

Navigation