Berita Terbaru


14-03-2019 | Hit : 31

Cek Pendengaran Anda.
Muyassaroh KSM THT-KL RSUP Dr.Kariadi Semarang

World Hearing Day
Hari Pendengaran Dunia 03/03/2019

Berdasarkan data WHO diperkirakan sekitar 360 juta (5.3%) orang di dunia mengalami gangguan pendengaran, 328 juta (91%) diantaranya adalah orang dewasa (183 juta laki-laki, 145 juta perempuan) dan 32 juta (9%) adalah anak-anak. Hari kesehatan telinga dan pendengaran diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan telinga dan pencegahan gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran dapat terjadi akibat gangguan ditelinga luar (daun telinga, liang telinga), telinga tengah (gendang telinga, rongga telinga), telinga dalam (rumah siput) dan otak. Dapat bersifat hantaran, gangguan di saraf atau campuran. Dapat mengenai satu telinga atau dua telinga. Gangguan pendengaran dapat disebabkan banyak faktor. Dapat mengenai semua umur, dari sejak lahir sampai usia lanjut.
Cek pendengaran sedini mungkin perlu dilakukan pada bayi baru lahir. Kurang pendengaran sejak lahir biasa disebut tuli kongenital yang merupakan tuli berat atau sangat berat. Jika tidak segera ditolong, tuli kongenital bisa menyebabkan gangguan perkembangan kognitif, psikologi dan sosial. Sebab, penyakit ini bisa menganggu proses bicara anak, perkembangan kemampuan berbahasa, komunikasi dan proses belajar, serta perkembangan kepandaiannya. Faktor resiko yang dapat meningkatkan kecurigaan tuli kongenital diantaranya :
• Riwayat keluarga dengan tuli saraf
• Adanya infeksi saat kehamilan : infeksi TORCH
• Lahir prematur dan berat badan lahir rendah
• Persalinan yang sulit dan gawat janin pada saat kelahiran
• Bayi Kuning
• Mengkonsumsi obat-obat yang mengganggu fungsi telinga
• Adanya infeksi bakteri atau virus seperti rubella, campak, parotis, meningitis, ensefalitis, perdarahan telinga tengah, trauma wajah
Menurut ketentuan dari American Joint Committee of Infant Hearing tahun 2000, baku emas untuk cek pendengaran bayi adalah dengan alat canggih Otoacoustic Emissions (OAE). Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada bayi baru lahir (usia 1 hari – 1 bulan). Dilakukan saat beristirahat/tidur. Tesnya tergolong singkat dan tidak sakit, namun memberi hasil akurat. Hasilnya dapat dikategorikan menjadi dua, yakni pass dan refer. Pass berarti tidak ada masalah, sedangkan refer artinya ada gangguan pendengaran hingga harus dilakukan pemeriksaan berikutnya. Skrining ulang akan dikerjakan pada usia kurang dari 3 bulan, bila didapatkan hasil “refer/gagal”. Bayi harus dilakukan intervensi dengan pemakaian alat bantu dengar/Implan cochlea dan terapi audioverbal sebelum usia 6 bulan, bila terdiagnosis terdapat gangguan pendengaran.
Cek pendengaran pada anak dan dewasa bila anak cenderung mengeraskan radio/TV, tidak dengar sebagian percakapan, cenderung berkata “apa?”. Telinga berbunyi/berdenging. Gejala tersebut dapat disebabkan beberapa faktor antara lain kurang pendengaran akibat infeksi berulang dari hidung dan telinga, kondisi gendang telinga berlubang, atau akibat penyakit sistemik seperti hipertensi, diabetes, hiperkolesterolemia dan penggunaan obat tertentu, dapat juga kurang pendengaran terjadi akibat kebisingan atau adanya kotoran telinga (serumen prop). Serumen prop banyak ditemukan pada anak anak usia sekolah 30 - 50%. Sumbatan serumen dapat mengakibatkan gangguan pendengaran sehungga dapat mengganggu proses penyerapan pelajaran bagia anak sekolah.
Terlalu sering terpapar dengan suara keras, dapat membuat kemampuan mendengar berkurang. Sumber suara keras ini bisa bermacam-macam, misal dari lingkungan kerja, dari musik yang didengarkan, dan lain sebagainya. Untuk menjaga kesehatan telinga dan pendengaran dari kebisingan, perlu melakukan hal-hal berikut:
- Jika lingkungan kerja selalu menciptakan suara keras, seperti saat saat memotong rumput, dekat dengan mesin yang mengeluarkan suara keras, sebaiknya menggunakan pelindung telinga.
- Jika suka mendengarkan musik, sebaiknya jangan terlalu sering menggunakan headphone untuk mendengarkan musik. Berilah waktu telinga untuk beristirahat. Dapat mengikuti aturan 60/60 saat mendengarkan musik melalui headphone. Artinya, batas volume musik tidak lebih dari 60% dan menggunakannya tidak lebih dari 60 menit sehari.
- Jangan mendengarkan dua sumber suara keras dalam satu waktu. Ini justru dapat merusak pendengaran. Misalnya, saat ada orang yang sedang membersihkan rumah dengan vacuum cleaner, jangan membesarkan volume televisi atau malah mendengarkan musik dengan suara keras.
- Jika Anda suka menonton konser atau pergi ke tempat yang memutar musik dengan suara keras, sebaiknya menggunakan penyumbat telinga.
Cek pendengaran pada usia lanjut (lansia) sangat diperlukan karena penurunan pendengaran dapat berpengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menurunkan kualitas hidup jika tidak diberikan penanganan khusus. Penurunan pendengaran akibat penuaan merupakan kondisi yang sering terjadi. Hampir setiap satu dari dua lansia di atas usia 65 mengalami penurunan pendengaran dalam berbagai tingkat keparahan. Presbikusis terjadi secara perlahan-lahan seiring dengan berjalannya waktu. Gejala presbikusis biasanya dimulai dengan penurunan kemampuan mendengar suara bernada tinggi. Gejala lain yang dapat terjadi antara lain:
- merasa suara tertentu terlalu keras
- kesulitan mendengar dalam lingkungan yang bising
- kesulitan membedakan suara ‘s’ dan ‘th’
- mengalami telingan berdenging
- menyetel suara televisi atau radio lebih kencang dari biasanya
- meminta orang lain untuk mengulang apa yang mereka katakana
- tidak dapat memahami percakapan di telepon
Penurunan pendengaran akibat bertambahnya usia tidak dapat disembuhkan dan bersifat permanen. Penanganan dengan pemakaian alat bantu dengar untuk meningkatkan kualitas hidup. Pada kasus yang berat, menggunakan bahasa isyarat dan membaca gerakan bibir. Depresi dan kecemasan sering terjadi pada penderita presbikusis. Beberapa langkah pencegahan untuk mencegah keadaan agar tidak semakin parah, dicoba untuk:
- menghindari paparan berulang terhadap suara kencang
- menggunakan pelindung telinga di tempat-tempat yang bising
- mengontrol gula darah jika menderita diabetes

Navigation