Artikel Kesehatan


23-05-2017 | Hit : 23

DIABETES

Diabetes mellitus mengacu pada sekelompok penyakit yang mempengaruhi penggunaan gula darah dalam tubuh. Gula darah (glukosa) sangat penting bagi kesehatan, karena gula darah merupakan sumber energi penting bagi sel-sel yang membentuk otot dan jaringan. Glukosa juga merupakan sumber utama energi untuk otak.

Jika anda menderita diabetes, jenis apapun, hal tersebut menandakan bahwa terdapat banyak gula didalam darah, meskipun penyebabnya berbeda. Glukosa yang terlalu banyak akan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Kondisi diabetes kronis termasuk diabetes tipe 1 dan tipe 2. Kondisi diabetes yang berpotensi untuk reversibel disebut sebagai pradiabetes. (kadar gul

 

Kondisi diabetes kronis termasuk diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Kondisi diabetes yang berpotensi reversibel mencakup prediabetes  (bila kadar gula darah tidak cukup tinggi diklasifikasikan sebagai diabetes), dan diabetes gestasional (terjadi selama kehamilan namun mungkin sembuh setelah bayi lahir).

 

Gejala dan tanda

Gejala diabetes bervariasi. Pada beberapa orang, terutama yang menderita prediabetes atau diabetes tipe 2, mungkin tidak mengalami gejala awalnya. Pada diabetes tipe 1, gejala cenderung cepat datang dan menjadi lebih parah.

Beberapa tanda dan gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 adalah:

  • Sering haus
  • Sering buang air kecil
  • Sering lapar walaupun sudah makan
  • Penurunan berat badan yang tidak terjelaskan
  • Adanya badan keton dalam urin (hasil pemeriksaan lab)
  • Kelelahan
  • Mudah marah
  • Penglihatan kabur
  • Luka yang sulit sembuh
  • Sering infeksi, seperti gusi atau infeksi kulit dan infeksi vagina

 

Diabetes tipe 1 dapat terjadi pada segala golongan usia, biasanya muncul pada masa kanak-kanak atau remaja. Diabetes tipe 2, tipe yang lebih umum, dapat berkembang pada usia berapapun, meski lebih sering terjadi pada orang yang berusia lebih dari 40 tahun.

 

Kapan harus ke dokter

  • Jika dicurigai menderita diabetes. Jika dicurigai menderita diabetes, anda dapat langsung berkonsultasi dengan dokter. Semakin cepat anda terdiagnosis diabetes, akan semakin baik penanganannya.
  • Jika sudah didiagnosis diabetes. Jika sudah terdiagnosis diabetes, penderita memerlukan evaluasi dan pemantauan, serta pengaturan gula darah yang baik.

 

Bagaimana insulin bekerja

Insulin adalah hormon yang berasal dari kelenjar yang disebut sebagai pankreas.

Pankreas mengeluarkan insulin ke dalam aliran darah. Insulin bersirkulasi, kemudian memasukan gula kedalam sel. Insulin menurunkan jumlah gula dalam aliran darah Anda. Seiring tingkat gula darah yang turun, begitu pula sekresi insulin dari pankreas.

 

Peran glukosa

  • Glukosa merupakan sumber energi bagi sel untuk membentuk otot dan jaringan tubuh. Glukosa berasal dari dua sumber utama: makanan dan hati.
  • Gula yang berasal dari makanan diserap ke dalam aliran darah, selanjutnya untuk masuk kedalam sel membutuhkan bantuan insulin.
  • Hati berfungsi untuk menyimpan dan membuat glukosa kembali dalam bentuk glikogen.
  • Bila kadar glukosa dalam darah rendah, seperti saat belum adanya asupan makanan, hati akan menghancurkan glikogen yang disimpan ke dalam bentuk glukosa untuk menjaga kadar glukosa dalam kisaran normal.

 

Penyebab Diabetes Tipe 1

Penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui. Kemungkinan yang diketahui adalah adanya sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyerang bakteri dan virus yang berbahaya, berbalik menyerang sel yang menghasilkan insulin di pankreas. Kondisi ini membuat insulin dalam kadar yang rendah atau bahkan tidak ada sama sekali didalam darah.

Penyebab dDiabetes tipe 1 dianggap kombinasi kerentanan genetik dan faktor lingkungan, walaupun sebenarnya faktor-faktor tersebut masih belum jelas.

 

Penyebab diabetes tipe 2

Pada kondisi prediabetes dan diabetes tipe 2, sel menjadi resisten terhadap insulin dan pankreas tidak mampu membuat cukup insulin untuk mengatasi resistensi tersebut, sehingga glukosa yang berada dalam darah tidak dapat masuk kedalam sel untuk digunakan

Walaupun penyebab nya masih belum jelas, dan diyakini bahwa faktor genetik dan lingkungan turut berperan dalam terjadinya kondisi tersebut, kondisi overweight sangat dikaitkan dengan perkembangan diabetes tipe 2, namun tidak semua orang dengan tipe 2 kelebihan berat badan.

 

Diabetes gestasional

Selama kehamilan, plasenta menghasilkan hormon untuk menyokong kehamilan. Hormon ini membuat sel lebih tahan terhadap insulin.

Biasanya, pankreas akan merespons dengan memproduksi cukup insulin ekstra untuk mengatasi resistensi ini, tetapi kadang pankreas tidak bisa memproduksi insulin ekstra. Bila ini terjadi, terlalu sedikit glukosa yang dapat masuk ke sel, dan terlalu banyak glukosa dalam darah, mengakibatkan diabetes gestasional.

 

Faktor risiko

Faktor risiko diabetes tipe 1

Meskipun penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui, faktor yang mungkin menandakan peningkatan risiko meliputi:

 

  • Riwayat keluarga. Risiko Anda meningkat jika orang tua atau saudara kandung memiliki diabetes tipe 1.
  • Faktor lingkungan. Keadaan seperti paparan penyakit virus kemungkinan berperan dalam diabetes tipe 1.
  • Kehadiran sistem ketahanan tubuh (autoantibodi). Terkadang anggota keluarga penderita diabetes tipe 1 diuji untuk mengetahui adanya autoantibodi diabetes. Jika anda memiliki autoantibodi ini, anda memiliki peningkatan risiko terkena diabetes tipe 1. Tapi tidak semua orang yang memiliki autoantibodi ini mengalami diabetes.
  • Faktor makanan. Konsumsi vitamin D rendah, paparan awal susu sapi atau susu formula sapi, dan paparan sereal sebelum usia 4 bulan. Akan tetapi tidak satu pun dari faktor-faktor ini telah terbukti secara langsung menyebabkan diabetes tipe 1.
  • Beberapa negara, seperti Finlandia dan Swedia, memiliki tingkat diabetes tipe 1 yang lebih tinggi.

 

Faktor risiko prediabetes dan diabetes tipe 2

  • Berat badan. Semakin banyak jaringan lemak yang dimiliki, semakin banyak sel tubuh yang akan resisten terhadap insulin.
  • Kurang aktivitas fisik. Aktivitas fisik membantu mengendalikan berat badan, penggunaan glukosa sebagai energi dan membuat sel lebih sensitif terhadap insulin.
  • Sejarah keluarga. Risiko Anda meningkat jika orang tua atau saudara kandung memiliki diabetes tipe 2.
  • Orang-orang dari ras tertentu (termasuk orang kulit hitam, Hispanik, Indian Amerika dan orang Asia-Amerika) berisiko tinggi.
  • Risiko meningkat seiring bertambahnya usia. Kurangnya aktivitas fisik, kehilangan massa otot dan menambah berat badan seiring bertambahnya usia. Akan tetapi diabetes tipe 2 juga meningkat secara dramatis di kalangan anak-anak, remaja dan orang dewasa muda.
  • Gestational diabetes. Jika Anda menderita diabetes gestasional saat hamil, risiko terkena prediabetes dan diabetes tipe 2 akan meningkat. Jika anda melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kilogram, anda juga berisiko terkena diabetes tipe 2.
  • Sindrom ovarium polikistik. Bagi wanita, memiliki sindrom ovarium polikistik (kondisi umum yang ditandai dengan menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih dan obesitas) meningkatkan risiko diabetes.
  • Tekanan darah tinggi. Memiliki tekanan darah lebih dari 140/90 milimeter merkuri (mmHg) terkait dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
  • Tingkat kolesterol dan trigliserida tinggi. Jika Anda memiliki kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah, risiko diabetes tipe 2 akan lebih tinggi. Trigliserida adalah jenis lemak lain yang dibawa ke dalam darah. Orang dengan tingkat trigliserida tinggi memiliki peningkatan risiko diabetes tipe 2.

 

Faktor risiko diabetes gestasional

Setiap wanita hamil dapat mengalami diabetes gestasional, namun beberapa wanita memiliki risiko lebih besar daripada orang lain. Faktor risiko diabetes gestasional meliputi:

  • Wanita berusia di atas 25 tahun berisiko tinggi.
  • Keluarga atau sejarah pribadi. Risiko meningkat jika memiliki riwayat prediabetes atau jika anggota keluarga dekat, seperti orang tua atau saudara kandung, memiliki diabetes tipe 2. Risiko lebih besar timbul jika mengalami diabetes gestasional selama kehamilan sebelumnya, jika anda melahirkan bayi yang sangat besar atau jika melahirkan bayi yang mati tanpa sebab yang jelas.
  • Kelebihan berat badan sebelum kehamilan meningkatkan risiko.
  • Wanita yang berkulit hitam, Hispanik, Indian Amerika atau Asia lebih cenderung berkembang menjadi gestational diabetes.

 

Komplikasi

Komplikasi jangka panjang diabetes berkembang secara bertahap. Semakin lama menderita diabetes, dan semakin buruk kontrol gula darah, maka kemungkinan untuk mengalami komplikasi akan lebih tinggi, diantaranya:

  • Penyakit kardiovaskular. Diabetes meningkatkan masalah kardiovaskuler seperti penyakit arteri koroner, nyeri dada angina, termasuk serangan jantung dan stroke, serta penyempitan pembuluh darah.
  • Kerusakan saraf (neuropati). Glukosa yang berlebih akan merusak pembuluh darah dan saraf tepi. Hal ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, terbakar atau nyeri yang biasanya dimulai pada ujung jari kaki atau jari dan secara bertahap menyebar ke atas. Kerusakan pada saraf yang berkaitan dengan pencernaan dapat menyebabkan masalah pada mual, muntah, diare atau konstipasi. Bagi pria, bisa menyebabkan disfungsi ereksi.
  • Kerusakan ginjal (nefropati). Ginjal tersusun atas jutaan sel penyaring (glomeruli) yang akan menyaring racun dan kotoran dari darah. Diabetes dapat merusak sistem penyaringan ini. Kerusakan parah dapat menyebabkan gagal ginjal atau penyakit ginjal stadium akhir yang ireversibel, yang mungkin memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.
  • Kerusakan mata (retinopathy). Diabetes dapat merusak pembuluh darah retina (diabetes retinopathy), yang berpotensi menyebabkan kebutaan. Diabetes juga meningkatkan risiko kondisi penglihatan serius lainnya, seperti katarak dan glaukoma (pencuri lapang pandang).
  • Kerusakan kaki. Kerusakan saraf di kaki atau aliran darah yang buruk ke kaki meningkatkan risiko berbagai komplikasi kaki. Apabila tidak diobati, kaki akan menjadi luka dan melepuh serta dapat mengalami infeksi serius, yang sulit untuk sembuh. Infeksi ini pada akhirnya mungkin memerlukan amputasi kaki
  • Kondisi kulit. Diabetes mungkin membuat Anda lebih rentan terhadap masalah kulit, termasuk infeksi bakteri dan jamur.
  • Gangguan pendengaran. Masalah pendengaran lebih sering terjadi pada orang dengan diabetes.
  • Penyakit Alzheimer. Diabetes tipe 2 dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. Semakin buruk kontrol gula darah Anda, semakin besar risikonya.

 

Komplikasi diabetes gestasional

Kebanyakan wanita yang memiliki diabetes gestational melahirkan bayi yang sehat. Namun kadar gula darah yang tidak diobati atau tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah bagi ibu dan bayi.

Komplikasi pada bayi dapat terjadi sebagai akibat diabetes gestasional, termasuk:

  • Kelebihan pertumbuhan. Glukosa berlebih dapat melewati plasenta, yang memicu pankreas bayi untuk menghasilkan insulin ekstra. Hal ini dapat menyebabkan bayi tumbuh terlalu besar (macrosomia). Bayi yang sangat besar lebih cenderung memerlukan kelahiran sesar.
  • Gula darah rendah. Terkadang bayi pada ibu yang menderita diabetes gestational akan mengalami gula darah rendah (hypoglycemia) sesaat setelah lahir karena produksi insulin mereka sendiri tinggi. Pemberian segera larutan glukosa intravena dapat mengembalikan kadar gula darah bayi menjadi normal.
  • Diabetes tipe 2 di kemudian hari. Bayi memiliki risiko lebih tinggi terkena obesitas dan diabetes tipe 2 di kemudian hari.
  • Diabetes gestasional yang tidak diobati dapat menyebabkan kematian bayi sebelum atau sesaat setelah lahir.

Komplikasi pada ibu juga bisa terjadi akibat diabetes gestasional, diantaranya:

  • Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi, kelebihan protein dalam urin, dan pembengkakan pada kaki. Preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi serius atau bahkan mengancam jiwa baik untuk ibu dan bayi.
  • Diabetes gestasional berikutnya. Begitu anda mengalami diabetes gestasional dalam satu kehamilan, anda lebih mungkin memilikinya lagi dengan kehamilan berikutnya. Anda juga lebih cenderung terkena diabetes (tipe 2) seiring bertambahnya usia.

 

Komplikasi prediabetes

Prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2.

 

Pemeriksaan dan diagnosis

Gejala diabetes tipe 1 sering muncul tiba-tiba dan seringkali menjadi alasan untuk memeriksa kadar gula darah. Karena gejala jenis diabetes dan pradiabetes lainnya muncul lebih lambat atau mungkin tidak jelas, American Diabetes Association (ADA) telah merekomendasikan pedoman skrining. ADA merekomendasikan agar orang-orang dengan kondisi berikut diskrining diabetes:

  • Siapa saja yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih tinggi dari 25, berapapun usia, yang memiliki faktor risiko tambahan, seperti tekanan darah tinggi, gaya hidup tak teratur, riwayat sindrom ovarium polikistik, telah melahirkan bayi yang beratnya lebih dari 4 kilogram, riwayat Diabetes pada kehamilan, kadar kolesterol tinggi, riwayat penyakit jantung, dan memiliki kerabat dekat yang menderita diabetes.
  • Siapa pun yang usianya lebih dari 45 tahun disarankan untuk menerima skrining gula darah awal, dan kemudian, jika hasilnya normal, harus diulang setiap tiga tahun.

 

Tes untuk diabetes tipe 1 dan tipe 2 dan pradiabetes

Pemeriksaan HbA1c. Tes darah ini menunjukkan tingkat gula darah rata-rata selama dua atau tiga bulan terakhir. Pemeriksaan ini mengukur persentase gula darah yang melekat pada hemoglobin, protein pembawa oksigen dalam sel darah merah. Semakin tinggi kadar gula darah Anda, semakin banyak hemoglobin yang terglikosilasi. Tingkat HbA1C 6,5 persen atau lebih tinggi pada dua tes terpisah menunjukkan bahwa Anda menderita diabetes. HbA1C antara 5,7 dan 6,4 persen mengindikasikan pradiabetes, sedangkan jika di bawah 5.7 dianggap normal.

 

Jika hasil tes HbA1C tidak konsisten, atau tes ini tidak tersedia, atau jika Anda memiliki kondisi tertentu yang dapat membuat tes HbA1C tidak akurat - seperti jika Anda hamil atau memiliki bentuk hemoglobin yang tidak biasa (dikenal sebagai hemoglobin Varian), mungkin diperlukan tes berikut untuk mendiagnosis diabetes:

 

  • Tes gula darah acak. Sampel darah akan diambil secara acak. Terlepas dari kapan Anda terakhir makan, kadar gula darah acak 200 mg/dL (11,1 mmol/L) atau lebih tinggi menunjukkan diabetes.
  • Tes gula darah puasa. Sampel darah akan diambil setelah puasa minimal 8 jam. Tingkat gula darah puasa kurang dari 100 mg/dL (5,6 mmol/L) adalah normal. Tingkat gula darah puasa dari 100 sampai 125 mg/dL (5,6 sampai 6,9 mmol/L) dianggap sebagai pradiabetes. Jika 126 mg/dL (7 mmol/L) atau lebih tinggi pada dua tes terpisah, menandakan positif diabetes.
  • Uji toleransi glukosa oral. Untuk tes ini, diperlukan puasa semalam, dan kadar gula darah puasa diukur. Kemudi minum cairan manis, dan kadar gula darah diuji setelah dua jam berikutnya. Tingkat gula darah kurang dari 140 mg/dL (7,8 mmol/L) adalah normal. Jika hasil lebih dari 200 mg/dL (11,1 mmol/L) menunjukkan diabetes. Hasil gula darah antara 140 dan 199 mg/dL (7,8 mmol/L dan 11,0 mmol/L) mengindikasikan pradiabetes.

Jika diabetes tipe 1 dicurigai, urin akan diuji untuk mencari adanya produk sampingan yang dihasilkan saat jaringan otot dan lemak digunakan untuk energi saat tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk menggunakan glukosa (keton) yang tersedia. Pemeriksaan lain akan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat sel sistem kekebalan yang merusak yang terkait dengan diabetes tipe 1 yang disebut autoantibodi.

 

Tes untuk diabetes gestasional

  • Jika Anda berisiko tinggi terkena diabetes gestasional (jika mengalami obesitas pada awal kehamilan, menderita diabetes gestasional selama kehamilan sebelumnya, atau memiliki ibu, ayah, saudara kandung atau anak dengan diabetes), uji penapisan diabetes dapat dilakukan pada awal kunjungan ke dokter.
  • Jika berisiko sedang diabetes gestasional, pemeriksaan akan dilakukan pada trimester kedua, biasanya antara 24 dan 28 minggu kehamilan.

 

Pengobatan untuk semua jenis diabetes

Bagian penting dalam mengelola diabetes adalah mempertahankan berat badan yang sehat melalui diet sehat dan rencana olahraga:

  • Makan sehat. Konsumsi makanan lebih banyak buah, sayuran dan biji-bijian, makanan yang mengandung nutrisi dan serat tinggi dan rendah lemak dan kalori, mengurangi produk hewani, karbohidrat dan makanan manis.
  • Aktivitas fisik. Setiap orang membutuhkan olah raga yang teratur. Olahraga menurunkan kadar gula darah dengan memindahkan gula ke dalam sel. Olahraga juga meningkatkan kepekaan terhadap insulin, yang berarti tubuh Anda membutuhkan lebih sedikit insulin untuk mengangkut gula ke sel Anda. Pilih aktivitas yang disenangi, seperti berjalan kaki, berenang atau bersepeda. Pastikan aktivitas fisik menjadi bagian dari rutinitas harian. Olah raga dilakukan setidaknya 30 menit atau lebih.

 

Pengobatan diabetes tipe 1 dan tipe 2

Pengobatan diabetes tipe 1 melibatkan suntikan insulin, pemeriksaan gula darah teratur, dan penghitungan karbohidrat. Pengobatan diabetes tipe 2 terutama melibatkan pemantauan gula darah Anda, bersama dengan obat diabetes, insulin atau keduanya.

 

Pemantauan gula darah. Pemantauan dan pencatatan kadar gula yang cermat dapat dilakukan, dengan interval 6-8 kali sehari, tergantung pada kepatuhan penderita. Pemantauan yang cermat berguna untuk mencapai kontrol gula yang baik. Orang yang menerima terapi insulin juga dapat memilih untuk memantau kadar gula darah mereka dengan monitor glukosa yang berkesinambungan.

Bahkan dengan manajemen yang hati-hati, kadar gula darah terkadang bisa berubah tak terduga. Perubahan kadar gula sebagai respons terhadap makanan, aktivitas fisik, pengobatan, penyakit, alkohol, stres dan fluktuasi hormon.

 

Selain pemantauan gula darah harian, pemeriksaan HbA1C reguler dapat digunakan untuk mengukur rerata gula selama 3 bulan terakhir. Pemeriksaan HbA1C menunjukkan seberapa baik rencana pengobatan diabetes secara keseluruhan. Tingkat HbA1C yang meningkat dapat mengindikasikan perlunya perubahan rejimen insulin atau rencana diet. Target HbA1C mungkin berbeda tergantung pada usia dan berbagai faktor lainnya. Namun, bagi kebanyakan penderita diabetes, American Diabetes Association merekomendasikan HbA1C di bawah 7 persen.

  • Orang dengan diabetes tipe 1 membutuhkan terapi insulin untuk bertahan hidup. Banyak penderita diabetes tipe 2 atau gestational diabetes juga membutuhkan terapi insulin. Banyak jenis insulin tersedia, termasuk insulin kerja cepat, insulin kerja lama dan pilihan antara, tergantung pada kebutuhan.
  • Obat oral. Beberapa obat diabetes merangsang pankreas untuk memproduksi dan melepaskan lebih banyak insulin. Obat yang lain menghambat produksi dan pelepasan glukosa dari hati Anda, yang berarti insulin dibutuhkan lebih sedikit untuk mengangkut gula ke dalam sel. Adapun obat lainnya menghalangi tindakan enzim perut atau usus yang memecah karbohidrat atau membuat jaringan Anda lebih sensitif terhadap insulin. Metformin (Glucophage, Glumetza, lainnya) umumnya merupakan obat pertama yang diresepkan untuk diabetes tipe 2.
  • Pada beberapa orang yang memiliki diabetes tipe 1, transplantasi pankreas bisa menjadi pilihan.
  • Operasi Bariatik. Tindakan ini bukan terapi definitif terhadap diabetes tipe 2, tetapi dapat membantu pasien dengan IMT > 35 untuk mencapai kadar gula yang baik dengan mengurangi asupan makanan.

 

Pengobatan diabetes gestasional

Mengendalikan kadar gula darah sangat penting untuk menjaga kesehatan bayi dan menghindari komplikasi saat melahirkan. Selain menjaga pola makan dan olahraga yang sehat, rencana perawatan mungkin mencakup pemantauan gula darah. Dalam beberapa kasus, penggunaan insulin atau obat oral mungkin diperlukan. Penyedia layanan kesehatan juga akan memantau tingkat gula darah selama persalinan.

 

Pengobatan untuk prediabetes

Jika Anda memiliki prediabetes, pilihan gaya hidup sehat dapat membantu Anda membawa kadar gula darah Anda kembali normal atau setidaknya mencegahnya naik ke tingkat yang terlihat pada diabetes tipe 2. Mempertahankan berat badan yang sehat melalui olahraga dan makan sehat dapat membantu. Berolahraga setidaknya 150 menit seminggu dan kehilangan 5 sampai 10 persen berat badan Anda dapat mencegah atau menunda diabetes tipe 2.

Kadang-kadang obat seperti metformin (Glucophage, Glumetza, lainnya) juga merupakan pilihan jika Anda berisiko tinggi terkena diabetes, termasuk saat prediabetes Anda memburuk atau jika Anda memiliki penyakit kardiovaskular, penyakit hati berlemak atau sindrom ovarium polikistik.

Dalam kasus lain, obat untuk mengendalikan kolesterol, dan obat tekanan darah tinggi dibutuhkan. Dokter Anda mungkin meresepkan terapi aspirin dosis rendah untuk membantu mencegah penyakit kardiovaskular jika Anda berisiko tinggi.

 

Tanda-tanda masalah pada semua jenis diabetes

Karena begitu banyak faktor yang bisa mempengaruhi kadar gula darah Anda, terkadang timbul masalah yang memerlukan perawatan segera, seperti:

  • Gula darah tinggi (hiperglikemia). Kadar gula darah Anda bisa meningkat karena berbagai alasan, termasuk makan terlalu banyak, sakit atau tidak minum obat penurun glukosa yang cukup. Periksa kadar gula darah Anda seperti yang diperintahkan oleh dokter Anda, dan perhatikan tanda dan gejala gula darah tinggi (sering buang air kecil, kena haus, mulut kering, penglihatan kabur, kelelahan dan mual). Jika Anda memiliki hiperglikemia, Anda harus menyesuaikan rencana makan, obat-obatan atau keduanya.
  • Peningkatan keton dalam urin Anda (diabetes ketoasidosis). Jika sel Anda kekurangan energi, tubuh Anda mungkin mulai memecah lemak. Ini menghasilkan asam beracun yang dikenal sebagai keton. Perhatikan gejala seperti kehilangan nafsu makan, kelemahan, muntah, demam, sakit perut dan berbau keton (buah manis), Anda dapat memeriksa urin Anda. Jika Anda memiliki kelebihan keton dalam urin Anda, segera konsultasikan dengan dokter Anda atau carilah perawatan darurat. Kondisi ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1.
  • Sindrom nonketotik hiperglikemik hiperglikemik. Tanda dan gejala kondisi yang mengancam jiwa ini termasuk gula darah yang di atas 600 mg / dL (33,3 mmol / L), mulut kering, rasa haus yang ekstrem, demam, mengantuk, bingung, kehilangan penglihatan dan halusinasi. Sindrom hiperosmolar disebabkan oleh gula darah yang sangat tinggi. Ini cenderung lebih umum pada orang dengan diabetes tipe 2, dan ini sering didahului oleh penyakit. Hubungi dokter Anda atau segera hubungi dokter jika Anda memiliki tanda atau gejala kondisi ini.
  • Gula darah rendah (hipoglikemia). Jika kadar gula darah Anda turun di bawah kisaran target Anda, itu dikenal sebagai gula darah rendah (hipoglikemia). Tingkat gula darah Anda bisa turun karena berbagai alasan, termasuk melewatkan makanan dan aktivitas fisik lebih banyak dari biasanya. Namun, gula darah rendah kemungkinan besar terjadi jika Anda menggunakan obat penurun glukosa yang mempromosikan sekresi insulin oleh pankreas Anda atau jika Anda menerima terapi insulin. Periksalah kadar gula darah Anda secara teratur, dan perhatikan tanda dan gejala gula darah rendah - berkeringat, gemetar, lemah, lapar, pusing, sakit kepala, penglihatan kabur, jantung berdebar, mudah tersinggung, ucapan kabur, kantuk, bingung, pingsan dan kejang. Gula darah rendah diobati dengan cepat menyerap karbohidrat, seperti jus buah atau tablet glukosa.

 

Gaya hidup

Tidak peduli apa jenis diabetes yang Anda miliki:

  • Buat komitmen untuk mengelola diabetes Anda. Pelajari semua tentang diabetes. Mintalah bantuan tim pengobatan diabetes Anda saat Anda membutuhkannya.
  • Pilihlah makanan sehat dan pertahankan berat badan yang sehat. Kehilangan 7 persen dari berat badan Anda jika Anda kelebihan berat badan dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam pengendalian gula darah Anda. Diet sehat adalah satu dengan banyak buah, sayuran, biji-bijian dan kacang polong, dengan jumlah lemak jenuh yang terbatas.
  • Jadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas harian Anda. Olahraga teratur dapat membantu mencegah prediabetes dan diabetes tipe 2, dan ini dapat membantu mereka yang sudah memiliki diabetes untuk menjaga kontrol gula darah yang lebih baik. Tiga puluh menit latihan sedang (seperti jalan cepat) sangat dianjurkan. Kombinasi latihan - latihan aerobik, seperti berjalan atau menari, dikombinasikan dengan latihan ketahanan, seperti angkat besi atau yoga dua kali seminggu sering membantu mengendalikan gula darah lebih efektif daripada jenis olahraga saja.

 

Gaya hidup untuk diabetes tipe 1 dan tipe 2

  • Kenali dirimu Kenakan tag atau gelang yang mengatakan bahwa Anda menderita diabetes. Simpanlah kit glukagon terdekat jika terjadi darurat gula darah rendah, dan pastikan teman dan orang yang Anda cintai mengetahui cara menggunakannya.
  • Jadwalkan pemeriksaan fisik dan mata secara tahunan. Pemeriksaan diabetes rutin Anda tidak dimaksudkan untuk menggantikan praktik fisik tahunan atau pemeriksaan mata rutin. Selama pemeriksaan fisik, dokter Anda akan mencari komplikasi terkait diabetes dan menyaring masalah medis lainnya. Dokter spesialis mata Anda akan memeriksa tanda-tanda kerusakan retina, katarak dan glaukoma.
  • Biarkan vaksinasi Anda tetap baru. Gula darah tinggi bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Dapatkan suntikan flu setiap tahun, dan dokter Anda mungkin merekomendasikan vaksin pneumonia juga. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga saat ini merekomendasikan vaksinasi hepatitis B jika sebelumnya Anda belum pernah divaksinasi terhadap hepatitis B dan Anda adalah orang dewasa berusia 19 sampai 59 tahun dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2. Pedoman CDC terbaru menyarankan vaksinasi sesegera mungkin setelah didiagnosis dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2. Jika Anda berusia 60 atau lebih, menderita diabetes, dan sebelumnya belum pernah menerima vaksin tersebut, bicarakan dengan dokter Anda apakah itu tepat untuk Anda.
  • Perhatikan kaki Anda. Cuci kaki Anda setiap hari dengan air hangat. Keringkan dengan lembut, terutama di antara jari-jari kaki. Melembabkan dengan lotion, tapi tidak di antara jari-jari kaki. Periksa kaki Anda setiap hari karena lecet, luka, luka, kemerahan atau bengkak. Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda mengalami masalah pegal atau kaki yang tidak segera sembuh sendiri.
  • Jaga tekanan darah dan kolesterol terkendali. Mengkonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur bisa mengendalikan tekanan darah tinggi dan kolesterol. Obat pengendali tekanan darah dan kolesterol mungkin diperlukan juga.
  • Jaga kebersihan gigi. Diabetes mungkin membuat Anda rentan terhadap infeksi gusi yang lebih serius. Sikat dan bersihkan gigi setidaknya dua kali sehari. Jika Anda memiliki diabetes tipe 1 atau tipe 2, periksakan gigi anda secara reguler. Konsultasikan dengan dokter gigi Anda jika gusi Anda berdarah atau terlihat merah atau bengkak.
  • Jika Anda merokok, Konsultasikan kepada dokter untuk membantu Anda berhenti merokok. Merokok meningkatkan risiko berbagai komplikasi diabetes. Perokok yang menderita diabetes lebih mungkin meninggal karena penyakit kardiovaskular dibandingkan orang bukan perokok yang menderita diabetes, menurut American Diabetes Association.
  • Jika Anda minum alkohol, lakukanlah dengan bertanggung jawab. Alkohol dapat menyebabkan gula darah tinggi atau rendah, tergantung pada seberapa banyak Anda minum dan jika Anda makan pada waktu bersamaan. Jika Anda memilih untuk minum, minum secukupnya (minum satu hari sehari untuk wanita berapapun usianya dan pria yang lebih tua dari 65) dan sampai dua gelas sehari untuk pria berusia kurang dari 65 tahun, serta diikuti dengan makanan.
  • Atasi stress. Hormon yang diproduksi tubuh Anda sebagai respons terhadap stres yang berkepanjangan dapat mencegah insulin bekerja dengan baik, dan akan meningkatkan gula darah

 

Pengobatan alternatif

Sejumlah zat telah terbukti meningkatkan sensitivitas insulin dalam beberapa penelitian, sementara penelitian lain gagal menemukan manfaat untuk pengendalian gula darah atau dalam menurunkan kadar A1C. Karena temuan yang saling bertentangan, tidak ada terapi alternatif yang saat ini direkomendasikan untuk membantu pengelolaan gula darah.

Jika Anda memutuskan untuk mencoba terapi alternatif, jangan berhenti minum obat yang telah diresepkan dokter Anda. Pastikan untuk mendiskusikan penggunaan terapi ini dengan dokter Anda untuk memastikan tidak menimbulkan reaksi yang  merugikan atau berinteraksi dengan terapi Anda saat ini.

Selain itu, tidak ada perawatan “alternatif atau konvensional” yang dapat menyembuhkan diabetes, jadi penting bagi orang yang menerima terapi insulin untuk diabetes tidak berhenti menggunakan insulin kecuali jika diarahkan untuk melakukannya oleh dokter mereka.

 

Pencegahan dan dukungan

Hidup dengan diabetes merupakan hal yang sulit dan membuat frustrasi. Terkadang, bahkan saat Anda telah melakukan semuanya dengan benar, kadar gula darah Anda mungkin meningkat. Tapi tetap berpegang pada rencana pengelolaan diabetes Anda, dan Anda mungkin akan melihat perbedaan positif pada HbA1C Anda saat mengunjungi dokter Anda.

Manajemen diabetes yang baik bisa memakan banyak waktu. Beberapa orang merasa terbantu untuk berbicara dengan orang lain sebagai teman berbagi. Dokter mungkin dapat merekomendasikan profesional kesehatan mental untuk Anda ajak bicara, atau Anda mungkin ingin mencoba kelompok pendukung. Berbagi frustrasi dan kemenangan Anda dengan orang-orang yang mengerti apa yang Anda alami bisa sangat membantu. Anda mungkin menemukan bahwa ada baiknya orang lain berbagi tentang pengelolaan diabetes.

 

Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Namun, pilihan gaya hidup sehat dapat  membantu mengobati prediabetes, diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional.

  • Makan makanan sehat. Pilihlah makanan yang lebih rendah lemak dan kalori dan lebih tinggi seratnya. Fokus pada buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Berusaha mencari variasi makanan agar tidak bosan.
  • Aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang disarankan adalah 30 menit perhari. Berjalan cepat, naik sepeda, atau berenang direkomendasikan. Jika Anda tidak bisa menyesuaikan diri dalam latihan yang panjang, ubahlah menjadi sesi yang lebih kecil yang menyebar sepanjang hari.
  • Kurangi kelebihan berat badan. Jika Anda kelebihan berat badan, kehilangan bahkan 7 persen dari berat badan Anda, misalnya turunkan 6,4 kilogram jika berat badan Anda 90,9 kilogram. Penurunan berat tersebut dapat mengurangi risiko diabetes. Untuk menjaga berat badan Anda dalam rentang yang sehat, fokuskan pada perubahan permanen pada kebiasaan makan dan olahraga Anda. Motivasikan diri Anda dengan mengingat manfaat menurunkan berat badan, seperti jantung yang lebih sehat, lebih banyak energi dan meningkatkan harga diri.

 

Navigation