Artikel Kesehatan


28-12-2017 | Hit : 55

Diagnosis dan pengelolaan Osteo artritis

Dr Bantar Suntoko,SpPD-KR

                Sub Bagian Reumatologi,FK Undip/RSUP Dr Kariadi –Semarang

Pendahuluan

                Osteoartritis atau pengapuran adalah kelainan reumatik yang paling sering dijumpai  pada orang dengan usia lebih dari limapuluh tahun.Karakteristik kelainan  ini berupa degenerasi  atau ke ausan  tulang rawan sendi atau kartilago  dan terbentuknya tulang baru  pada tepi sendi yang dikenal sebagai “spur formation”atau jalu (taji: bahasa jawa ).Proses osteoartritis karena kombinasi kelainan mekanik dan biologik dimana terjadi ketidakseimbangan antara proses sintesis atau pembentukan dengan degradasi atau  “penghancurannya “ dari tulang rawan sendi . Meskipun diawali oleh banyak faktor termasuk didalamnya: faktor genetik, metabolik, dan trauma  osteoartritis dapat mengenai semua  sendi diartrodar  ( sendi engsel )  terutama pada sendi-sendi besar yang menyokong berat badan seperti sendi –sendi pada tulang belakang,panggul,  lutut dan pergelangan kaki.

Epidemiologi

                Osteoartritis primer sangat umum dijumpai pada sebagian besar penduduk dunia yang berusia lebih 50 tahunbaik pria maupun wanita, pada usia lebih dari 60 tahun angka kejadiannya meningkat. Di Amerika serikat terdapat 48 juta orang menderita  osteoartritis pada usia lebih dari 60 tahun dan 4 juta masuk di  rumah sakit pertahun.Sekitar 100 ribu pasien osteoartritis tidak dapat berjalan dari tempat tidur kekamar mandi karena menderita osteoartritis lutut.Nevitt dkk mengatakan wanita pasca menopause yang menggunakan  terapi  sulih hormon estrogen (estrogen  hormon replacement therapy )maka kejadian osteoartritis panggul menurun, begitu pula  dengan  vitamin D yang rendah akan mempercepat progresifitas kelainan osteoartritis pada lutut.Survai  radiograpik dengan  foto rongent pada lutut  orang yang berusia lebih dari 50 tahun  hampir 50 % didapatkan kelainan osteoartritis walaupun belum didapatkan keluhan pada orang  tesebut, bahkan pada orang dengan usia 70 tahun atau lebih akan didapatkan 90 % menderita osteoartritis lutut paling sedikit satu sendi dengan foto rongent.

Faktor Risiko osteoartritis

                Pada osteoartritis primer  banyak faktor  yang telibat  pada proses perubahan pada sendi (tulang rawan, kolagen,tulang dan jaringan sinovial ). Beberapa faktor risiko osteoartritis antara lain:

                Dengan bertambahnya usia  tulang rawan sendi mengalami degenerasi.

  1. Mekanik

                Akumulasi trauma kecil  (micro trauma) yang akan menyebabkan perubahan tulang        subkondral (tulang dibawah tulang rawan sendi ) akan mempengaruhi kemampuan sendi     mengabsorbsi impul tekanan mekanik ( beban ) yang akan menyebabkan tulang rawan       mengalami degenerasi.

                Umumnya berhubungan dengan kualitas kolagen tipe II yang kurang baik. Dihubungkan               dengan                 terjadinya osteoartritis pada sendi-sendi kecil seperti pada sendi jari-jari  tangan.

  1. Biokimia

                Kerusakan sendi pada osteoartritis yang awal bermula dari menurunnya proteoglikan,   semua ini akan menyebabkan tulang rawan sendi kehilangan daya lentur dan viskositasnya        (menjadi lebih encer ).

  1. Penyebab sekunder

                Yang ikut berperan untuk memudahkan terjadinya osteoartritis adalah beberapa hal      dibawah :

  1. Kelainan tulang:displasia tulang panggul.
  2. Kelainan reumatik yang lain yang diderita pasien tersebut seperti: artritis reumatoid,artritis gout.
  3. Kelainan darah :hemofilia
  4. Kelainan metabolik: diabetes mellitus,hipertiroid dan lain-lain.

 

Gambaran klinik

               Keluhan (gejala )  nyeri  yang didapat pada penderita dengan usia > 40 tahun dan sifat nyeri mekanik yaitu nyeri bertambah bila digerakkan atau untuk berjalan dan berkurang bila untuk istirahat, sedangkan keluhan yang lain kekakuan sendi yang berlangsung kurang dari 30 menit, sendi yang terkena umumnya sendi-sendi besar  serta tidak dijumpai gejala sistemik seperti:demam, berat badan menurun dan lain-lain

               Pemeriksaan fisik didapatkan: sendi yang terkena  terasa hangat, bengkak dan sakit bila ditekan pada keadaan yang akut, sedangkan pada yang kronik tanda-tandanya tidak begitu jelas, mungkin hanya keluhan nyeri saja yang dirasakan penderita. Pada sendi besar misalnya lutut bila digerakkan atau ditekuk terdengar suara krepitasi (bunyi:krek-krek ) dan osteoartritis yang lanjut dapat dilihat pembesaran tulang  (bony enlargment ), deformitas tulang bentuk hurup L  (valgus ) dan hurup O (varus ) serta keterbatasan gerak sendi.

 

Pemeriksaan Rongent

               Pada pemeriksaan rongent akan didapatkan kelainan sebagai berikut:

  1. Penyempitan celah sendi
  2. Didapatkan osteofit (penonjolan tulang seperti jalu atau taji:bahasa jawa ) pada tepi sendi
  3. Sklerosis subkondral (tulang tampak berwarna lebih putih )
  4. Kista subkondral (bayangan bulat lebih transparan )

Pemeriksaan laboratorium

               Pemeriksaan laboratorium darah dan urin umumnya dalam batas normal

Gambar 1. Matrik ekstra seluler  tulang rawan dengan  proteoglikan yang diikat asam hialuronat

membentuk anyaman diantara fibril kolagen

                Gambar 2. Perubahan tulang rawan pada osteoartritis

 

 

Gambar 3. Foto rongent sendi osteoartritis

Pengelolaan  osteoartritis

           Pengobatan osteoartritis meliputi  pengobatan  tanpa obat (non farmakologik ),  dengan obat (farmakologik ), program fisioterapi dan tindakan bedah. Pengobatan tanpa obat antara lain : seperti mengurangi berat badan pada penderita dengan osteoartritis sendi lutut yang gemuk dan edukasi atau penjelasan mengenai sakitnya dan kegiatan atau olahraga apa  yang harus dipilih oleh penderita osteoartritis. Fisioterapi meliputi :exercise atau latihan, okupasional  terapi  (latihan ditentukan oleh berat ringan sakitnya dan aktifitas sehari-hari ) serta dengan alat (seperti ultra sound:penyinaran atau terapi dingin tergantung kelainannya  (ditentukan oleh  dokter fisioterapi yang menanganinya ). Terapi dengan obat umumnya digunakan obat penghilang rasa sakit (analgesia ) yang umum dikenal sebagai Obat Anti Inflamasi Non Steroid  (OAINS ) yang diberikan dalam jangka waktu tertentu (tidak boleh terus menerus ) karena mempunyai efek samping yang berbahaya diantaranya perdarahan saluran cerna dan gangguan ginjal  oleh karena harus berhati-hati bila obat ini diberikan pada usia tua dengan riwayat  tukak lambung sebelumnya, penderita sakit jantung yang mendapat obat pengencer darah (antikoagulan ) dan lain-lain. Obat yang mengandung steroid diberikan hanya pada keadaan tertentu yaitu dengan injeksi intra artikuler pada peradangan yang akut, bila terdapat cairan sendi maka harus dilakukan pungsi sendi  terlebih dahulu baru diberikan obat ini serta harus diketahui pemberian steroid hanya boleh diberikan maksimal 3-4 kali pertahun. Apabila ada kontra indikasi pemberian OAINS lewat mulut (oral ) dapat diberikan obat OAINS topikal atau pereda sakit yang berbentuk plester ( koyok ). Saat ini dikenal pula obat yang lain yang termasuk “chondro protective”disebut sebagai Disease Modifyng Osteoarthritis Drugs (DMOAD ) yang meliputi : glukosamin dan kondroitin sulfat, asamhialuronat (bentuk injeksi sendi sebagai  “pelumas sendi” ) penghambat interleukin -1 (IL-1 reseptor antagonist). Pada kasus-kasus dimana tindakan konservatif kurang berhasil dapat  diakukan tindakan bedah  yaitu dengan mengganti sendi secara total atau sebagian.

 

Simpulan

               Osteoartritis adalah salah satu dari penyakit reumatik yang paling banyak dijumpai khususnya pada golongan umur lebih dari 50 tahun, angka prevalensi dan insidennya antara pria dan wanita sebanding. Pada osteoartritis yang terserang ialah pada tulang rawan sendi dan sendi yang terkena umumnya pada sendi besar penyokong berat badan  dan mengenai satu sendi atau banyak sendi ( pada osteoartritis primer ). Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis yang cermat, pemeriksaan fisik serta foto rongent polos umumnya sudah dapat ditegakkan, Sedangkan terapinya bersifat komprenhensif  yaitu  dengan   tanpa obat (non farmakologik ),dengan obat (farmakologik ), program fisioterapi dan tindakan bedah bila terapi konservatif gagal  . Keberhasilan Pengobatan osteoartritis tergantung derajat sakitnya pada osteoartritis yang awal dengan pengobatan yang tepat dapat dicegah progresifitas penyakitnya, sedangkan kasus –kasus yang berat dimana pengobatan konservatif gagal dapat dilakukkan tindakan bedah.

 

Daftar Pustaka

  1. Osteoarthritis . Beary JF, Luggen ME. In: manual of rheumatology  and outpatient orthopedic disorders diagnosis and therapy. Editors: Paget SA, Gibotsky A, Beary JF.Lippincott William and Wilkins. 4th2000:337-349.
  2. Sharma E : Osteoarthritis treatment . In Primer on the rheumatic diseases . Edited by Klippel JH. 13th edition .Springer Arthritis Foundation 2008:235-239.
  3. Poole R, Guilak F, Abramson SB: Etiopathogenesis of osteoarthritis . In Osteoarthritis diagnosis and medical or surgical  Edited by  Moskowitz RW,Altmant RD,Hochberg MC et al. 4 th edition. Lippincott William and Wilkin 2007:27-49.

Navigation

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: Module 'mysql' already loaded

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: