Berita Terbaru


09-05-2019 | Hit : 113

DIIT AMAN UNTUK ORANG DENGAN DIABETES MELITUS YANG BERPUASA

Oleh Tatik Mulyati, DCN,Mkes,RD

undefinedDIET

Marhaban Ya Ramadhan, puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh orang yang beragama Islam. Di dalam berpuasa, kita menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan diantaranya adalah makan dan minum mulai dari terbit matahari hingga terbenam matahari. Sehingga pola makan orang yang berpuasa akan berubah dari pola makan sehari-hari. Pada keadaan tidak berpuasa pola makan pada umumnya adalah tiga kali makan utama sedangkan, pada keadaan berpuasa di bulan Ramadhan berubah menjadi dua kali makan utama yaitu pada waktu sahur dan berbuka puasa.

Agar dapat melaksanakan ibadah puasa dengan baik di bulan Ramadhan, diperlukan perencanaan makan yang baik pula. Tujuan perencanaan makan untuk orang sehat yang berpuasa di bulan Ramadhan adalah untuk memenuhi kebutuhan zat gizi dan menjaga stamina tubuh agar tetap sehat dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti keadaan tidak berpuasa. Pengaturan waktu dan distribusi makanan diperlukan untuk mencapai tujuan dalam perencanaan makan.

Penderita Diabetes Melitus (DM) dimana terdapat gangguan metabolik yang ditandai dengan kenaikan kadar gula darah dan penggunaan Karbohidrat yang tidak efektif karena kekurangan insulin secara relatif maupun absolut. Diperlukan perencanaan makan yang baik pula selama menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Dari penelitian yang pernah dilakukan terhadap pola makan pasien DM dengan kadar gula darah terkendali pada bulan Ramadhan, ternyata tidak memberikan dampak yang berbahaya bila ditinjau dari perubahan berat badan dan kadar gula darah.

Perencanaan makan bagi pasien DM bila tidak berpuasa pada umumnya adalah tiga kali makan utama dan dua kali makan selingan sedangkan pada bulan keadaan berpuasa di bulan Ramadhan berubah menjadi dua kali makan utama dan dua kali makan selingan. Tujuan perencanaan makan untuk penderita Diabetes Melitus yang berpuasa adalah:

  1. Mengendalikan kadar gula darah dalam batas normal.
  2. Mengendalikan dan mencapai berat badan normal.
  3. Menunda timbulnya komplikasi.
  4. Menjadikan keadaan sehat dan nyaman selama menjalankan ibadah puasa.

Perencanaan Makanan Selama Menjalankan Ibadah Puasa 

Selama menjalankan ibadah puasa orang Diabetes  jumlah energi yang diperlukan adalah sama seperti bila tidak puasa. Hanya waktu dan distribusi makanannya yang sebaiknya diatur sebagai berikut :

  1. Buka puasa (±50%) dari kebutuhan sehari.
  2. Sebelum sholat magrib berupa makanan ringan/segar.
  3. Sesudah sholat magrib makanan padat/ besar/lengkap.
  4. Sesudah sholat tarawih (± 10 %) dari kebutuhan energi berupa makanan kecil.
  5. Sahur (± 40 %) dari kebutuhan energi berupa makanan padat/besar/lengkap.

Untuk menghindari terjadinya hipoglikemia, maka sebaiknya melambatkan waktu sahur dan segera berbuka begitu tiba saatnya.

Navigation