Berita Terbaru


11-01-2019 | Hit : 22

Semarang, (10/1) KSM Syaraf RSUP Dr. Kariadi memberikan edukasi kesehatan tentang Tetanus kepada pengunjung Rumah Sakit di Area Fasum.

 

undefinedFASUM

Salah satu fokus pembahasan dalam edukasi kali ini adalah pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya tetanus. Vaksinasi tersebut adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus. Vaksin Tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan.Tetanus disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui luka terbuka dan menghasilkan racun yang kemudian menyerang sistem saraf pusat. Penderita mengalami kejang otot serta diikuti kesulitan menelan dan bahkan bernafas.

Gejala yang mudah terlihat saat seseorang sudah mengalami infeksi tetanus adalah kaku otot dan kejang, terutama di leher dan rahang. Gejala ini umumnya muncul 10 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh.

Selanjutnya, gangguan kontrol otot yang terjadi akan menyebabkan punggung sulit digerakkan dan kaku seperti papan. Kekakuan yang terjadi sangat berpotensi mengakibatkan patah tulang dan perdarahan hebat.

Bila tidak tertangani, racun dari bakteri tetanus akan terus menyebar ke organ dalam tubuh, termasuk jantung. Bila sudah menggangu fungsi otot jantung, yang terjadi kemudian adalah detak jantung tidak teratur hingga henti napas dan henti jantung. Data menunjukkan, 30 hingga 40% kasus tetanus berujung pada kematian.

Imunisasi vaksin Difteria dan Tetanus Toxoid sangat penting dan diperlukan untuk bayi, anak, dan wanita usia subur karena dapat mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus dan infeksi-infeksi lebih lanjut yang membahayakan. Sehingga sangat diharapkan kepada masyarakat terutama ibu-ibu untuk segera melakukan imunisasi.

Navigation