Artikel Kesehatan


23-05-2017 | Hit : 34

Gagal ginjal kronik

Penyakit ginjal kronis, yang juga disebut gagal ginjal kronis, kondisi ini digambarkan dengan hilangnya fungsi ginjal secara bertahap.Ginjal berfungsi untuk mengeluarkan racun dan produk sisa dari tubuh melalui urin. Ketika timbul penyakit gagal ginjal tahap lanjut (kronik), ginjal tidak mampu mengeluarkan cairan, elektrolit dan produk sisa tubuh, serta terjadi peninmbunan didalam tubuh

Pada tahap awal penyakit ginjal kronis, tubuh tidak akan menunjukan tanda dan gejala yang jelas, hingga fungsi ginjal menurun signifikan, barulah gejala dan tanda-tanda kelebihan cairan, racun dan produk sisa akan tampak.

Pengobatan gagal ginjal kronis berfokus dalam memperlambat perkembangan kerusakan ginjal yang timbul.Penyakit ginjal kronis dapat berkembang menjadi gagal ginjal stadium akhir yang fatal.

 

Tanda dan gejala

Tanda dan gejala penyakit ginjal yang dapat ditemui antara lain:

  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Lemas
  • Sulit tidur
  • Perubahan kuantitas urin
  • Gangguan mental
  • Kram otot
  • Kaki bengkak
  • Gatal di kulit
  • Nyeri dada
  • Sesak nafas
  • Tekanan darah tinggi

Tanda dan gejala penyakit ginjal sering kali tidak spesifik, artinya bisa juga disebabkan oleh penyakit lain. Tanda dan gejala tersebut akan muncul ketika fungsi ginjal sudah menurun secara spesifik.

 

Kapan harus ke dokter

Jika pasien sudah mendapati gejala atau tanda yang disebutkan diatas, dapat berkonsultasi dengan dokter atau petugas kesehatann lainnya.

Apabila anda juga memiliki faktor risiko terjadinya penyakit ginjal, anda dapat melakukan pemeriksaan seperti tekanan darah dan pemeriksaan laboratorium.Tanyakan kepada dokter keluarga anda apakah pemeriksaan tersebut diperlukan.

 

Penyebab

Gagal ginjal kronis terjadi akibat penyakit lainnya yang merusak fungsi ginjal. Kerusakan fungsi ini berlangsung selama beberapa bulan atau tahun

Penyakit dan kondisi yang menyebabkan gagal ginjal kronis meliputi:

  • Diabetes tipe 1 atau tipe 2
  • Tekanan darah tinggi
  • Glomerulonefritis
  • Nefritis interstisial
  • Penyakit ginjal polikistik
  • Sumbatan saluran kemih berkepanjangan, seperti pembesaran kelenjar prostat, batu ginjal dan kanker
  • Refluks Vesicoureteral
  • Infeksi ginjal berulang (pielonefritis)

 

Faktor risiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko gagal ginjal kronis meliputi:

  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
  • Merokok
  • Kegemukan
  • Menjadi African-American, Native American atau Asian-American
  • Riwayat keluarga penyakit ginjal
  • Struktur ginjal tidak normal
  • Usia yang lebih tua

 

Komplikasi

Komplikasi yang dapat timbul berupa:

  • Retensi cairan, yang bisa menyebabkan pembengkakan di lengan dan kaki, tekanan darah tinggi, atau cairan di paru-paru Anda (edema paru)
  • Kenaikan kadar garam kalium dalam darah (hiperkalemia) yang dapat menganggu irama detak jantung
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
  • Kelemahan tulang dan peningkatan risiko patah tulang
  • Anemia
  • Berkurangnya dorongan seksual, disfungsi ereksi atau menurunnya kesuburan
  • Kerusakan pada sistem saraf pusat, ditandai dengan gangguan konsentrasi, hingga kejang
  • Penurunan respon imun, yang membuat lebih rentan terhadap infeksi
  • Perikarditis, radang selaput pembungkus jantung
  • Komplikasi kehamilan (gangguan pada perkembangan janin dan ibu)
  • Kerusakan ireversibel pada ginjal Anda (penyakit ginjal stadium akhir), yang pada akhirnya memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup.

 

Perubahan pola hidup

Sebagai bagian dalam perawatan pasien dengan gagal ginjal kronik, direkomendasikan diet khusus yang membantu menjaga fungsi ginjal. Pasien memerlukan konsultasi dengan ahli gizi untuk menyesuaikan pola makan pada penderita.

Diet yang biasa harus disesuaikan antara lain:

  • Hindari produk makanan instan, disertai dengan makanan asin, makanan cepat saji
  • Hindari makanan tinggi kalium. Makanan dengan potasium tinggi meliputi pisang, jeruk, kentang, bayam dan tomat. Contoh makanan rendah kalium termasuk apel, kol, wortel, kacang hijau, anggur dan stroberi.
  • Batasi jumlah protein yang dimakan. Kebutuhan protein dihitung oleh ahli gizi sesuai dengan kebutuhan harian penderita. Makanan berprotein tinggi termasuk daging tanpa lemak, telur, susu, keju dan kacang-kacangan. Makanan berprotein rendah termasuk sayuran, buah, roti dan sereal.

 

Pencegahan

Untuk mengurangi risiko terkena penyakit ginjal dapat dilakukan beberapa hal seperti:

  • Penggunaan obat bebas, seperti obat anti nyeri aspirin, acetaminofen. Penggunaan obat tersebut dalam jumlah banyak dan jangka waktu panjang akan berpengaruh terhadap ginjal
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Jika Anda memiliki berat badan yang sehat, usahakan mempertahankannya dengan aktif secara fisik setiap hari dalam seminggu. Penurunan berat badan juga diperlukan jika mengalami obesitas. Konsultasikan dengan dokter untuk program diet dan aktivitas fisik
  • Hindari dan berhenti untuk merokok. Apabila seseorang telah mengalami kerusakan ginjal, rokok akan memperberat kondisi tersebut. Konsultasikan dengan dokter untuk upaya berhenti merokok.
  • Kelola dan kendalikan penyakit penyerta lainnya akan mampu mengurangi risiko perjalanan penyakit ginjal dan risiko terjadinya gagal ginjal kronis.

 

 

Navigation