Artikel Kesehatan


09-07-2015 | Hit : 646

RSUP Dr. Kariadi - Gangguan panik jika dibiarkan dan terjadi berlarut-larut akan menyebabkan penderita mengalami penurunan kualitas hidup. Gangguan panik terjadi jika penderita mengalami serangan panik secara berulang.

Staf SMF Psikiatri RSUP dr. Kariadi dr. Soesmeyka Savitri,SpKJ mengatakan, serangan panik merupakan serangan psikologik berupa serangan cemas berat yang datang secara tiba-tiba. Serangan tersebut disertai frekuensi denyut nadi dan jantung menjadi semakin cepat, rasa kesemutan, keringat dingin, dan wajah memerah.

''Bila serangan panik dialami berulang kali setidaknya sebulan sekali dan penderita sudah diperiksa secara medis namun tidak ditemukan adanya kelainan fisik serta gangguan jiwa lainnya maka dikatakan mengalami gangguan panik,'' ujarnya, Jumat (5/6).

Dia menerangkan, serangan panik dapat dijumpai pada berbagai gangguan jiwa lainnya misalnya satu bulan sekali atau satu tahun dan bisa hanya terjadi sekali seumur hidup. Tapi pada gangguan panik terjadi berulang kali sedikitnya sekali dalam sebulan. Biasanya penderita akan memiliki kekhawatiran jika gangguan itu sewaktu-waktu terjadi lagi.

Ia menyebutkan penyebab gangguan panik terdiri beberapa faktor yakni, faktor organobiologik, psikoedukatif, dan sosiokultural. Dijelaskannya dalam faktor organobiologik jika terdapat ketidakseimbangan zat kimia dalam otak yang disebut neurotransmiter. Biasanya dikarenakan kurangnya suplai oksigen ketika bayi lahir atau saat persalinan atau adanya faktor genetik.

''Faktor psikoedukatif yaitu faktor psikologis dan pembelajaran yang berpengaruh terhadap kepribadian seseorang baik menyenangkan, menentramkan, memanjakan, maupun mengancam, menakutkan dan menyedihkan. Faktor sosial yang mempunyai kontribusi gangguan panik yang saat ini terjadi yakni perceraian yang memicu terjadi gangguan panik. Namun faktor tersebut belum pasti terjadi, tergantung dari faktor kepribadian seseorang,'' imbuhnya.

Bila gangguan panik dibiarkan berlangsung lama makan akan berakibat buruk bagi penderita. Karena penderita akan memiliki rasa sangat khawatir dan kondisi yang dialami tidak kunjung pulih, lelah, menjadikan kondisi tidak nyaman dan akan menurunkan kualitas hidup yang lambat laun akan mempengaruhi hubungan dengan orang terdekat.

Gangguan panik dapat ditolong jika penderita, keluarga, dan orang terdekat mengenal gejala-gejala yang sudah disebutkan diatas dengan baik. Mengingat tanda dan gejala mirip dengan serangan jantung sehinggan diimbau penderita memeriksakan diri ke dokter. Keluarga dan orang terdekat harus meyakinkan pasien bisa terbebas dari gangguan itu.

''Gangguan panik biasanya dimulai pada akhir remaja, awal dewasa, atau pada usia pertengahan. Stres menjadi salah satu faktor penyebab, walaupun tidak semuanya dipicu oleh stres. Dalam jangka panjang 30-40 persen pasien tidak akan mengalami serangan panik, sementara sekitar 50 persen akan masih mengalami gejala ringan,'' paparnya.

Adapun untuk pengobatan gangguan panik yakni dengan memberikan obat-obatan dan pemberian psikoterapi. Obat yang diberikan biasanya terdiri dari dua jenis yang dalam perjalanannya akan dikurangi secara bertahap. Obat yang digunakan yakni obat anti panik dengan reaksi cepat dan lambat. Juga bisa dilakukan terapi relaksasi, kognitif perilaku, dan dinamik.

''Bila seorang pernah mengalami serangan panik satu kali dan telah berobat ke dokter makan pencegahan yang dilakukan adalah dengan melalui latihan relaksasi secara teratur dan terus menerus. Datang dan berkonsultasi dengan dokter sampai gangguan itu dinyatakan telah sembuh total,'' tandasnya. (sr-)

Navigation