Artikel Kesehatan


26-03-2019 | Hit : 106

GEJALA DAN FAKTOR RISIKO KANKER LARING

Oleh Dr Willy Yusmawan, Sp. THT-KL(K), Msi Med dari RSUP dr.Kariadi

undefinedlaring

Semarang (22/03/2019) – Sahabat sehat, laring adalah organ yang terletak di depan leher tepat di atas batang tenggorokan (trakea).  Laring digunakan untuk membuat suara dan juga disebut kotak suara. Selain itu, fungsi laring juga membantu pernapasan dan menelan. Kanker laring merupakan kondisi kanker yang menyerang bagian laring manusia.

Ketika seseorang menderita kanker laring, kondisi tersebut dapat dideteksi dengan munculnya gejala berupa suara serak, kesulitan bernapas, dan sakit tenggorokan. Kanker laring yang tergolong berat memerlukan tindakan pengangkatan laring. Hal ini menyebabkan gangguan dalam berbicara dan penderita akan memerlukan lubang buatan pada leher untuk membantunya bernapas.

Jika kondisi masih ringan, kanker bisa tidak menunjukan gejala. Tetapi bila menimbulkan gejala, gejala kanker laring termasuk mudah dideteksi dibanding kanker lain. Gejala kanker laring meliputi:

  • Suara serak
  • Batuk darah
  • Sakit telinga
  • Sakit tenggorokan
  • Berat badan turun drastis
  • Terdapat benjolan atau bengkak pada leher
  • Disfagia atau kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas

Penyebab pasti kanker laring masih belum diketahui. Namun, kanker ini dapat dipicu oleh beberapa faktor risiko. Di antaranya adalah:

  • Merokok.
  • Berusia di atas 60 tahun.
  • Kecanduan alkohol.
  • Terdapat keluarga yang memiliki riwayat kanker tenggorokan.
  • Menderita kondisi genetik tertentu, seperti anemia Fanconi.
  • Kekurangan nutrisi akibat diet yang tidak sehat.
  • Terpapar debu asbes dalam jangka panjang.
  • Terinfeksi human papillomavirus (HPV).
  • Jenis kelamin, pria lebih sering terkena daripada wanita
  • Penyakit lambung (GERD)
  • Paparan zat seperti asam sulphur dan asbestos

Sebaiknya segera menghubungi dokter jika suara serak atau perubahan pada suara dan ada kelenjar getah bening di leher.

Jika pasien dicurigai menderita kanker laring berdasarkan gejala yang ada, maka dokter perlu melakukan pemeriksaan. Salah satunya adalah dengan menggunakan alat bantu berupa cermin untuk melihat kondisi tenggorokan dan laring. Nasoendoskopi atau endoskopi hidung hingga laring juga dapat digunakan untuk melihat kondisi laring.

Apabila secara visual ditemukan kemungkinan kanker laring, maka pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan biopsi, yaitu dengan mengambil sampel jaringan yang dicurigai untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Jika hasil biopsi menunjukkan pasien positif menderita kanker laring, maka pemindaian melalui CT scan atau MRI perlu dilakukan untuk melihat seberapa besar pertumbuhan tumor yang ada, dan apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau area tubuh lain.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi acuan untuk menentukan stadium kanker yang diderita pasien.

Komplikasi yang dapat terjadi, baik yang disebabkan oleh kanker laring maupun oleh tindakan pengobatannya, yaitu disfagiam, kehilangan suara, gangguan pada fungsi lidah dalam mengecap rasa , penurunan fungsi sistem imun, mulut kering, kelelahan, sesak napas

  • Mengalami kesulitan menelan
  • Perubahan pada kulit
  • Peradangan mukosa tenggorokan atau lapisan dalam tenggorokan
  • Mual dan muntah
  • Malnutrisi

Beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam mengurangi risiko munculnya kanker laring meliputi:

  • Hindari merokok.
  • Hentikan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Makan makanan yang kaya gizi, terutama makanan yang mengandung antioksidan, seperti stroberi, kacang-kacangan, dan bayam.
  • Gunakan alat pelindung diri saat melakukan aktivitas atau bekerja di tempat yang berisiko menyebabkan paparan racun.

 

Navigation