Artikel Kesehatan


21-09-2015 | Hit : 545

Faktor usia tidak dipungkiri menjadi salah satu penyebab utama osteoporosis. Meskipun saat ini osteoporosis dianggap mayoritas masyarakat sepele, padahal jika dibiarkan tanpa ada terapi pengobatan dapat menyebabkan tulang mudah patah.

Kepala Instalasi Rehabillitasi Medik RSUP dr Kariadi, Dr I Made Widagda SpKFR menerangkan, osteoporosis yang disebabkan karena faktor usia disebut osteoporosis primer, sedangkan osteoporosis sekunder terjadi karena dipengaruhi faktor penyakit, misalnya ginjal, dan diabetes.

Keluhan dan gejala yang dirasakan pasien osteoporosis biasanya sering nyeri, badan tambah kurus, dan pendek. Tapi berbagai keluhan itu biasanya dianggap tak diharaukan. 

''Kasusnya sebenarnya sangat banyak, tapi pasien yang datang berobat biasanya sudah terjadi komplikasi. Jika sering terjadi nyeri sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter,'' ujarnya ketika ditemui di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP dr Kariadi, Jumat (14/8).

Prinsip penanganan pasien osteoporosis yakni dengan memberikan latihan pembebanan yang terprogram. Makanan dan suplemen yang memiliki kandungan kalsium tinggi biasanya juga dikombinasikan dengan latihan pada pasien osteoporosis. 

Latihan untuk penderita osteopororsis harus diprogram serta perorangan dimana latihan dimulai secara bertahap ditingkatkan pembebanannya sesuai dengan keadaan penderita.

''Tujuan penanganan osteoporosis yakni untuk memperbaiki kekuatan tulang, menjadikan fungsi tubuh menjadi dan membuat kualitas hidup pasien lebih baik,'' imbuhnya.

Pencegahan secara dini bisa dilakukan sejak kecil dengan menkonsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi seperti pada ikan laut terutama ikan teri, buncis, sayuran, dan kacang-kacangan, serta jangan minum obat sembarangan. Konsumsi kalsium banyak juga bisa menjadi cadangan saat hari tua nanti. 

Olahraga teratur seperti bersepeda, joging, dan renang sangat dianjurkan sebagai bentuk latihan penguatan tulang.

''Upaya rehabilitasi medik mencakup pencegahan dengan melakukan latihan untuk memelihara kerapuhan tulang, kelenturan jaringan ikat, kekuatan dan keseimbangan otot, kebugaran, pencegahan jatuh, menghindari imobilitas serta pengobatan dalam mengatasi nyeri dan mengatasi atau mencegah komplikasi,'' tandasnya. (fri-)

Navigation