Artikel Kesehatan


15-06-2015 | Hit : 719

RSUP Dr. Kariadi  – Penderita gagal ginjal terus meningkat karena gaya hidup yang cenderung tidak sehat. Seperti banyak mengonsumsi makanan siap saji, merokok, minuman beralkohol, jarang atau bahkan tak pernah berolahraga, serta kurang tidur.

 

Dokter Dwi Lestari Partiningrum SpPD KGH Finasim dari RSUP Kariadi menerangkan, penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan penyakit yang disebabkan oleh berkurang atau hilangnya fungsi ginjal yang terjadi secara bertahap dan  bersifat permanen.

 

”Secara definisi terjadi kerusakan ginjal, baik struktural maupun fungsional, yang telah berlangsung selama tiga bulan atau lebih. Ditandai keluarnya sel darah merah dan protein dalam jumlah yang berlebihan di urin serta gangguan fungsi ginjal,” jelas Dwi Lestari, Jumat (3/4).

 

Dia menyebutkan, gangguan fungsi ginjal dibagi dua yaitu penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease) dan gangguan ginjal akut (acute kidney injury). Pada gangguan ginjal akut, jika keadaan yang memperberat, seperti infeksi, dehidrasi atau kekurangan cairan batu saluran kemih dapat diatasi, maka fungsi ginjal akan dapat pulih kembali.

 

”Penyakit ginjal kronis tidak dapat disembuhkan. Penatalaksanaan PGK difokuskan untuk mencegah dan memperlambat penyakit tidak berkembang semakin memburuk. Selain itu, pengobatan bertujuan untuk mengurangi risiko munculnya komplikasi,” imbuhnya.

 

Ia menerangkan, jika penderita PGK sudah mencapai tahap akhir atau gagal ginjal, maka pengobatan dengan terapi pengganti ginjal. Terapi pengganti ginjal bisa dilakukan dengan transplantasi ginjal dan cuci darah (hemodialisis atau peritoneal dialisis).

 

”Transplantasi ginjal adalah prosedur bedah yang dilakukan pada pasien PGK tahap akhir, di mana satu ginjal dari pendonor yang sehat akan ditransplantasikan ke pasien PGK. Di RSUP Kariadi, kita bisa melakukan hemodialisis, dialisis peritoneal, dan transplantasi ginjal,” paparnya.

 

Dia menerangkan, untuk mencegah PGK dan memelihara ginjal, disarankan minum  1,5 – 2 liter per hari. Mengenali dan mengendalikan faktor risiko penyakit ginjal seperti hipertensi, diabetus melitus, infeksi, dan penyakit lain.

 

”Jika sudah terdiagnosis penyakit ginjal kronik, harus menjaga pola hidup sehat dan mengatur pola makan untuk pasien PGK sesuai anjuran dokter. Berobat teratur, check up rutin dan konsultasi ke dokter agar laju perburukan ginjal bisa dicegah,” tandas Dwi Lestari. (sr-43)

Navigation