Artikel Kesehatan


23-05-2017 | Hit : 97

GLOMERULONEFRITIS

Pendahuluan

Glomerulonefritis adalah inflamasi yang terjadi pada penyaring-penyaring di ginjal anda (glomeruli). Glomeruli berfungsi untuk menghilangkan kelebihan cairan, elektrolit, dan racun dari aliran darah dan dikeluarkan dalam bentuk urin. Glomerulonefritis dapat terjadi secara mendadak (akut) atau perlahan-lahan (kronik).

Glomerulonefritis terjadi secara tunggal atau sebagai bagian dari penyakit lain, seperti lupus atau diabetes. Radang berat atau jangka lama akibat glomerulonefritis dapat merusak ginjal anda. Terapi yang diberikan tergantung dari tipe glomerulonefritis yang diderita.

Tanda dan Gejala

Gejala:

Tanda dan gejala glomerulonefritis tergantung dari apakah anda menderita bentuk akut atau kronis dari penyakit ini. Hal yang patut anda curigai pertama kali bila ada gejala yang muncul atau hasil urinalisis rutin anda tidak normal.

Tanda dan gejala glomerulonefritis antara lain:

  • Urin berwarna merah muda atau merah akibat adanya sel darah merah di urin anda (hematuria)
  • Urin berbusa akibat protein yang berlebihan (proteinuria)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Retensi cairan (edema) dengan bengkak pada wajah, tangan, kaki, dan abdomen.

 

Kapan harus ke dokter?

Buat perjanjian dengan dokter anda segera bila tanda dan gejala tersebut terjadi pada anda.

Penyebab

Banyak kondisi yang dapat menyebabkan glomerulonefritis. Beberapa penyakit dapat diturunkan dan beberapa penyebabnya masih belum diketahui. Kondisi yang dapat menyebabkan inflamasi glomeruli ginjal antara lain:

Infeksi

  • Glomerulonefritis post-streptokokal
  • Endokarditis Bakterial
  • Infeksi Virus

Penyakit imun

  • Lupus. Penyakit inflamasi kronik yang dapat menyerang berbagai bagian dari tubuh anda, seperti kulit, sendi, ginjal, sel darah, jantung, dan paru.
  • Sindrom Goodpasture. Kelainan paru imunologik yang langka. Penyakit ini mirip dengan pneumonia dan dapat menyebabkan perdarahan di paru dan juga glomerulonefritis.
  • Nefropati IgA. Dikarakteristikan dengan adanya darah di urin secara rekuren, penyakit glomerular primer ini disebabkan adanya deposit atau penumpukan imunoglobulin A (IgA) di glomeruli. Nefropati IgA dapat terjadi selama bertahun-tahun tanpa gejala yang jelas.

Vaskulitis

  • Poliarteritis. Bentuk vaskulitis ini menyerang pembuluh darah sedang da kecil di berbagai tubuh anda, seperti jantung, ginjal, dan usus.
  • Granulomatosis dengan poliangiitis. Bentuk vaskulitis ini, sebelumnya dikenal dengan nama granulomatosis Wegener, menyerang pembuluh darah kecil dan sedang di paru, saluran nafas atas, dan ginjal.

Kondisi yang menyebabkan kerusakan glomerulus

  • Tekanan darah tinggi. Hal ini dapat merusak ginjal anda dan mengganggu kemampuan dalam fungsi normalnya. Glomerulonefritis juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi karena terjadi penurunan fungs ginjal sehingga mempengaruhi ginjal anda dalam mengatur kadar natrium.
  • Penyakit ginjal diabetes (nefropati diabetika). Hal ini dapat terjadi pada siapa saja yang terkena diabetes, biasanya perlu waktu bertahun-tahun. Kontrol gula darah dan tekanan darah yang baik dapat memperlambat atau mencegah kerusakan ginjal.
  • Glomerulosklerosis fokal segmental. Ditandai dengan adanya scarring atau kerusakan pada glomerulis, kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit lain atau terjadi tanpa penyebab yang jelas.

Pada kasus yang jarang terjadi, glomerulonefritis dapat diturunkan dalam keluarga. Salah satu bentuk yang diturunkan adalah sindrom Alport, yang juga dapat mengganggu penglihatan dan pendengaran.

Komplikasi

Glomerulonefritis dapat merusak ginjal anda dan menyebabkan hilangnya kemampuan menyaring darah. Sehingga akhirnya, kadar cairan, elektrolit, dan produk buangan dalam jumlah besar akan tertumpuk dalam tubuh anda.

Komplikasi glomerulonefritis yang mungkin terjadi antara lain:

  • Gagal ginjal akut. Hilangnya fungsi penyaringan ginjal dapat menyebabkan akumulasi dari racun. Anda mungkin memerlukan dialisis segera (sebuah proses artifisial yang bertujuan untuk mengurangi kelebihan cairan dan racun tubuh dari darah anda) biasanya menggunakan mesin ginjal artifisial.
  • Penyakit ginjal kronik. Ginjal anda semakin lama akan kehilangan kemampuan menyaringnya. Fungsi ginjal yang kurang dari 10 persen dari kapasitas normal dapat menyebabkan penyakit ginjal stadium akhir, yang memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal untuk tetap hidup.
  • Tekanan darah tinggi. Kerusakan pada ginjal dan penumpukan racun tubuh dapat menimbulkan tekanan darah tinggi.
  • Sindrom Nefrotik. Dengan adanya sindrom ini, terlalu banyak protein dalam urin menyebabkan protein di darah anda menjadi sedikit. Sindrom nefrotik dapat berhubungan dengan kolesterol yang tinggi dan bengkak (edema) di kelopak mata, kaki, dan abdomen.

Diagnosis

Glomerulonefritis seringkali disadari ketika hasil urinalisis rutin tidak normal. Tes untuk menilai fungsi ginjal anda dan menegakkan diagnosis glomerulonefritis antara lain:

  • Tes urin. Urinalisis mungkin dapat menunjukkan adanya sel darah merah dan silinder sel darah merah di urin, sebuah indikator yang menunjukkan adanya kerusakan di glomeruli. Hasil urinalisis juga mungkin menunjukkan adanya sel darah putih, sebuah indikator umum untuk infeksi dan inflamasi. Peningkatan protein juga menunjukkan adanya kerusakan pada nefron. Indikator lain seperti peningkatan kadar kreatinin dan urea darah juga merupakan tanda bahaya untuk penyakit ini.
  • Tes darah. Tes ini dapat memberikan informasi mengenai kerusakan ginjal dan gangguan pada glomeruli dengan melihat kadar kreatinin dan urea nitrogen darah.
  • Tes pencitraan. Apabila dokter anda mendeteksi adanya kerusakan pada ginjal, ia akan merekomendasikan dilakukannya studi diagnostik yang dapat memberikan gambaran untuk ginjal anda, seperti x-foto ginjal, pemeriksaan USG, atau CT-scan.
  • Biopsi ginjal. Prosedur ini memerlukan jarum khusus untuk mengambil jaringan dari ginjal dan dilakukan pemeriksaan mikroskopik agar dapat menentukan penyebab kerusakan ginjal. Biopsi ginjal hampir selalu dibutuhkan untuk mengkonfirmasik diagnosis glomerulonefritis.

Terapi

Terapi untuk glomerulonefritis dan hasilnya tergantung dari:

    • Apakah anda mengalami penyakit akut atau kronis
    • Penyebab yang mendasari penyakit ini
    • Tipe dan keparahan tanda dan gejala.

Beberapa kasus glomerulonefritis akut, khususnya akibat infeksi streptokokus, dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan terapi. Apabila ada penyebab yang mendasarinya, seperti tekanan darah tinggi, infeksi atau penyakit autoimun, terapi akan diarahkan untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya.

Secara umum, tujuan terapinya adalah untuk melindungi ginjal anda dari kerusakan lebih lanjut.

Terapi untuk gagal ginjal akut

Untuk glomerulonefritis akut dan gagal ginjal akut, dialisis dapat membantu mengurangi kelebihan cairan dan mengontrol tekanan darah tinggi. Terapi jangka panjang satu-satunya untuk penyakit ginjal stadium akhir adalah dialisis ginjal dan transplantasi ginjal. Ketika transplantasi tidak dapat dilakukan, seringkali karena kesehatan yang kurang baik, dialisis adalah satu-satunya pilihan terapi.

Persiapan untuk periksa ke dokter

Anda mungkin akan memeriksakan diri ke dokter layanan primer anda. Apabila hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya kerusakan pada ginjal, anda akan dirujuk ke dokter spesialis ginjal (nefrologis)

Apa yang dapat anda lakukan?

Saat akan bertemu dokter, tanyakan apa saja yang anda perlukan untuk dilakukan terlebih dahulu, seperti membatasi makanan dan minuman yang dikonsumsi. Lalu buat daftar:

  • Gejala anda. Termasuk apapun yang mungkin tidak berhubungan dengan fungsi ginjal atau berkemih anda dan kapan gejala itu muncul.
  • Semua obat yang anda minum serta dosisnya. Seperti vitamin dan suplemen lain yang anda konsumsi.
  • Riwayat penyakit anda. Termasuk semua kondisi medis lain dan riwayat penyakit keluarga anda.
  • Pertanyaan yang akan ditanyakan ke dokter

Bawa anggota keluarga atau teman anda, bila memungkinkan, untuk membantu mengingat informasi yang akan diberikan.

Untuk glomerulonefritis, beberapa pertanyaan yang perlu ditanyakan ke dokter seperti:

  • Seberapa parah kerusakan pada ginjal anda?
  • Pemeriksaan apa yang perlu saya lakukan?
  • Apakah kondisi saya hanya sementara atau kronik?
  • Perlukah saya melakukan dialisis?
  • Saya memiliki masalah medis lainnya. Bagaimana saya menanganinya dengan adanya penyakit ini?
  • Apa ada pantangan yang perlu saya patuhi?
  • Perlukah saya dirujuk ke dokter spesialis?
  • Apakah ada brosur atau materi lainnya yang dapat diberikan untuk saya? Laman apa yang anda rekomendasikan?
  • Jangan ragu untuk menanyakan pertanyaan lainnya.

Apa yang anda harapkan dari dokter

Dokter anda kemungkinan besar menanyakan hal-hal ini, seperti:

  • Apakah gejala anda terjadi terus menerus atau saat tertentu saja?
  • Adakah yang memperberat atau meringankan gejala anda?
  • Adakah keluarga anda yang memiliki riwayat sakit seperti ini atau penyakit ginjal lainnya?
  • Apakah anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau diabetes mellitus?

Penanganan Mandiri

Perubahan gaya hidup di rumah

Apabila anda memiliki penyakit ginjal, dokter anda mungkin akan merekomendasikan beberapa perubahan gaya hidup seperti:

  • Membatasi jumlah garam yang dikonsumsi untuk mencegah atau mengurangi retensi cairan, bengkak, dan hipertensi
  • Konsumsi protein dan magnesium yang lebih sedikit untuk memperlambat terbentuknya produk-produk buangan dalam darah
  • Kendalikan berat badan
  • Kontrol gula darah bila anda memiliki diabetes
  • Berhenti merokok

Bertahan dan bantuan yang diperlukan

Hidup dengan penyakit kronis dapat memberi beban pada emosional anda. Apabila anda menderita glomerulonefritis kronik atau gagal ginjal kronik, anda mungkin dapat mengikuti kelompok dukungan. Kelompok ini dapat menyediakan informasi yang berguna sekaligus memberikan kesempatan anda didengarkan oleh orang lain.

Untuk menemukan kelompok dukungan ini, tanyakan dokter untuk rekomendasi atau hubungi National Kidney Foundation untuk menemukan kelompok yang dekat dengan anda.

Pencegahan

Mungkin tidak ada cara untuk mencegah sebagian besar bentuk glomerulonefritis. Akan tetapi, ada beberapa langkah yang mungkin menguntungkan:

  • Lakukan terapi segera untuk infeksi streptokokal baik untuk sakit tenggorokan atau impetigo.
  • Cegah infeksi yang nantinya dapat menjadi glomerulonefritis, sepeti HIV dan hepatitis, ikuti panduan hubungan seks yang aman dan hindari penggunaan obat-obatan intravena,
  • Kontrol tekanan darah tinggi, yang mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan pada ginjal anda akibat hipertensi.
  • Kontrol gula darah anda untuk mencegah terjadinya nefropati diabetik.

Navigation