Artikel Kesehatan


29-04-2019 | Hit : 42

HATI-HATI SARAF KEJEPIT!

Dr. Rahmi Ardhini,Sp.S dari RSUP Dr. Kariadi Semarang

 undefinedsaraf

Sahabat sehat, pasti sudah sering mendengar tentang saraf kejepit. Dalam nama ilmiahnya saraf kejepit disebut Hernia Nucleus Pulpolus (HNP).

APA ITU HNP?

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau biasa dikenal masyarakat sebagai ”saraf terjepit”, suatu gangguan akibat menonjolnya lapisan atau bantalan tulang belakang (nucleus pulposus) dari ruang antar ruas tulang belakang (discus intervertebralis). Tonjolan tersebut dapat menyebabkan penekanan pada saraf tulang belakang dan saraf tepi (yaitu, saraf yang berasal dari saraf tulang belakang). Seperti halnya nyeri punggung, HNP paling sering terjadi di daerah punggung bawah atau disebut HNP lumbalis, paling sering (90%) mengenai diskus invertebralis L5-S1 dan L4-L5. HNP di daerah punggung atas sampai leher jarang terjadi hanya sekitar 8% dari seluruh kasus HNP. HNP lumbalis akan membaik dalam waktu kira-kira 6 minggu. Tindakan pembedahan jarang diperlukan kecuali pada keadaan tertentu.

 

APA PENYEBAB TERJADINYA HNP?

Penyebab HNP ini berbagai macam. Faktor resikonya antara lain adalah merokok, batuk yang terlalu lama, cara duduk yang salah, menyetir terlalu sering, cara mengangkat barang yang salah, dll. Seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan cakram untuk menjalankan fungsinya juga menurun. Faktor-faktor di atas dapat menyebabkan terjadinya herniasi, yaitu keluarnya suatu organ melalui suatu celah dalam tubuh. HNP dapat dianalogikan seperti terjadinya “turun bero”, tetapi pada daerah tulang belakang.

 

GEJALA

Gejala klinis HNP berbeda-beda tergantung lokasinya. HNP di daerah leher lazim menimbulkan gejala berupa nyeri saat leher digerakkan, nyeri leher di dekat telinga atau di sekitar tulang belikat, dan nyeri yang menjalar ke arah bahu, lengan atas, lengan bawah dan jari-jari. Selain nyeri, juga dapat ditemukan rasa kesemutan dan tebal di daerah yang kurang lebih sama dengan rasa nyeri tersebut. Di daerah punggung bawah, gejala klinis HNP menyerupai HNP leher. Rasa nyeri terasa di daerah pinggang, pantat dan menjalar ke arah betis dan kaki. Seringkali juga terasa sensasi kesemutan dan tebal pada salah satu atau kedua tungkai bawah. Gejala-gejala HNP tersebut lazim timbul perlahan-lahan dan semakin terasa hebat jika duduk atau berdiri dalam waktu lama, pada waktu malam hari, setelah berjalan beberapa saat, pada saat batuk atau bersin, serta ketika punggung dibungkukkan ke arah depan. Gejala klinis pada setiap pasien berbeda-beda tergantung pada lokasi dan derajadnya. Pada kasus yang ekstrem, HNP di daerah punggung bawah dapat menyebabkan penekanan sekelompok serabut saraf yang disebut “kauda equina” (bahasa latin yang berarti “ekor kuda”). HNP ini disebut sebagi “ sindrom kauda equina” dengan gejal=gejala nyeri, kesemutan, rasa tebal, serta kelemahan atau kelumpuhan kedua tungkai.  Gejal-gejala tersebut juga disertai ketidakmampuan menahan kencing (mengompol) dan buang air besar. Sindrom ini merupakan suatu keadaan yang serius dan gawat, serta membutuhkan tindakan pembedahan secepatnya.

 

DIAGNOSIS

Selain berdasarkan gejala-gejala yang dialami oleh penderita, cara terbaik untuk mengetahui ada tidaknya HNP adalah dengan melakukan pemeriksaan MRI. Selain itu, untuk memastikan bahwa HNP yang ditemukan pada MRI memang menjadi penyebab keluhan penderita, perlu dilakukan pemeriksaan EMG (pemeriksaan fungsi  hantaran saraf). Perlu diketahui bahwa HNP tidak terlihat pada foto rontgen biasa. Pada pasien HNP, foto rontgen dilakukan untuk menentukan ada tidaknya HNP, tetapi untuk mengesampingkan kelainan-kelainan lain (selain HNP) yang dapat menyebabkan nyeri punggung.

 

PENGOBATAN

Sebagian besar HNP dapat diobati dengan pengobatan tanpa operasi, terutama jika ditemukan secara dini. Kasus yang telah lama dan berat biasanya memerlukan tindakan operasi. Pengobatan non-bedah meliputi istirahat berbaring jika nyeri benar-benar berat. Istiraht sebaiknya tidak lebih dari 2 hari karena jika lebih lama akan memperlemah otot-otot punggung. Selain istirahat, nyeri dapat dikurangi dengan obat-obat anti nyeri. Fisioterapi dapat bermanfaat, khususnya pada keadaan nyeri akut ( mulai timbul tau bertambah berat secara mendadak). Fisioterapi dapat berupa diatermi untuk membuat otot punggung rileks dan TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) untuk mengurangi nyeri.

 

UPAYA PENCEGAHAN

HNP dapat dicegah terutama melalui aktivitas fisik dan pola hidup. Hal-hal berikut ini dapat mengurangi risiko terjadinya HNP :Melakukan olahraga otot perut atau olahraga yang menguatkan daerah tulang belakang seperti berenang, sepeda statis, atau jalan santai

  1. Menjaga postur tubuh yang benar pada saat berdiri atau duduk
  2. Pada saat mengangkat beban berat, tidak diperbolehkan untuk membungkuk. Lebih baik meminta bantuan bila beban terlalu berat
  3. Menjaga berat badan ideal.

Navigation