Artikel Kesehatan


17-06-2015 | Hit : 589

 

RSUP Dr. Kariadi - Kandung empedu terletak di regio perut kanan atas berfungsi dalam penyimpanan cairan empedu. Cairan itu dihasilkan oleh hati melaluiserangkaian proses kimiawi dan dialirkan ke kandung empedu melewati saluran empedu. Cairan empedu sendiri akan dilepaskan untuk membantu proses pencernaan, terutama pencernaan lemak.
  
''Namun, cairan dapat pula terkonsentrasi, menyisakan endapan di sepanjang saluran hingga kandung empedu, menjadi penyakit batu empedu. Batu empedu dapat terbentuk dalam jumlah dan ukuran yang beragam, mulai dari sebesar butiran pasir hingga sebesar bola golf,'' dr. Abdul Mughni, M.Si.Med, Sp.B, Sp.BD dari RSUP dr Kariadi ketika ditemui di SMF Bagian Bedah, Jumat (17/4).
 
Dia menerangkan, gejala khas dari penyakit tersebut adalah rasa nyeri di perut, di bawah rusuk yang menjalar ke punggung, tulang belikat, atau dibawah bahu kanan. Dalam diagnosanya apabila sering mengalami beberapa gejala tersebut maka bisa melakukan pemeriksaan  diri dengan USG. Atau prosedur pencitraan lain yang dapat membantu untuk memeriksa fungsi kandung empedu dan saluran empedu apakah ada penyumbatan atau infeksi.
 
''Nyeri bersifat hilang timbul, dapat berlangsung dalam hitungan menit hingga hitungan jam. Penderita juga mengeluhkan rasa tidak enak di perut selepas makan, terutama jika makan makanan yang berlemak,'' imbuhnya.
 
Ia mengatakan, penanggulangan gangguan batu empedu dan peradangan kandung empedu dapat dilakukan dengan berbagai terapi. Untuk kasus yang masih dini bisa dilakukan dengan menjaga pola makan dan pengobatan dari luar. Namin pada kasus yang akut dilakukan operasi untuk pengangkatan kandung empedu salah satu caranya dengan Laparoskopi.

''Jika menggunakan operasi secara konvensional, sayatan yang dibuat bisa mencapai 10-15 cm. Tapi dengan laparoskopi sayatannya hanya sekitar 0,5-1 sentimeter,'' paparnya.

Dengan teknik tersebut dokter tidak perlu membuka perut pasien dengan ukurang yang sangat besar. Kemudian  memasukkan kamera yang dimodifikasi hingga bisa ke dalam perut dan melakukan operasi dari luar dengan mengontrol keadaan di dalam melalui layar.

 Pada teknik ini setelah kamera dan alat dimasukkan maka dokter akan melepaskan lemak yang menempel pada kandung empedu, setelah kandung empedu bebas dari lemak-lemak saluran empedu tersebut ditutup dengan menggunakan clips dan dipotong, sehingga kandung empedu terlepas.

Lalu kandung empedu tersebut dikeluarkan dari dalam tubuh. Proses operasi ini berlangsung sekitar 40-50. menit dan meminimalisisr pendarahan yang terjadi.  

''Batu empedu  sering mengenai orang-orang yang berusia di atas 40 tahun, dan mereka dengan riwayat keluarga menderita batu empedu. Kegemukan, penurunan berat badan secara cepat, puasa dalam jangka waktu yang lama, diet tinggi lemak, serta adanya penyakit saluran cerna dan penyakit metabolik seperti kencing manis juga merupakan faktor risiko seseorang mengalami batu empedu,'' tandasnya. (sr-45)

 

Navigation