Artikel Kesehatan


23-01-2017 | Hit : 242

Tanya :
Yth. dr Soesmeyka Savitri, SpKJ. Saya memiliki seorang adek yang baru saja ditinggal menikah pacarnya.
Sejak tau pacarnya menikah dengan orang lain adek saya seperti menarik diri dari pergaulan. Orangnya suka menyendiri dan mudah tersinggung. Sebaiknya langkah apa yang saya tempuh, agar adek saya bisa kembali seperti dulu lagi.. Atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih. Utami Fajarwati, 38, Semarang


Jawab :
Ibu Utami yang juga saya hormati.Jika melihat kasus yang dialami adek ibu Utami. Sepertinya, adek ibu tengah berada dalam kondisi depresi atau gangguan jiwa yang ringan. Dimana faktornya, bisa diakibatkan masalah pribadi seperti ditinggalkan orang yang dicintai. Stres akibat berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari -hari seperti macet, beban pekerjaan yang menumpuk, tekanan hidup yang tinggi yang banyak melandamasyarakat perkotaan dan sebagainya.
Untuk mengobati perasaan kecewa di hati adek Ibu Utami sebaiknya, Ibu jangan mengucilkannya karena bisa menyebabkan penyakitnya bertambah parah. Bahkan alangkah baiknya, jika ibu merangkulnya dengan memberinya motivasi dan jangan lagi menambah beban mental yang terlalu berat. Jadilah sahabat baginya, sehingga adek anda bersedia menceritakan apa yang dirasakannya.

Karena itu akan mengurangi beban di hatinya. Jika anda sudah berhasil menjadi sahabat baginya, ia akan dengan mudah mendengarkan masukkan dari anda untuk berfikir positif atas segala peristiwa yang dialaminya.
Stres dapat terjadi pada setiap orang dan pada setiap waktu, karena stress merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dihindarkan. Reaksi seseorang terhadap stres dapat bersifat positif maupun dapat bersifat negatif. Reaksi yang bersifat negatif atau merugikan, jika terjadi keluhan atau gangguan pada orang tersebut. Reaksi bersifat positif, jika menimbulkan dampak yang menjadi pendorong agar orang berusaha.Sebaiknya masyarakat memeriksakan kesehatan jiwanya minimal sekali dalam satu tahun sebagai langkah preventif atau pencegahan awal. Bagi penderita gangguan jiwa akut (mendadak) yang sudah membaik dan boleh di rawat di rumah, sebaiknya tetap butuh pendampingan yang terus menerus sampai pasien benar benarkuat. Dukungan dari keluarga dan masyarakat (lingkungan sekitar) sangat dibutuhkan agar pasien bisa menjalani proses penyembuhannya secara total. Bagi pasien-pasien yang sudah dipulangkan ke rumah sebaiknya tetap dilanjutkan dengan perawatan lanjutan di Puskesmas atau di RS.


Stres tidak dapat dicegah akan tetapi dapat dikendalikan. Diantarnya dengan merencanakan masa depan dengan lebih baik. Belajar hidup tertib dan teratur dan menggunakan waktu sebaik-baiknya. Menghindari membuat beberapa perubahan besar dalam saat yang bersamaan: Misalnya pindah rumah, pindah pekerjaan dan sebagainya. Memberi waktu untuk menyesuaikan diri terhadap setiap perubahan yang baru sebelum melangkah lebih lanjut. Menerima diri sendiri dan lingkungan sebagaimana adanya. Meluangkan waktu untuk diri sendiri: Jika merasa tegang dan letih perlu istirahat atau rekreasi.

Melakukan relaksasi: Melakukan releksasi selama 10-15 menit setiap hari untuk mengendorkan ketegangan otot yang diakibatkan oleh stres. Dan selalu berfikir positif. Stres dapat berpengaruh terhadap keadaan jasmani dan kejiwaan seseorang.
Reaksi yang bersifat jasmani dapat berupa jantung berdebar-debar, otot tegang, sakit kepala, sakit perut/ diare, lelah, gangguan makan, eksim. Reaksi yang bersifat kejiwaan dapat beRupa sukar konsentrasi, sukar tidur, cenderung menyalahkan orang lain, cemas, menarik diri, menyerang, mudah tersinggung. Pada tahap yang berat, stres dapat menimbulkan penyakit fisik misal tekanan darah tinggi, asma berat, serangan jantung dan sebagainya. Demikian ibu, semoga penjelasan saya ini dapat menambah pengetahuan ibu mengenai penyakit stroke serta tindakan yang dapat dilakukan. (*)

Navigation