Artikel Kesehatan


14-05-2019 | Hit : 20

HNP Apaan Sih?

Ajid Risdianto

Dokter Bedah Saraf, Konsultan Spine Neurosurgery RSUP Kariadi

 

Ringkasan

HNP adalah penonjolan bantalan tulang belakang yang menyebabkan pendesakan ke saraf tulang belakang.

Punggung manusia terdiri atas susunan tulang belakang, diantara tulang belakang tersebut terdapat bantalan tulang yang berfungsi sebagai engsel, peredam kejutan sistem gerak tulang belakang.

Bantalan tulang belakang berbentuk seperti gel yang terusun atas 2 bagian penting. Nukleus pulposus yang merupakan inti bantalan dan annulus fibrosus yang tersusun berlapis-lapis.

HNP dapat menyebabkan terjadinya peradangan dan penjepitan sarat yang terdekat dari lokasi penonjolan bantalan tulang. Berat ringannya gejala yang dirasakan pasien tergantung berat ringannya pendesakan pada sistem saraf.

Gejala

HNP sebagian besar terjadi di bagian lumbar. Terutama di L4-5 dan L5-S1. Pada HNP yang terjadi pada lumbal ini dapat menyebabkan keluhan sebagai berikut :

Nyeri menjalar, nyeri menjalar dirasakan dari pinggang sampai ke kaki. Penyebaran nyeri dapat sampai telapak kaki, melewati betis bagian dalam atau luar. Bentuk nyeri juga dapat melingkar tergantung lokasi HNP.  Nyeri sering muncul pada saat berjalan, dan berkurang saat istirahat.

Kesemutan, penderitanya sering mengalami kesemutan yang menjalar dari pinggang sampai ke ujung kaki tergantung pada lokasi penjepitan saraf.

Kaki lumpuh, jika terjadi penekanan yang hebat dapat menyebabkan terjadinya kelumpuhan kaki. Kelumpuhan terjadi pada gerak kaki tertentu. Pada lumbar bawah seringkali kelumpuhan muncul pada telapak kaki. Keluhan awal sering muncul pasien tidak dapat memakai sandal jepit. Jempol dan jari kedua tidak dapat menjepit sandal.

Gangguan kencing dan BAB, jika saraf pengontrol kencing dan BAB tertekan oleh penonjolan diskus dapat muncul gangguan kencing dan BAB. Penderita seringkali mengeluhkan susah kencing. Penderita yang lain mengeluh susah BAB, frekuensi BAB menjadi jarang, pada waktu BAB pasien harus mengejan dan membutuhkan waktu lama.

HNP dapat saja terjadi walaupun gejalanya tidak dirasakan oleh penderitanya.

 

Kapan harus periksa?

Jika terdapat nyeri menjalar yang makin berat pada tangan dan kaki, kesemutan menjalar, kelemahan kaki atau tangan.

 

Penyebab

 

HNP terjadi sebagian besar karena proses penurunan fungsi terkait dengan usia penderitanya. Aliran darah pada bantalan tulang terganggu sehingga sel-sel pada bantalan tulang kekurangan makanan. Kondisi lain, bantalan tulang berfungsi untuk menahan dan mendistribusikan beban diatasnya. Gangguan aliran darah menyebabkan fungsi bantalan tulang tidak efektif, sehingga terjadinya keretakan pada bantalan tulang. Inti bantalan tulang dapat menonjol dari retakan tersebut dan muncullah HNP.

Keluhan nyeri tidak hanya muncul pada saat terjadi penonjolan. Adanya retakan dapat menyebabkan keluarnya zat-zat kimia yang dapat menyebabkan nyeri.

HNP dapat juga terjadi akibat benturan yang hebat, seperti pada kasus jatuh terduduk yang dapat menyebabkan pecahnya bantalan tulang. Pada orang yang sering mengangkat beban berat, adanya beban yang berlebihan  menyebabkan terjadinya penekanan yang hebat pada bantalan tulang dan beresiko menyebabkan terjadinya HNP.

 

Faktor resiko

Faktor resiko terjadinya HNP meliputi :

  • Berat badan yang berlebih menyebabkan terjadinya beban yang berat pada bantalan tulang.
  • Merokok dikaitkan dengan faktor resiko HNP karena mengganggu aliran darah pada bantalan tulang.
  • Pada pasien dengan pekerjaan angkat beban, gerakan mengambil, mengangkat, memindahkan barang dengan berat berlebihan dan dilakukan berulang, beresiko menyebabkan terjadinya HNP.
  • Faktor keturunan.Beberapa orang beresiko mengalami HNP karena riwayat keturunan keluarga dengan HNP

Komplikasi

Penekanan pada saraf oleh bantalan tulang akan menyebabkan gejala sesuai bagian saraf yang tertekan. Komplikasi yang muncul akibat penekanan hebat pada saraf dapat berupa :

 

  • Kelumpuhan kaki.Kelemahan kaki muncul akibat penekanan hebat pada saraf. HNP sering muncul pada bagian lumbal, segingga kelemahan muncul pada bagian telapak kaki
  • Sadel anestesi.Keluhan berupa rasa baal dan nyeri pada pantat area duduk terjadi kalau HNP menyerang bagian saraf yang bernama cauda equina.
  • Gangguan kencing. Sering muncul pada penekanan hebat saraf otonom.

 

Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya HNP dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut :

  • Olahraga dilakukan untuk memperkuat otot punggung.
  • Menjaga postur tubuh.Postur tubuh yang baik dan ergonomis sewaktu bekerja, membaca, berjalan, dan mengangkat beban. Posisi tubuh yang baik akan mendistribusikan beban secara merata sehingga mengurangi ke salah satu bagian bantalan tulang belakang.
  • Menjaga berat badan tubuh ideal.Berat badan tubuh yang ideal mengurangi beban ke bantalan tulang belakang.

Diagnosis

Penegakan diagnosis HNP dilakukan dengan pemeriksaan klinis, foto MRI, dan pemeriksaan kelistrikan saraf (EMG) jika diperlukan. Pemeriksaan klinis akan dilakukan oleh dokter untuk mengetahui kekuatan otot, penyebaran nyeri, dan fungsi saraf melalui pemeriksaan reflek.

MRI dilakukan untuk mengetahui gambaran penekanan HNP pada saraf. Ketinggian HNP, luas dan penekanan HNP pada saraf. MRI polos dilakukan pada tingkat lumbal. Gambaran MRI akan dicocokkan dengan temuan pemeriksaan klinis untuk dianalisis.

Pemeriksaan kelistrikan saraf tulang dilakukan untuk memastikan kondisi penekanan dan lokasi HNP.

Tatalaksana

Tata laksana HNP dilakukan bertahap, jika keluhan ringan dilakukan pemberian obat-obatan untuk mengurangi keluhan nyeri. Dilakukan fisioterapi selama 6 minggu untuk memperkuat otot tulang belakang sehingga beban ke bantalan tulang berkurang. Jika setelah fisioterapi 6 minggu tidak terdapat pemulihan nyeri, perlu dilakukan tindakan untuk mengambil penonjolan bantalan tulang.

Operasi Minimal Invasif

Operasi minimal invasif dikembangkan untuk memperoleh hasil terbaik penanganan HNP. Dilakukan dengan menggunakan endoskopi. Dengan teknik ini jaringan yang dibuka untuk mengambil penonjolan bantalan tulang. Perdarahan sedikit, dengan hasil optimal. Dengan teknik ini diharapkan pemulihan lebih cepat.

Pemulihan

Untuk pemulihan dapat dilakukan fisioterapi, penggunaan obat antinyeri untuk mengurangi nyeri. Pemberian vitamin dilakukan untuk membantu pemulihan saraf yang tertekan lama.

 

Navigation