Artikel Kesehatan


04-10-2017 | Hit : 32

Hubungan  Antara Stroke dan Tidur 

dr. Herlina Suryawati Sp.S

KSM NEUROLOGI RSUP Dr. KARIADI

Stroke dan tidur memiliki hubungan yang menarik. Beberapa stroke dapat menyebabkan masalah tidur, namun beberapa masalah tidur justru dapat meningkatkan risiko stroke.

 

Apa itu gangguan tidur?

Gangguan tidur adalah suatu kondisi yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menikmati tidur normal. Gangguan tidur bervariasi dari kesulitan ringan dan mudah diatasi dengan menghindari tidur di siang hari, hingga insomnia yang parah yang tidak dapat diobati.

Gangguan tidur dapat memberikan efek yang buruk bagi kesehatanmu dan dapat mengarah pada masalah kesehatan yang lain. Oleh sebab itu, mulailah menjaga pola tidur, sehingga dapat memperoleh tidur yang berkualitas dan terhindar dari masalah kesehatan yang serius seperti stroke.

 

Apa saja gejalanya?

Gejala yang paling umum dari gangguan ini yaitu tidur yang berlebihan di siang hari. Namun, gejala bervariasi tergantung pada jenis gangguan tidur yang mempengaruhi seseorang. Misalnya, mendengkur keras dapat menjadi gejala di sleep apnea obstruktif, gerakan heboh di malam hari dapat menjadi gejala epilepsi nocturnal, dan gerakan kaki yang sering dan tak terkendali bisa menjadi indikasi dari sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome).

 

Dapatkah gangguan tidur menyebabkan stroke?

Kehilangan tidur dapat menyebabkan serangan iskemik transien (stroke ringan) atau bahkan stroke sungguhan. Hal ini terutama berlaku jika Anda menderita kondisi yang dikenal sebagai sleep apnea obstruktif (OSA), di mana lidah dan otot-otot lain dalam faring menjadi bergetar saat Anda tidur, menghalangi perjalanan udara dari hidung ke paru-paru.

Orang-orang  yang mengalami sleep apnea dapat berhenti bernapas untuk beberapa detik dan pada kasus yang berat dapat berhenti bernapas selama lebih dari satu menit. Hal ini menyebabkan otak dan seluruh tubuh menjadi kekurangan oksigen dan menahan karbon dioksida.

Saat otak kekurangan oksigen, tubuh berusaha untuk meningkatkan jumlah oksigen yang disampaikan dalam darah. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah dan dengan mengirimkan sinyal ke pusat pernapasan di otak sehingga orang mencoba untuk bernapas dalam tidur mereka.

Biasanya, pasien OSA bangun karena mereka merasa tidak nyaman ketika mencoba untuk bernapas dengan saluran pernapasan yang tertutup. Setelah mereka bangun, mereka mengambil beberapa napas dalam-dalam sebelum kembali tidur.

Hal ini dapat terjadi puluhan kali setiap malam, yang dapat menyebabkan keadaan tekanan darah tinggi nokturnal kronis dan detak jantung meningkat. Hal ini menyebabkan stres kronis pada sistem kardiovaskular, yang merupakan faktor risiko serius bagi stroke dan TIA.

 

Macam macam gangguan tidur

Penyakit tidur yang mungkin paling dikenal oleh orang awam adalah Insomnia, atau susah tidur. Penyakit tidur sebenarnya banyak ragam dan gejalanya.

Selain Insomnia, adalagi sejenis gangguan tidur yang disebut Hipersomnia, dimana penderita selalu dalam keadaan mengantuk, walaupun sudah tidur cukup, atau bahkan tidur lebih dari 8 jam malam sebelumnya.

Seseorang yang mengalami gangguan tidur seperti Sleep Apnea, mudah dikenali ciri-cirinya, yaitu mendengkur. Sleep Apnea adalah gangguan tidur yang paling berbahaya. Mengapa? Penderita masalah tidur ini dapat menyebabkan hipertensi, gangguan jantung hingga stroke. Anda harus menanggapi ini dengan serius, karena seringkali kita semua menyepelekan dengkuran atau ngorok sewaktu tidur.

Penyakit tidur jenis ini juga mudah dikenali oleh pasangan atau orang yang tidur bersama penderita. Penderita biasanya melakukan gerakan periodic tungkai saat tidur. Ini ditandai dengan gerakan-gerakan kaki pada waktu yang bersangkutan sering tidur.

Selain hal-hal yang disebutkan diatas, masih banyak lagi gangguan tidur seperti Narkolepsi, yang seringkali diawali oleh Hipersomnia. Gejala lain dari gangguan tidur antara lain  katapleksi, hypnagogic hallucination dan lumpuh tidur.

Lumpuh tidur dan hypnagogic hallucination di Indonesia dikenal sebagai fenomena ketindihan atau ereup-ereup. Sementara katapleksi adalah tubuh layu lumpuh setelah dipicu emosi yang kuat, terutama gembira. Apapun keluhan Anda, jangan anggap remeh jika masalah tidur ini menjadi sesuatu yang sangat mengganggu aktivitas Anda di siang hari.

Anda harus segera memeriksakan kesehatan Anda ke dokter spesialis yang memang berpengalaman dan terlatih menangani hal seperti ini. Penyakit tidur, bahkan pada tahap awal sekalipun, harus segera ditanggapi secara serius dan diperiksakan ke dokter spesialisnya. Jangan ambil resiko, lakukan yang terbaik untuk diri Anda sendiri dan orang-orang yang Anda cintai.

 

Bagaimana mendiagnosis gangguan tidur?

Jika Anda telah mengalami kesulitan tidur untuk sementara waktu, mungkin sudah saatnya untuk memeriksanya ke dokter. Berkonsultasi dengan dokter spesialis dapat mengurangi sakit kepala, kelelahan siang hari, dan mungkin dapat mengurangi peningkatan risiko stroke bahkan menyelamatkan hidup Anda.

Ketika Anda mengalami kesulitan tidur,  cobalah melakukan sleep study. Apa itu sleep study? Disebut juga polisomnografi, sleep study adalah tes khusus yang dilakukan dalam rangka mencirikan penyebab gangguan tidur yang Anda alami.

Sleep study alias penelitian tidur terdiri dari susunan perangkat rekaman yang memantau beberapa parameter dari fungsi tubuh normal Anda saat Anda sedang tidur. Parameter ini meliputi gerakan mata (elektro-oculogram), gelombang otak (electroencephalogram), denyut jantung dan irama jantung (elektrokardiogram), fungsi otot (electromyogram), aliran udara melalui hidung dan mulut, upaya pernapasan, dan kadar oksigen dalam darah.

Pengukuran parameter yang berbeda saat Anda tidur akan memberi tahu dokter (biasanya ahli saraf) apakah otak Anda melalui berbagai tahap tidur yang tepat, apakah ada gerakan otot tak sadar yang dapat mengganggu tidur Anda (misalnya, gerakan kaki pada sindrom kaki gelisah ), dan apakah pola pernapasan Anda normal saat tidur.

Rekaman video dan audio dari tidur Anda juga dilakukan selama penelitian tidur. Ketika masalah pernapasan ditemukan pada saat tidur, studi semacam ini bisa sangat membantu dalam membedakan sleep apnea obstruktif dengan apnea lainnya.

 

 

 

Bagaimana cara mengobati gangguan tidur?

Dalam banyak kasus, penggunaan perangkat continuous positive airway pressure (CPAP) sangat membantu dalam mengatasi penyumbatan yang menyebabkan apnea jangka pendek di malam hari. Kasus yang parah dapat diobati dengan operasi, meskipun ini membutuhkan evaluasi rinci dari risiko dan manfaat operasi tersebut.

 

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah apnea tidur?

Dengan mempertimbangkan tips berikut, Anda dapat mengurangi risiko Anda mendapatkan stroke dengan mencegah diri dari sleep apnea.

  • Menurunkan berat badan.
  • Hindari minum alkohol dan menggunakan obat penenang sebelum tidur.
  • Berhenti merokok.
  • Hindari menghadap langit-langit saat Anda tidur.
  • Jika memungkinkan, angkat posisi kepala Anda saat tidur.

 

Tidur Punya Fungsi Penting pada penderita stroke

Selain meningkatkan risiko stroke, gangguan tidur juga dapat memengaruhi pasien yang sedang dalam pemulihan dari stroke. Tidur memiliki fungsi penting dalam kemampuan neuron atau sel otak untuk saling berhubungan. Ketika seseorang mengalami stroke, sel otaknya mengalami gangguan untuk saling berhubungan dan menyampaikan informasi.

Jika seseorang yang sedang dalam masa pemulihan dari stroke mengalami gangguan tidur, akan sulit untuk mengembalikan fungsi otak yang hilang akibat stroke. Hal ini karena ketika tidur seharusnya terjadi proses pemulihan terhadap koneksi antar sel otak, proses ini terhambat oleh adanya gangguan tidur. Menggunakan obat tidur bukan merupakan cara terbaik untuk menangani masalah tidur, karena dapat menimbulkan kecanduan terhadap obat tidur tersebut.

Jika mengalami gangguan tidur, sebaiknya Kamu menemui dokter spesialis gangguan tidur agar mendapatkan pengobatan yang sesuai. Semakin cepat gangguan tidur dikonsultasikan dan diatasi, akan semakin cepat mendeteksi dan mendiagnosis kemungkinan munculnya gejala stroke. Pengobatan dan cara agar dapat tidur tepat waktu dapat meningkatkan kualitas tidur, mengurangi risiko munculnya stroke, meningkatkan pemulihan dari stroke, dan dapat mengarah pada peningkatan kualitas hidup.

 

Mengatur posisi tidur pasien stroke di tempat tidur

Stroke berhubungan erat dengan sistem sirkulasi darah, maka posisi tidur dan kelengkapan yang digunakan menjadi hal yang penting untuk diketahui. Sebaiknya pasien menggunakan tempat tidur yang lebih padat atau hindari penggunaan kasur yang terlalu empuk demikian juga dengan bantal, karena penggunaan kasur serta bantal yang terlalu empuk akan mempengaruhi peredaran darah pasien.

Umumnya pasien paska stroke akan mengalami kondisi imobilisasi atau kurang gerak karena menurunnya kemampuan fungsional pasien/klien. Dengan adanya kurang gerak tersebut, maka beberapa komplikasi yang dimungkinkan terjadi seperti pembentukan bekuan darah, dekubitus, pnemonia, kontraktur otot, keterbatasan gerak sendi, dll.

Untuk mencegah komplikasi tersebut maka pasien perlu untuk diposisikan atau reposisikan saat diatas tempat tidur. Adapun prosedur yang sebaiknya dilakukan adalah :

  • Pastikan bahwa pasien memiliki kasur yang sesuai.
  • Lakukan mobilisasi (membalikkan) dari satu sisi ke sisi yang lainnya setiap 3 jam sekali sepanjang siang dan malam.
  • Ubahlah posisi lengan setiap 2 jam sekali sepanjang siang dan malam hari.

Minimalkan posisi tidur terlentang sebab posisi tidur terlentang akan membuat otot-otot postur menjadi tidak aktif dan berdampak semakin cepatnya terjadi penurunan kekuatan otot.

Jika tidur dalam keadaan terlentang, maka berikan sanggahan pada sisi yang lemah agar posisi terlentang tidak secara penuh.Berikan posisi tidur miring (side lying) dengan cara :

  • Jika posisi tidur miring kekanan maka berikan topangan pada lengan kiri dan tungkai kiri dengan menggunakan bantal. Usahakan posisi kepala sejajar dengan tulang belakang.
  • Jika posisi miring ke kiri maka posisikan lengan kiri lurus dan geser tulang belikat agak kedepan. Posisi kaki kiri lurus dan kaki kanan ditekuk dengan sanggahan bantal. Usahakan kepala sejajar dengan tulang belakang.

Navigation