Artikel Kesehatan


10-07-2015 | Hit : 1224

RSUP Dr. Kariadi -  Tuli saraf dalam derajat dalam kategori berat yang diderita anak dan dewasa mengakibatkan berbagai macam kendala. Salah satunya menyebabkan kegagalan komunikasi personal secara permanen akan menurunkan kualitas hidup penderita.

 

Pemakaian alat bantu dengar (ABD) saat ini merupakan solusi bagi penderita gangguan pendengaran atau tuli. Namun jika penderita tuli kategori berat dan sangat berat yang menggunakan ABD tidak akan efektif bahkan menimbulkan rasa ketidaknyamanan.

 

dr Zulfikar Naftali, Sp. THT-KL, M.Si. Med dari RSUP dr.Kariadi menerangkan, untuk mengatasi hal tersebut penderita gangguan pendengaran dengan derajat berat bisa dibantu dengan teknik implan koklea. Kategori berat jika penderita jika derajat gangguan hingga 60 di atas desibel, sedangkan untuk yang berat di atas 80 desibel. Untuk mengukurnya perlu dilakukan tes pendengaran dan audiometri.

 

''Alat bantu dengar hanya efektif untuk penderita tuli dengan derajat ringan dan sedang karena hanya bersifat amplifikasi atau memperkuat sinyal suara yang masuk ke telinga,'' paparnya ketika ditemui di SMF THT RSUP dr. Kariadi, Jumat (12/6).

 

Dia mengaku banyak masyarakat saat ini belum tahu dengan metode tersebut. Walau proses operasi bisa ditanggung BPJS Kesehatan, namun harga implan koklea sendiri sangat mahal yang mungkin bisa dijangkau masyarakat menengah ke atas.

''Memang harga implannya sendiri sangat mahal. Tapi dengan alat bantu tersebut penderita akan kelihatan seperti orang normal karena implan koklea ditanam di dalam telinga setelah melakukan proses operasi,'' imbuhnya.

 

Dijelaskannya, pemasangan implan koklea melalui proses operasi yang berlangsung sekitar tiga sampai empat jam dengan luka sayatan tiga sampai empat sentimeter. Implan koklea secara permanen berfungsi seumur hidup.

 

Implan koklea adalah alat bantu dengar yang dipasang di dalam rumah siput. Fungsinya adalah merangsang saraf dengar dan mengganti sebagian fungsi rumah siput untuk menangkap dan meneruskan gelombang suara ke otak. Oleh otak, gelombang listrik ini diterjemahkan sebagai suara.

 

''Prinsip cara tersebut yakni dengan memasang elektroda yang dihubungkan langsung dengan organ saraf pendengaran bisa digunakan untuk anak dan dewasa. RSUP dr Kariadi telah melakukan operasi imlan koklea 24 Mei 2014 lalu. Program operasi tersebut akan mendukung program Indonesia bebas ketulian,'' tandasnya. (fri-)

 

Navigation