Artikel Kesehatan


11-06-2015 | Hit : 502

RSUP Dr. Kariadi - Infeksi Menular Seksual (IMS) saat ini bisa menyerang dan mengintai siapa saja. Jika IMS tidak segera di atasi, bisa menyebabkan gangguan alat kelamin dan sangat berbahaya bagi penderitanya.

 

Kepala Sub Bagian IMS/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Undip/RSUP dr Kariadi, Dr dr Puguh Riyanto,Sp. KK menerangkan, terdapat lima penyakit murni IMS. Penyakit kelamin tersebut yakni, Gonore, Sifilis, Limfo Granuloma Venerium (LGV), Granuloma Inguinale, dan Ulkus Mole.

 

''Yang paling bahaya adalah sifilis karena selain mengenai sekitar alat kelamin, kuman atau bakteri bisa masuk ke aliran darah bisa menembus organ vital jantung, saraf, dan otak sehingga bisa menyebabkan kematian. Ibu hamil yang menderita terkena sifilis bisa menyebabkan anak yang dilahirkan menjadi cacat dan tumbuh tidak sempurna. Sedangkan gonore jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan kemandulan,'' paparnya ketika ditemui di RSUP dr Kariadi, baru-baru ini.

 

Selain itu terdapat beberapa penyakit IMS minor diantaranya, herpes genitalis, trichomonas vaginalis, jengger ayam, non spesifik uretritis, dan HIV. Penyakit IMS biasanya memiliki ciri khas keluar cairan yang mengeluarkan bau tidak sedap dan biasanya penderitanya akan mengeluh kesakitan di bagian kelamin. Jenis IMS bisa dideteksi dari warna cairan dan bau tersebut.

 

Dia mengatakan, IMS ditularkan melalui hubungan seksual yang salah satu pasangannya mengidap penyakit tersebut. Apalagi mereka yang biasanya ganti-ganti pasangan berpotensi meningkatkan resiko IMS.

 

''Jika sering ganta-ganti pasangan tapi sudah berkeluarga maka akan sangat berbahaya karena bisa menularkan penyakit tersebut. Jika tidak bisa menghindari risiko-risiko tersebut sebaiknya saat berhubungan memakai alat kontrasepsi, lebih baik setia pada pasangan,'' imbuhnya.

 

Dia mengimbau jika terjadi gejala-gejala dan keluhan pada daerah kelamin diharapkan memeriksakan diri ke dokter. Adapun untuk menghindari penyakit tersebut dengan cara menghindari hubungan seksual yang bukan pasangannya, tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah.

 

Pencegahan sejak dini penyakit tersebut bisa dilakukan dengan berperilaku hidup sehat termasuk menjaga kebersihan, menghindari hubungan seksual pra nikah, dan tidak berganti-ganti pasangan. Dia menerangkan IMS bisa diatasi dengan pemberian antibiotic dan tindakan operasi.

 

Adapun di RSUP dr Kariadi terdapat klinik VCT yang bisa digunakan untuk mendeteksi dan memeriksa IMS. Sebelum menikah pasangan juga dianjurkan untuk screening.

 

''Segera berobat bila ada gejala-gejala IMS. Jangan mengobati diri sendiri dengan antibiotik tanpa resep dokter,'' tandasnya. (sr- )

 

IMS Intai Pelaku Seks Bebas

Navigation