Artikel Kesehatan


22-01-2013 | Hit : 3804

Nyeri pinggang bisa dialami oleh siapa saja. Pada mereka yang usianya sudah mencapai kepala empat, penyakit tersebut bisa menjadi momok utama. Nyeri pinggang bukan sesuatu yang berbahaya, namun jangan pula diremehkan. Karena bisa jadi Anda terkena Hernia Nucleus Puposus atau HNP. 
Sakit Punggung
 
Saat nyeri pinggang datang, penanganan pertama yang mudah adalah beristirahat dan memberikan sesuatu yang hangat ke tubuh. Mulai dari minum ramuan tradisonal (rempah) seperti jahe atau mengolesi bagian yang nyeri dengan balsem ataupun obat penghangat lain. Tak butuh waktu lama, nyeri akan hilang. Namun ada kalanya penanganan sederhana itu tidak mempan.
 
Sakit justru menjalar ke paha dan betis bagian belakang. Dampaknya tentu sangat mengganggu aktivitas dan menurunkan produktivitas kerja karena untuk bergerak pun jadi susah. Saat kondisi demikian, perneriksaan ke dokter harus dilakukan mulai dari rontgen atau foto x-ray sampai pcmcriksaan magnetic resonance imaging (MRI). Kemungkinan Anda memang menderita HNP atau yang dalam bahasa awam disebut saraf kejepit. 
 
Angkat junjung 
 
Sebenarnya apa sih IINP? Spesialis saraf dari RSUP Kariadi, Dr Hexanto Muhartomo Sp.S M.Kes mengungkapkan, tulang belakang manusia tersusun atas ruas-ruas tulang yang dihubungkan menjadi satu kesatuan melalui persendian, mulai dari daerah leher sampai tulang ekor. Ruas tulang yang di atas dihubungkan dengan ruas di bawahnya oleh sebuah bantalan yang disebut diskus intervertebralis (persendian pada tulang belakang).
 
Di dalam bantalan ruas tulang belakang tersebut, terdapat suatu bahan pengisi seperti jeli kenyal yang disebut nuklcus pulposus. Bantalan tersebut memunglcinkan tulang belakang dapat bergerak lentur, Jika nukleus pulposus keluar dari dalam bantalan melalui dinding bantalan yang lemah, maka nukleus pulposus masuk ke dalam rongga ruas tulang belakang. Keadaan inilah yang disebut saraf terjepit. "HNP bisa terjadi karena banyak hal. Yang paling umum adalah angkat junjung yang terlalu berat tanpa metode yang tepat.
 
Saat muda dampak angkat junjung belum terasa dan pada usia 40-an baru muncul dampaknya. Sebab lain diantaranya karena sikap duduk yang salah, batuk yang berkepanjangan dan lain-lain," ujar Dr Hexanto. Setelah pemeriksaan intensif, dokter biasanya akan meresepkan obat antinyeri yang dibarengi dengan fisioterapi. Bentuk fisioterapi sebagai misal tidur di tempat yang rata dan keras seperti papan tanpa menggunakan bantal. Penderita juga disarankan menggunakan korset untuk penahan saat melakukan aktivitas terutama angkat junjung. Pada fase kronis perlu fisiotherapi untuk gcrakan meregang dan menekuk beserta pemanas atau diatermi. 
 
Namun obat-obatan serta fisioterapi tidak cukup bila kondisi sudah parah berdasarkan pemeriksaan MRI. Sebagai misal adanya gangguan tcrhadap proses buang air besar maupun kencing atau terjadi pelemahan otot. Dalam hal ini otot yang mengecil tidak sesuai dengan yang sehat di sisi lainnya atau bahkan terjadi pembengkokan tulang belakang sebagai kompensasi tubuh terhadap nyeri.
 
Tujuan operasi di sini adalah untuk membebaskan saraf yang terjepit. Sebagai antisipasi, Dr Hexanto punya tips agar terbebas dari ancaman HNP. Hal-hal yang ringan namun bisa berakibat fatal mesti dihindari. Sebagai misal angkat junjung harus menggunakan teknik yaitu tubuh tetap dalam kondisi tegak. Selain itu saat turun tangga harus pelan-pelan. Demikian pula jika terserang batuk. Tip lainnya saat buang air besar jangan mengejan terlalu keras. Untuk itu pola hidup sehat dengan banyak mengkonsumsi serat ikut berpengaruh supaya buang air menjadi lancar dan rutin. (msi) 

Navigation