Artikel Kesehatan


15-01-2018 | Hit : 27

Jatuh pada lansia

Dr. Yudo Murti Mupangati, Sp.PD 

KSM Penyakit Dalam RSUP Dr. Kariadi

 

 

  1. Pendahuluan

Jatuh pada orang tua umum terjadi dan merupakan faktor utama yang mengancam kemandirian pada seorang usia lanjut. Jatuh sering terjadi tanpa mendapat perhatian secara klinis karena berbagai alasan:

  1. Pasien tidak pernah mengatakan kejadian jatuh pada tenaga kesehatan
  2. Tidak timbul luka akibat jatuh
  3. Petugas kesehatan lupa menanyakan tentang riwayat jatuh kepada pasien
  4. Petugas kesehatan atau pasien percaya bahwa jatuh merupakan bagian yang tidak terelakan dari proses menua
  5. Terapi perlukaan akibat jatuh sering tidak meliputi kajian mengenai penyebab jatuh (1)

Pada pasien usia lanjut , risiko untuk jatuh meningkat. Angka kejadian pada pasien dengan usia lebih dari 65 tahun sebesar   30 %, dan pada pasien lebih dari 80 tahun sebesar 50 % setiap tahunnya. (4)

 

  1. Komplikasi Jatuh
  2. Fear of Falling (Sindroma kecemasan setelah jatuh /Post Fall anxiety Syndrome)(1)
  3. Perlukaan baik jaringan lunak atau patah tulang
  4. Perawatan di Rumah Sakit
  5. Disabilitas (Penurunan mobilitas)
  6. Penurunan status fungsional /penurunan kemandirian
  7. Peningkatan penggunaan sarana pelayanan kesehatan
  8. Meninggal dunia (3,4)

 

 

     III.  Pencegahan Jatuh

Pencegahan jatuh membutuhkan dukungan dari keluarga. Komunikasi risiko jatuh diantara pengelola pasien dengan pasien dan keluarga adalah elemen utama dari program pencegahan jatuh (2)

 

Kajian faktor risiko

Pasien yang memiliki risiko jatuh adalah:

  • Pasien dengan gangguan kognitif
  • Kelemahan dan kesulitan dalam berpindah, gaya berjalan dan  keseimbangan (gangguan mobilitas)(4)
  • Pasien dengan kebutuhan sering ke toilet karena sering kencing, ngompol , atau diare
  • Penggunaan obat-obat yang memiliki berisiko jatuh
  • Riwayat jatuh sebelumnya di rumah
  • Depresi
  • Dizzines (Gliyeng)
  • Gangguan fungsional
  • Faktor lingkungan
  • Usia yang sangat lanjut

Salah satu cara mudah yang dapat dipakai untuk mengetahui bahwa seseorang mempunyai kecenderungan jatuh atau adanya gangguan keseimbangan adalah sebagai berikut:

 

 

Pengamatan

 

 

 

Respon

Normal

Adaptasi

Abnormal

 

1. Keseimbangan duduk

 

 

 

 

 

Stabil

 

 

 

 

Memegang kursi untuk mempertahankan supaya pasien tegak

 

 

 

 

Melorot dari kursi

 

 

2. Keseimbangan berdiri segera setelah duduk

Stabil tanpa memegang alat bantu berjalan atau obyek lain untuk mendukung

Stabil, tetapi menggunakan alat bantu untuk berjalan atau obyek lain untuk mendukung

Tanda lain ketidakstabilan

3.Keseimbangan berdiri

Stabil , dapat berdiri dengan kaki bersama –sama tanpa ada obyek yang mendukung

Stabil tapi tidak dapat dengan dua kaki bersama

Beberapa tanda ketidakstabilan atau berpegangan pada  suatu obyek

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. Kiel DP. Fall in older persons : risk factors and person evaluation. Available at: https://www.uptodate.com/contents/falls-in-older-persons-risk-factors-and-patient-evaluation?source=see_link&sectionName=FALLS%20RISK%20ASSESSMENT&anchor=H21#H21
  2. King Mary B. Fall. In: Halter BJ, Outbender JG, Tinetti ME, Studentei S, High KP, Asthana S, eds. Hazzards’s Geriatric Medicine and Gerontology 6th edition. New York, 2009: 659-664
  3. Andayani R, Mupangati YM. Dalam : Hadi Martono, Pranarkan K. Buku Ajar Boedhi Darmojo Geriatri (ilmu kesehatan usia lanjut). Jakarta: Balai penerbit FK UI, 2009.
  4. Kado, DM, Slater D. Falls & mobility disorders. In : William BA, Chang A, eds. Current diagnosis & treatment Geriatric 2nd New York: Mc Graw Hill:150-159

Navigation