Berita Terbaru


13-03-2018 | Hit : 92

KENALI SEJAK DINI PENYAKIT GINJAL PADA ANAK
TALKSHOW di TVRI DALAM RANGKA HARI GINJAL SEDUNIA
Oleh: DR. dr. Omega Mellyana, SpA(K)
SEMARANG, 13 MARET 2018

Organ ginjal merupakan organ penting dalam tubuh kita setelah jantung,dan otak serta hati. Fungsi ginjal sendiri meliputi menyaring zat-zat yang tidak berguna yang terlarut dalam darah untuk dibuang melalui kencing, mengeluarkan kelebihan cairan, mengeluarkan kelebihan cairan, menjaga kesimbangan asam basa dalam tubuh, menghasilkan hormon untuk mengatur tekanan darah, mematangkan sel darah merah dan menjaga kesehatan tulang. Keunikan organ ginjal ini adalah bahwa sekali sel-sel dalam organ ginjal ini rusak maka sel-sel tidak bisa diperbaiki kecuali semakin rusak dan mempertahankan sel yang masih baik agar tidak jatuh dalam kondisi gagal ginjal, sehingga pencegahan lebih baik dari pada pengobatan.

undefinedtvri
Sebagian besar orang/masyarakat mengira bahwa sakit ginjal hanya milik orang dewasa, namun pada kenyataannya banyak anak menderita sakit ginjal.
Menurut data selama 3 tahun di RSUP dr. Kariadi dari tahun 2015 – 2017 didapatkan sebanayk 566 penderita dengan diagnosis utama maupun diagnosis komorbid penyakit ginjal dan atau hipertensi dengan rata-rata 189 kasus per tahun pasien rawat inap. Prevalensi laki-laki dan perempuan 1,5: 1.

Kasus sindrom nefrotik merupakan kasus paling banyak (213/566 anak;37,6%) diikuti oleh kasus kasus hematologi yang melibatkan ginjal seperti keganasan darah dan thalasemia. Sebaran penyakit berdasarkan usia, penyakit ginjal anak banyak menyerang anak-anak usia 5-12tahun (37,6%), diikuti oleh anak balita (29,3%)dan remaja (29%) dengan persentase yang hampir seimbang. Penderita gagal ginjal anak yang membutuhkan cuci darah juga semakin banyak ditemukan dengan adanya peningkatan layanan kesehatan dan kemajuan diagnostik dari tenaga kesehatan. Penderita penyakit ginjal stadium akhir yang menjalani dialisis ada kurang lebih 13 orang sedangkan di RSUP dr. Kariadi sebanyak 9 anak dengan 5 anak perempuan dan 4 anak laki-laki, Usia remaja didapatkan pada 6 kasus dan 3 kasus usia dibawah 12 tahun. Penyebab gagal ginjal tahap akhir ini bervariasi dengan dominasi kelainan kongenital (5 anak) seperti prevalensi yang terjadi di dunia, dan glomerulonefritis (dua anak: satu dengan lupus, dan Henoch schonlein purpura) serta tidak diketahui penyebabnya.

Tidak mudah untuk menegakkan diagnosis penyakit ginjal pada anak sejak dini. Proses anamnesis adalah hal yang sangat penting. Riwayat kehamilan dan persalinan perlu ditanyakan dengan detail. Riwayat kelahiran prematur, air ketuban dengan jumlah sedikit, hasil USG saat kehamilan yang menunjuukkan gambaran sistem ginjla dan salurankemih yang bermasalah (misalnya ginjal satu, ada duplikasi saluran ginjal, ginjal kecil atau ginjal berkista dsb)
Selanjutnya dengan menanyakan proses persalinan dan menemukan kelainan yang dibawa sejak lahir. Misalnya : adanya gangguan nafas saat lahir (asfiksia), ditemukan benjolan di daerah perut, bentuk alat genitalia/kemaluan yang tidak normal seperti fimosis, sinechia vulva atau vagina, lubang kencing yang di atas atau di bawah, benjolan di punggung baik berupa lipoma atau anal dimple (atau cekungan menyerupai anus).

Pemeriksaan selanjutnya dalah setelah bayi lahir , pemantauan pertumbuhan perlu dilakukan tiap bulan, apakah bayi naik sesuai pita pertumbuhannya atau mengalami gagal tumbuh, anak panas berulang, kencing mengejan, atau mengompol sampai batas usia 5 tahun, atau volume kencing berlebihan.

Setelah anak di atas usia 5 tahun masih mungkin terjadi kelainan infeksi saluran kencing dimana anak sudah bisa mengeluh misalnya kencing sakit, tidak tuntas atau sering menetes, atau kencing berkurang dan badan bengkak, atau kencing berbusa atau keruh sampai seperti nanah, atau kencing warna merah.


Gejala penyakit ginjal usia muda kemungkinan gejal bisa tidak tampak jelas. Sehingga diharapakn anak-anak diatas usia 3 tahun sudah melakukan skrining pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kencing terlebih apabila dalam keluarga didapatkan orang tua dengan gagal ginjal, dan hipertensi. Pada penyakit ginjal stadium lanjut ditandai dengan anak mulai tidak mau makan, badan lemah, tampak pucat , mual muntah, tekanan darah meningkat, kesadaran menurun, bahkan bisa terajdi bengkak dan sesak nafas.
Anak-anak atau remaja dengan obesitas mempunyai kecenderungan terjadi penyakit ginjal kronik diantaranya adalah hipertensi dan proteinuria.


Penyakit ginjal yang sering pada anak di bawah lima tahun berkaitan dengan kelainan sejak lahir seperti misalnya :
1. ISK Simpleks dan pyelonefritis
2. ISK kompleks (ISK dengan kelaiann struktur dan fungsi)
3. Hipospadi, fimosis
4. Hidronefrosis hidroureter-?uropati obstruktif
5. Spina bifida ?neurogenic bladder
6. Gangguan ginjal akut (terutama anak-anak dengan diare dehidrasi berat, gagal nafas dll)


Penyakit ginjal yang sering terjadi pada anak usia 5 – 12 tahun adalah:
1. Sindrom Nefrotik
2 .Sindrom nefritik akut (glomerulonefritis paska infeksi streptokokus)
3. Hipertensi
4. Gangguan ginjal
5. Penyakit ginjal kronik


Penyakit ginjal yang sering menyertai anak usia remaja adalah:
Penyakit-penyakit seperti nefritis upus, hipertensi, glomerulonefritis, gagal ginjal


1. Nefritis Lupus
Lupus eritematosus sistemik (LES)diperkirakan mempunyai insisden 0,36-0,9 per 100.000 anak per tahun. LES merupakan penyakit autoimun kronik yang ditandai dengan terjadinya inflamasi multi sistem dan adanya antibodi yang terdeteksi dalam sirkulasi melawan antigen yang ada dalam tubuhnya sendiri. Keterlibatan pada organ ginjal disebut nefritis lupus dapat terjadi pada 2/3 kasus penderita dengan SLE dan akan meningkatakan anaka kesakitan dan kematian, Tanda khas Lupus diantaranya malar rash (kemerahan disekitar hidung dan mulut) serta rash lainnya, fotosensitif, luka di mulut, artritis non erosisf, pleuritis/perikarditis, gangguan saraf, gangguan sistem hematologi, gangguan sistem kekebalan, ditemukan Anti nuklear anti body (ANA) yang positif, gangguan ginjal. Penederita disebut nefritis lupus bila ditemukan adanya riwayat LES dan salah satu tanda dan gejala berikut: proteinuria, hematuria sedimen eritrosit atau lekosit tanpa adanya infeksi, hipertensi, dan penurunan fungsi ginjal, geangguan fungsi ginjal.
2. Ginjal polikistik

Ginjal polikistik adalah gangguan genetik ditandai dengan pembentukan kista di dalam ginjal. Ginjal polikistik bisa terdeteksi sejak dini dengan USG ginjal, bila terjadi saat dini bisa ditemukan bersammaan dengan kelainan hati. Namun penyakit ini dapat muncul pada usia muda walau saat bayi belum ditemukan. Ginjal polikistik menyebabkan kerusakan pada struktur ginjal menyebabkan ginjal membesar dan kehilangan fungsinya secara bertahap.

3. IgA Nephropati

IgA nephropati adalah salah satu peradangan ginjal yang bersifat kronis ditandai dengan kencing warna merah yang terus menerus. Kelainan di ginjal ditandai dengan adanya deposisi kompleks imun IgA di glomerulus ginjal yang hanya tampak dengan pemeriksaan mikroskop dan imunofluoresensi setelah biopsi ginjal. Kompleks imun ini akan mengganggu secara kronis fungsi ginjal yang akhirnya menjadi penyakit ginjal tahap akhir.
4. Hipertensi

Hipertensi/ Tekanan darah tinggi yang terjadi pada anak-anak di bawah lima tahun biasanya karena kelainan kongenital berupa adanya kekakuan pembuluh darah di ginjal (stenosis arteri renalis). Tekanan darah tinggi pada usia muda bisa terjadi karena Tekanan darah tinggi bersifat primer (tidak diketahui penyebabnya) atau sekunder (80 % karena kelainan ginjal) seperti penyakit radang ginjal glomerulonefritis. Hipertensi primer dapat dicetuskan oleh kebiasaan hidup yang tidak sehat misalnya pola makan yang tidak terkontrol (suka asin-asin), ngemil yang berlebiha, kurang OR dan aktifitas fisik serta obesitas. Pembiaran pola hidup tidak sehat menyebabkan munculnya penyakit metabolik termasuk hipertensi yang bila tidak diobati secara tepat dapat menyebabkan gangguan ginjal.
5. Diabetes

Diabetes yang sering terajdi pada usia muda adalah Diabetes Mellitus tipe 1. Anak dengan diabetes mellitus tipe 1 yang tidak terkontrol akan mengalami gagal ginjal setelah 10 tahun pemantauan. Diabetes atau penyakit gula adalah salah satu penyakit metabolik yang umum terjadi pada masyarakat, bahkan dapat diderita oleh usia muda. Anak-anak dengan obesitas mempunyai kecenderungan untuk mempunyai penyakit metabolik yang berisiko terjadinya penyakit ginjal.
6. Obat-obatan tertentu atau herbal tertentu
Obat-obat tertentu adalah golongan obat pengurang rasa nyeri atau sakit, antibiotik tertentu, dan obat penurun lemak dan asam urat. Minum-minuman dengan bahan perasa, penyegar dan pengawet harus dikonsumsi secara tidak berlebihan. Obat-obatan harus dikonsumsi dan dalam pemantauan Dokter atau Dokter spesialis.


Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal tahap akhir?
Bagi yang tidak ditemukan kelainan sejak lahir maka :
1. Biasakanlah hidup sehat dengan makan dan minum secukupnya untuk dewasa muda 2 liter /hari
2. Melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengukuran tekanan darah tiap 3 bulan sekali bila tidak ada faktor risiko dari orang tua
3. Minum obat sesuai anjuran dokter dan tidak minum obat sembarangan.
4. Kontrol teratur bila ditemukan tanda awal penyakit ginjal


Bagi anak-anak yang ditemukan adanya kelainan ginjal sejak lahir atau masa anak dan remaja awal;
1. Ikuti anjuran Dokter sesuai penyakit yang diderita
2. Melakuakn koreksi kelainan anatomi atau struktur saluran kemih dan ginjal bila memang diperlukan
3. Minum obat teratur dan tidak minum obat sembarangan
4. Mendampingi anak minum obat dan memberi semangat pada anak bahwa hidup sehat tetap bisa dilakukan untuk mempertahankan fungsi ginjal yang ada.

Navigation