Berita Terbaru


21-11-2017 | Hit : 50

salah satu kegiatan survey verifikasi ke-1 bersama surveyor KARS di Ruang Diklat RSUP dalam meningkatkan mutu dan pelayanan RSUP dr Kariadi. Foto: Humas


SEMARANG - Keterbukaan informasi yang dilakukan instansi publik menjadi kunci sukses pelayanan yang optimal bagi masyarakat. Hal itu dikemukakan Direktur Utama RSUP dr Kariadi, Dr Agus Suryanto SpPD-KP, MARS, MH.

"Peningkatan mutu jika sudah memenuhi standar pelayanan, maka harus mencapai srandar yang tinggi, harus tetap ditingkatkan mutunya. Begitu juga yang dilakukan RSDK (Rumah Sakir Dokter Kariadi)," terang Agus saat memberikan pengarahan di Aula Diklat RSUP dr Kariadi, Senin 19 November 2017.

Proses peningkatan mutu yang tak pernah berakhir, kata dia, akan memudahkan dalam menyesuaikan pelayanan kepada masyarakat. Seiring perkembangan zaman, masyarakat sekarang menurutnya lebih cerdas dalam mencari informasi. Hal itulah yang membuat tuntutan masyarakat semakin tinggi terhadap pelayanan publik.

"Zaman dulu kalau ke rumah sakit mau antri dan lainnya sudah pasrah, mau antri ya silakan. Zaman sekarang masyarakat sudah pandai, mau ke rumah sakit pasyi menuntut kenyamanan dan kecepatan. Selain itu juga ingin keramahan, disamping keselamatannya. Sehingga sebagai rumah sakit yang besar, harusa selalu meningkatkan apa yang diharapkan masyarakat. Bahkan harus melebihi apa yang diinginkan masyarakat," imbuh Agus.

Agus mencontohkan, di RSUP dr Kariadi sering dikeluhkan antre kamar berkepanjangan. Namun pihaknya kini sudah memiliki ruang transit standar kelas II. Bahkan, jika ada pasien rujukan yang harus masuk RSUP, ada pelayanan terpadu yang menghubungkan sistem rujukan yang diawasi oleh petugas.

"Sekarang ketersediaan kamar sudah bisa diakses secara online. Masyarakat bisa tahu apakah tersedia atau tidak. Kita sangat terbuka. Jadi tidak ada yang ditutupi, sesuai dengan haknya silakan. Masalahnya kondisi saat ini tidak semua bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, karena sistem rujuk masih belum baik. Keterbatasan itulah yang mengesankan kami tidak optimal. Padahal tidak semua langsung bisa terpenuhi," terangnya.

Masalah sistim rujukan dan ketersediaan ruang menjadi masalah makro yang harus dipecahkan bersama untuk mengoptimalkan pelayanan dan mutu. "Sistim rujukan kami kebetulan menggunakan sistem yang sudah terintegrasi. Bisa online dan bisa dipandu. Seandainya tidak dikirim ke RSUP, tenaga kita bisa memandu dan memberi saran untuk penanganan sementara pada pasien dari rumah sakit perujuk. Yang paling penting, RSUP siap untuk konsultasi dalam 24 jam pelayanan," ulas Agus.

Agus juga mengajak kepada para pekerja di RSUP dr Kariadi untuk melakukan komunikasi yang ramah dan baik kepada masyarakat dan pasien. Dengan keterbukaan yang ada, serta cara komunikasi yang ramah, akan meningkatkan mutu pelayanan yang prima. (Humas)

Navigation