Artikel Kesehatan


14-06-2012 | Hit : 3618

 Penderita lupus jarang di temui di sekitar kita. Namun tahukah anda itu terjadi karena penyakit yang masuk kategori rematik ini sangat miterius dan sulit terdeteksi? Perlu pemeriksaan menyeluruh baru kemudian seseorang bisa ditetapkan mengidap lupus.

 

Lupus berasal dari bahasa latin yang memiliki arti serigala. Nama ini dipakai karena pada sebagian besar penderita akan mengalami gatal?gatal dan kemerahan pada muka dan bagian tubuh lain  saat terkena sinar matahari, seperti digigit serigala.

 

Dengan gejala yang demikian, penderita biasanya akan lari ke dokter kulit untuk berobat. Di sinilah letak misterius dari lupus. Karena penderita yang lain akan mengalami keluhan yang berbeda dengan penderita yang satunya. Ada yang merasa lemah seperti kurang darah, adapula yang yang sesak napas sehingga mengira memiliki gangguan paru-paru.

 

Dr Bantar Suntoko Sp.PS-KR dari RSUP Kariadi Semarang membagikan pengalaman ketika menangani seorang pasien lupus yang datang dengan keluhan sesak di dada. Ternyata, pasien tersebut memiliki banyak cairan di paru-parunya sehingga harus disedot. "Diagnosis pertama memang sakit paru-paru. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih menyeluruh, barulah diketahui kalau dia mengidap lupus. Tapi kebanyakan dari mereka memang akan datang ke dokter kulit karena mengalami ruam kemerahan di wajah dan bagian tubuh yang lain," kata Dr Bantar Suntoko.

 

Penderita lain ada yang datang dengan keluhan suhu tubuh mengalami panas yang tidak mau turun setelah cukup lama. Bahkan ada yang mengalami keluhan di jantung, sampai mengira mengidap kanker.

 

"Ini karena lupus memang menyerang setiap sendi. Penyakit ini terjadi karena autoimun seseorang yaitu suatu keadaan dimana sistem imun atau antibodi yang berguna untuk menangkal penyakit justru berlebihan sehingga menyerang bagian tubuh sendiri. Sebagai misal menyerang sel darah merah sehingga mengakibatkan anemia," jelas Dr Bantar.

 

11 klasifikasi

 

Di dunia kedokteran, terdapat sebelas klasifikasi untuk mengkategorikan seseorang terkena lupus atau tidak. Klaifikasi tersebut meliputi pertama malar/rash (ruam pada wajah), kedua lupus diskoid (ruam berbentuk bulatan menimbul di atas permukaan kulit dengan lapisan terkelupas), ketiga fotosensitif (ruam kulit timbul sebagai reaksi hipersensivitas terhadap sinar matahari, keempat ulserasi oral (terasa nyeri), kelima artritis (bengkak dan nyeri yang mengenai dua sendi atau lebih), keenam serositis (ada riwayat nyeri dan didapatkan bunyi gesekan).

 

Kemudian yang ketujuh kelainan ginjal, kedelapan kelainan neurologis (kejang), kesembilan kelainan hematologok (kelainan darah), kesepuluh kelainan immunologi (antibodi yang berlebih), dan kesebelas antibodi antinuclear .

 

Jika seseorang sedikitnya mengalami empat kelainan dari sebelas klasifikasi tersebut, maka sudah bisa dipastikan kalau ia mengidap lupus. Pemeriksaan yang dilakukan bukan saja dari kondisi fisik luar melainkan harus melalui pemeriksaan laboratorium.

 

Untuk pengobatan menurut Dr Bantar, segera setelah diagnosis pasien akan diberikan antibiotik untuk mengatasi demam, muntah, dan lain-lain. Untuk pengobatan menyeluruh membutuhkan proses yang cukup panjang sehingga diperlukan kesabaran.

 

Yang jelas penderita lupus juga harus mengubah pola hidup. Sebagai misal jika lupus menyerang saat terkena sinar matahari, maka penderita mestinya menutupi seluruh tubuh pada  pada saat di luar dan menggunakan sun block untuk bagian wajah, tangan dll. "Intinya pengobatan tergantung pada gejala yang muncul," kata Dr Bantar. (muslimah)

 

sumber: Warta Jateng 

Navigation