Berita Terbaru


04-04-2019 | Hit : 85

MANAJEMEN HIPERTERMI

Dwi Titik Widyaningrum

RUANG KEPODANG DASAR INSTALASI KUTILANG RSUP DR KARIADI

 

Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas titik pengaturan hipotalamus bila mekanisme pengeluaran panas terganggu (oleh obat dan penyakit) atau dipengarhui oleh panas eksternal (lingkungan) atau internal (metabolik). Hipertermi disebabkan oleh infeksi, suhu lingkungan yang terlalu panas atau campuran dari gangguan infeksi dan suhu lingkungan yang terlalu panas.Untuk pencegahan hipertermi bisa dengan cara slalu menjaga kesehatan lingkungan, penyediaan air minum yan memenuhu syarat,pembuangan kotora manusia pada tempatnya,pemberantasan lalat, pembuangan sampah pada tempatnya, pendidikan kesehatan pada masyarakat, pemberian iminisasi lengkap pada bayi,makan-makanam yang bersih dan sehat,makan- makan yang bersih dan sehat.

Demam terjadi karena ketidakmampuan mekanisme kehilangan panas untuk mengimbangi produksi panas yang berlebihan sehingga terjadi peningkatan suhu tubuh. Demam tidak berbahaya jika kurang dari 39 C, dan pengukuran tunggal tidak menggambarkan demam. Selain adanya tanda klinis, penentuan demam juga berdasarkan pembacaan suhu pada waktu yang berbeda dalam satu hari dan dibandingkan dengan nilai normal individu tersebut ( Potter and Perry, 2009).

Tindakan yang dilakukan untuk penanganan demam diantaranya adalah dengan menggunakan kompres menggunakan air. Akan tetapi banyak asumsi masyarakat lebih memilih menggunakan air dingin, cara ini diyakini dapat menurunkan panas tubuh. Kompres menggunakan air dingin justru akan meningkatkan suhu tubuh karena tubuh akan mengadakan kompensasi akibat adanya suhu yang terlalu dingin.

Penatalaksanaan lain yang biasa digunakan masyarakat untuk pasien hipertermi adalah dengan memberikan pakaian tebal pada penderita. Hal ini justru akan meningkatkan suhu tubuh karena panas tubuh tidak bisa keluar.

Berdasarkan pemikiran tersebut sehingga kami ingin berbagi informasi bagaimana menangani pasien dengan hipertermi. Masyarakat diharapkan dapat memberikan pertolongan pertama pada pasien hipertermi dan memberikan kenyamanan pada pasien hipertermi.

Penanganan hipertermi yang dpaat dilakukan masyarakat luas diantaranya dengan rehidrasi cairan, menggunakan teknik kompres yang benar, menggunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat, meningkatkan konsumsi makanan. Penderita demam tidak harus dibawa ke layanan kesehatan bila dengan teknik ini demam dapat teratasi.

Navigation