Artikel Kesehatan


04-10-2017 | Hit : 14

Mengenal Hipertensi

Dr. Arwedi SpPD KGH

KSM PENYAKIT DALAM RSUP Dr. KARIADI

Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan penyakit tekanan  darah tinggi merupakan penyakit yang cukup banyak terdapat di Indonesia. Riset kesehatan Dasar ( Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang berusia di atas 18 tahun mencapai 25,8 persen dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Sedangkan hasil Survei Indikator Kesehatan nasional 2016 menunjukkan angka tersebutmeningkat menjadi 32,4 persen. Dari survey tersebut juga menyebutkan bahwa hanya sekitar 9,4 persen  yang periksa ke petugas kesehatan dan hanya 0,7persen yang minum obat anti hipertensi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kurang memahami penyakit hipertensi ini.

Banyak anggapan yang kurang tepat berkembang di tengah masyarakat perihal penyakit ini. Hipertensi terjadi akibat makan daging berlemak ( seperti daging kambing), hipertensi hanya menyebabkan sakit kepala sehingga tidak berbahaya, obat darah tinggi menyebabkan ketergantungan dan merusak ginjal dan lain sebagainya.

Benarkah demikian ?

 

Apa itu Hipertensi

Seseorang didiagnosa menderita hipertensi jika tekanan darah ≥140/90 mmhg dengan dua kali pengukuran di kesempatan yang berbeda. Tekanan darah kita dikelompokkan menjadi beberapa derajat berdasarkan tingginya tekanan darah pada saat pengukuran.

 

Tabel 1. Klasifikasi Tekanan Darah

 

Klasifikasi Tekanan Darah

 

TD Sistolik

 

 

 

 

TD Diastolik

 

 

Normal

Pra Hipertensi

Hipertensi derajat 1

Hipertensi derajat 2

<120

120-139

140-159

≥160

Dan

Atau

Atau

Atau

< 80

80 – 89

90 – 99

≥ 100

                                                                                                                        JNC 7

 Mereka yang tekanan darahnya masuk kategori pra hipertensi memiliki risiko dua kali untuk menjadi hipertensi dan penyakit jantung di kemudian hari di bandingkan yang tekanan darahnya normal.

Penyakit hipertensi ini berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi dua kelompok yaitu :

  • Hipertensi Esensial /hipertensi primer:

hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya.

Sebagian besar penderita hipertensi termasuk kelompok ini.

  • Hipertensi sekunder :
  • Hipertensi karena gangguan ginjal dan pembuluh darahnya
  • Hipertensi karena hormonal
  • Hipertensi karena obat 

 

Komplikasi Hipertensi

Berdasarkan data survey tahun 2014, hipertensi berkomplikasi merupakan salah satu penyebab kematian nomor 5 tertinggi di Indonesia.Setiap tahun 8 juta penduduk dunia meninggal karena hipertensi.

Hipertensi yang tidak mendapat penanganan yang baik akan  merusak organ tubuh kita yang penting seperti mata, ginjal, jantung  . Kerusakan organ ini dapat berakibat fatal dan bahkan membawa kematian seperti :

  • Stroke
  • Penyakit jantung koroner
  • Gagal jantung
  • Gagal ginjal
  • Sumbatan pembuluh darah kaki

 

 

Pengobatan Hipertensi

Penderita hipertensi harus mendapatkan pengobatan untuk dapat mencapai target tekanan darah ( < 140/90mmHg) dan agar terhindar dari komplikasi hipertensi.

Pengbatan hipertensi meliputi 2 bagian yaitu :

 

  • Penatalaksanaan non medikamentosa/ perubahan gaya hidup
  • Menurunkan berat badan
  • Olah raga secara teratur.
  • Diet rendah garam
  • Mengurangi konsumsi alcohol berlebih.
  • Berhenti merokok
  • Meningkatkan konsumsi buah dan sayuran serta mengurangi asupan lemak.
  • Penatalaksanaan Medikamentosa

Saat ini tersedia berbagai pilihan obat anti hipertensi yang tidak hanya menurunkan tekanan darah tetapi juga sekaligus memelihara fungsi ginjal , otot jantung dan permbuluh darah. Untuk mencapai tekanan darah yang diinginkan ( < 140/90mmHg) kadang diperlukan sampai 2-3 obat anti hipertensi.  Pemberian obat antihipertensi ini aman jika dipantau oleh petugas kesehatan dan harus diminum setiap hari secara terus-menerus. Dokter akan menyesuaikan dosis obat sampai target tekanan darah tercapai.

Obat hipertensi tidak akan menyebabkan ketergantungan tetapi justru kondisi fisik seseorang lah yang menyebabkan orang tersebut tergantung pada obat antihipertensi untuk mempertahankan tekanan darahnya tetap  normal.

Pada beberapa orang, setelah menjalani perubahan gaya hidup / pengobatan non medikamentosa tekanan darah tinggi ini dapat turun mencapai target sehingga tidak memerlukan lagi pengobatan dengan obat-obatan. Tetapi pada sebagaian besar penderita hipertensi harus tetap mengkonsumsi obat antihipertensi selama hidupnya untuk mengontrol tekanan darahnya tetap stabil <140/90 mmHg.

 

Pencegahan Hipertensi

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jika ingin terhindar dari penyakit ini maka kita harus mengubah gaya hidup kita menjadi gaya hidup sehat sedini mungkin ,  yaitu :

  • Mengurangi konsumsi garam dan MSG / vetsin
  • Mengkonsumsi makanan sehat tinggi serat dan rendah lemak.
  • Berhenti merokok
  • Berolah raga teratur
  • Menurunkan berat badan jika berat badan berlebih.
  • Mengurangi minuman beralkohol.

 

Penutup

Hipertensi merupakan penyakit yang dapat berakibat fatal bahkan dapat menyebabkan kematian namun dapat dicegah dan diobati. Pentingnya untuk memeriksakan diri secara rutin ke petugas kesehatan dan mendapatkan pengobatan yang tepat agar terhindar dari komplikasi hipertensi .  Gaya hidup sehat terbukti dapat mencegah penyakit hipertensi. Kurangi asupan garam , berhenti merokok dan perbanyak aktifitas fisik jika ingin terhindar dari Hipertensi.

Navigation