Artikel Kesehatan


04-10-2017 | Hit : 12

MERAWAT DAYA INGAT DI USIA LANJUT

Dr. Rachmawati, Sp.KJ

KSM PSIKIATRI RSUP dr. KARIADI SEMARANG

 

          Saat kita beranjak tua kita mengalami perubahan fisiologis yang dapat menyebabkan gangguan dalam fungsi otak kita. Kita membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar dan mengingat informasi. Kita sering lupa meletakkan kunci, lupa nama seorang kenalan, atau lupa nomor telepon.

Terkait  hal ini mari kita bahas lebih lanjut tentang :

  • Mengenal memori dan cara kerjanya
  • Kecerdasan pada usia lanjut
  • Pelupa, pikun dan demensia
  • Merawat daya ingat usia lanjut

MEMORI / DAYA INGAT

Memori adalah  istilah yang  sangat akrab dengan kehidupan kita. Memori mengatur sebagian besar aspek kehidupan kita. Sikap dan perilaku kita sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu. Memori berjalan dari masa  lalu ke masa depan, menyusun sejarah hidup manusia, menentukan makna kehidupan kita.

Memori dan proses belajar merupakan satu kesatuan. Belajar merupakan proses untuk memperoleh informasi atau pengetahuan baru, sedangkan memori adalah proses penyimpanan informasi tersebut serta dapat mengingatnya kembali bila dibutuhkan

Proses memori merupakan kegiatan otak yang kompleks dan sistematis, terdiri  :

  1. Encoding

Pada proses ini ,informasi dari dunia luar dicatat dan ditera untuk selanjutnya didistribusikan ke unit penyimpanan sementara

  1. Konsolidasi

Pada proses ini informasi yang masuk akan diolah dan selanjutnya disimpan secara lebih permanen

  1. Retrieval

Merupakan proses memanggil kembali informasi yang telah disimpan. 

Kerja otak dalam memproses informasi sangat rapi dan terstruktur. Peristiwa yang bermakna dan emosional akan terekam lebih dalam ketimbang kejadian selewat. Informasi yang sering digunakan atau diulang ulang akan tersimpan lebih kuat.

      Berdasarkan lamanya penyimpanan, memori dibedakan menjadi  :

  1. Memori segera ( immediate ), informasi hanya tersimpan dalam waktu yang sangat singkat yakni beberapa detik sampai menit.
  2. Memori jangka pendek ( short term ), di sini informasi dapat bertahan beberapa menit sampai jam.
  3. Memori baru ( recent ), mencakup peristiwa antara beberapa jam sampai minggu
  4. Memori jangka panjang ( remote ), mencakup kejadian beberapa bulan sampai bertahun-tahun.

Menurut isinya, memori dibedakan atas :

  1. Memori episodik, berisi rekaman fakta dari peristiwa kehidupan. Bersifat lebih superfisial dan lebih mudah hilang
  2. Memori semantik, berisi pengetahuan dan makna dari berbagai kejadian. Lebih awet dan mudah diingat ketimbang episodik
  3. Memori prosedural, berisi kegiatan rutin sehari hari yang bersifat keterampilan. Memori ini paling awet, sulit hilang.

 

KECERDASAN PADA USIA LANJUT

  • Secara biologik proses menua menyebabkan kemunduran fungsi organ organ termasuk otak. Terjadi penyusutan volume otak dan penurunan jumlah sel sel neuron pada daerah otak tertentu.
  • Secara fungsional terjadi kemunduran dalam kecepatan belajar, kecepatan memproses informasi baru, dan kecepatan bereaksi terhadap stimulus kompleks
  • Mudah lupa dan sulit mempelajari pengetahuan baru merupakan keluhan yang seringkali disampaikan oleh mereka yang memasuki usia lanjut

LUPA

  • Lupa adalah suatu keadaan dimana informasi yang pernah dipelajari tidak dapat dikeluarkan pada waktu dibutuhkan
  • Lupa bisa merupakan gejala gangguan fungsi kognitif akibat penyakit fisik misalnya; gegar otak, tumor otak, gagal ginjal kronis, penyakit lever kronis, defisiensi vitamin B1,B2,B6,B12.
  • Lupa bisa terjadi akibat pemakain berlebih obat-obat tertentu ( obat tidur, antihipertensi, alkohol, logam berat )
  • Lupa bisa sebagai akibat problem kejiwaan, khususnya depresi
  • Lupa sebagai bagian dari proses degeneratif yang disebut, DEMENSIA

 

TAHAP PENURUNAN DAYA INGAT PADA USIA LANJUT

  1. Mudah lupa terkait usia lanjut (age associated memory impairment ).

Merupakan gangguan daya ingat ringan pada usia lanjut, seringkali dianggap normal sebagai bagian dari proses menua, gejalanya adalah:

  • Proses berpikir lamban dan sulit berkonsentrasi
  • Sulit mempelajari informasi baru
  • Memerlukan isyarat bantu untuk mengingat
  • Mudah lupa nama benda atau orang
  • Lebih sering menjabarkan bentuk atau fungsi ketimbang menyebutkan namanya

 

  1. Penyakit mudah lupa ( Mild Cognitive Impairment = MCI )

Gangguan fungsi kognitif pada tahap ini terlihat lebih nyata. Gejala utamanya adalah gangguan pada memori jangka pendek, penderita sering lupa terhadap kegiatan yang baru saja terjadi, mengulang ulang pernyataan. Selain itu penderita juga tidak mampu memanfaatkan isyarat untuk menggali ingatan. Meskipun demikian penderita masih dapat menjalankan fungsi kehidupan sehari-harinya dengan baik.

            MCI, merupakan pertanda dini dari Demensia. Lebih dari 50% penderita MCI berkembang menjadi Demensia dalam 3 sampai 5 tahun

 

  1. Demensia
  • Adalah gangguan fungsi kognitif yang luas dan bersifat ireversible. Ditemukan proses degeneratif luas di otak. Penyebab tersering adalah Penyakit Alzheimer ( 60% ) dan Demensia Vaskuler (20%)
  • Gejala yang menonjol adalah gangguan berat pada memori jangka pendek, disertai gangguan fungsi kognitif lain seperti gangguan orientasi, tidak mampu mengenali benda, gangguan berbahasa, kehilangan kemampuan praktis sehari hari, dan sebagainya. Penderita demensia mengalami penurunan progresif dalam fungsi psikososialnya
  • Gejala lain adalah gangguan mental dan perilaku; agresif, kasar, pemarah, kekanak kanakan.

 

MERAWAT DAYA INGAT DI USIA LANJUT :

  • Program LUPA

            - L = Latihan

            - U = Ulang – mengulang

            - P  = Perhatian atau konsentrasi

            - A = Asosiasi

  • Melatih kebugaran otak dengan mengisi teka teki, bermain catur, membaca
  • Membiasakan mencatat kegiatan harian
  • Olah raga secara teratur, ikuti senam lansia
  • Pola makan sehat, istirahat cukup, rekreasi
  • Melibatkan diri dalam aktivitas sosial/ organisasi

 

Sumber: Pedoman Pembinaan Keswa Lansia, DepKes RI, 2001

Navigation