Berita TerbaruArtikel Kesehatan


01-02-2019 | Hit : 181

Mitos dan Fakta Pola Makan Ibu Hamil

Kehamilan merupakan kabar yang menggembirakan bagi semua calon ibu, begitu pula untuk keluarga dan orang-orang terdekat. Perhatian seringkali diungkapkan kepada calon ibu dengan berbagai nasihat dan himbauan. Perlu kita ketahui apakah beberapa hal yang dipercayaibermanfaat atau bahkan merugikan untuk kehamilan tersebut sesuai dengan bukti medis, supaya ibu hamil lebih bijak dalam menentukan pola makannya.

“Ibu hamil harus makan untuk dua orang”. Hal ini sering menjadi alasan untuk ibu hamil makan dengan porsi besar dan sering, demi pertumbuhan janin. Memang benar ibu hamil harus makan lebih banyak daripada biasanya, namun tidak sampai dua kali lipatnya. Penambahan asupan makanan yang disarankan untuk ibu hamil adalah sebesar kurang lebih 70 kkal/hari untuk usia kehamilan 0-3 bulan, 250 kkal/hari untuk usia kehamilan 3-6 bulan, dan 500 kkal untuk usia kehamilan 6-9 bulan. Sebagai perbandingan, 500 kkal adalah sebanyak 1 porsi nasi lengkap dengan lauk pauknya. Sehingga jika ibu hamil makan hingga dua kali lipat dari biasanya, akan terjadi akumulasi kalori dan penambahan berat badan yang berlebih. Hal ini justru meningkatkan risiko terjadi beberapa komplikasi seperti diabetes atau hipertensi dalam kehamilan yang akan menimbulkan dampak buruk terhadap ibu maupun janin.

“Ibu hamil tidak boleh makan buah nanas”. Hingga kini belum ada bukti medis yang menunjukkan bahwa buah nanas mengandung zat berbahaya yang dapat mengakibatkan keguguran atau abortus. Meskipun buah nanas mengandung enzim bromelain yang bersifat proteolitik atau menghancurkan protein, kandungan zat tersebut sangat sedikit sehingga tidak berpengaruh pada janin. Nanas adalah buah yang kaya vitamin C, bahkan 1 mangkuk kecil nanas per hari dapat mencukupi kebutuhan vitamin C ibu hamil.

“Ibu hamil harus banyak makan kacang hijau supaya rambut bayi lebat”. Begitu pula dengan kacang hijau, belum ada bukti medis yang mendukung pendapat tersebut. Namun kacang hijau memang bermanfaat jika dikonsumsi oleh ibu hamil sebagai sumber protein, vitamin dan mineral yang baik.

“Ibu hamil minum air kelapa supaya kulit bayi bersih”. Air kelapa mengandung elektrolit yang baik diminum oleh ibu hamil, terutama jika ibu mengalami hiperemesis gravidarum atau mual muntah dalam kehamilan. Namun belum ada bukti medis dalam kaitannya dengan kulit bayi.

“Ibu hamil pasca melahirkan dilarang makan daging, ikan, telur atau susu supaya luka operasi cepat kering”. Daging, ikan, telur maupun susu merupakan sumber protein hewani yang diperlukan tubuh. Asupan protein yang tidak tercukupi justru dapat menimbulkan risiko penundaan penyembuhan luka ibu setelah melahirkan baik secara normal atau operasi.

Pola makan dan gaya hidup ibu merupakan penentu utamakesehatan bayi dan janin, bahkan dimulai sejak sebelum terjadi pembuahan. Penelitian-penelitian medis terkini menggarisbawahi pentingnya 1000 hari pertama kehidupan pada seorang anak (dari pembuahan hingga usia anak 2 tahun) dalam mencegah penyakit-penyakit di masa dewasa kelak. Nutrisi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral disertai aktivitas fisik yang cukup merupakan salah satu modal utama ibu dalam menjalani kehamilan yang sehat.

Hasil dari pola makan ibu hamil yang baik dapat dilihat dari kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Kedua hal ini dapat diketahui melalui pemeriksaan antenatal selama kehamilan ibu. Gizi yang baik siap mengawal ibu dari sebelum pembuahan, saat kehamilan, menyusui dan kesehatan anak-anak di masa mendatang.

  1. Febe Christianto, Sp.GK

Spesialis Gizi Klinik

RSUP dr.Kariadi Semarang

24-01-2019 | Hit : 181

MITOS DAN FAKTA POLA MAKAN IBU HAMIL

Oleh dr. Febe Christianto, Sp.GK dari RSUP dr.Kariadi Semarang

undefinedhamil

Sahabat sehat, kehamilan merupakan kabar yang menggembirakan bagi semua calon ibu, begitu pula untuk keluarga dan orang-orang terdekat. Perhatian seringkali diungkapkan kepada calon ibu dengan berbagai nasihat dan himbauan. Perlu kita ketahui apakah beberapa hal yang dipercayaibermanfaat atau bahkan merugikan untuk kehamilan tersebut sesuai dengan bukti medis, supaya ibu hamil lebih bijak dalam menentukan pola makannya.

“Ibu hamil harus makan untuk dua orang”. Hal ini sering menjadi alasan untuk ibu hamil makan dengan porsi besar dan sering, demi pertumbuhan janin. Memang benar ibu hamil harus makan lebih banyak daripada biasanya, namun tidak sampai dua kali lipatnya. Penambahan asupan makanan yang disarankan untuk ibu hamil adalah sebesar kurang lebih 70 kkal/hari untuk usia kehamilan 0-3 bulan, 250 kkal/hari untuk usia kehamilan 3-6 bulan, dan 500 kkal untuk usia kehamilan 6-9 bulan. Sebagai perbandingan, 500 kkal adalah sebanyak 1 porsi nasi lengkap dengan lauk pauknya. Sehingga jika ibu hamil makan hingga dua kali lipat dari biasanya, akan terjadi akumulasi kalori dan penambahan berat badan yang berlebih. Hal ini justru meningkatkan risiko terjadi beberapa komplikasi seperti diabetes atau hipertensi dalam kehamilan yang akan menimbulkan dampak buruk terhadap ibu maupun janin.

“Ibu hamil tidak boleh makan buah nanas”. Hingga kini belum ada bukti medis yang menunjukkan bahwa buah nanas mengandung zat berbahaya yang dapat mengakibatkan keguguran atau abortus. Meskipun buah nanas mengandung enzim bromelain yang bersifat proteolitik atau menghancurkan protein, kandungan zat tersebut sangat sedikit sehingga tidak berpengaruh pada janin. Nanas adalah buah yang kaya vitamin C, bahkan 1 mangkuk kecil nanas per hari dapat mencukupi kebutuhan vitamin C ibu hamil.

“Ibu hamil harus banyak makan kacang hijau supaya rambut bayi lebat”. Begitu pula dengan kacang hijau, belum ada bukti medis yang mendukung pendapat tersebut. Namun kacang hijau memang bermanfaat jika dikonsumsi oleh ibu hamil sebagai sumber protein, vitamin dan mineral yang baik.

“Ibu hamil minum air kelapa supaya kulit bayi bersih”. Air kelapa mengandung elektrolit yang baik diminum oleh ibu hamil, terutama jika ibu mengalami hiperemesis gravidarum atau mual muntah dalam kehamilan. Namun belum ada bukti medis dalam kaitannya dengan kulit bayi.

“Ibu hamil pasca melahirkan dilarang makan daging, ikan, telur atau susu supaya luka operasi cepat kering”. Daging, ikan, telur maupun susu merupakan sumber protein hewani yang diperlukan tubuh. Asupan protein yang tidak tercukupi justru dapat menimbulkan risiko penundaan penyembuhan luka ibu setelah melahirkan baik secara normal atau operasi.

Pola makan dan gaya hidup ibu merupakan penentu utamakesehatan bayi dan janin, bahkan dimulai sejak sebelum terjadi pembuahan. Penelitian-penelitian medis terkini menggarisbawahi pentingnya 1000 hari pertama kehidupan pada seorang anak (dari pembuahan hingga usia anak 2 tahun) dalam mencegah penyakit-penyakit di masa dewasa kelak. Nutrisi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral disertai aktivitas fisik yang cukup merupakan salah satu modal utama ibu dalam menjalani kehamilan yang sehat.

Hasil dari pola makan ibu hamil yang baik dapat dilihat dari kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Kedua hal ini dapat diketahui melalui pemeriksaan antenatal selama kehamilan ibu. Gizi yang baik siap mengawal ibu dari sebelum pembuahan, saat kehamilan, menyusui dan kesehatan anak-anak di masa mendatang.

Navigation