Artikel Kesehatan


17-01-2018 | Hit : 70

PELAYANAN REHABILITASI MEDIK DAN TUMBUH KEMBANG

Oleh:  dr.Intan Kartika Dewi, Sp.KFR

 

                        Pelayanan Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (KFR) di RSUP Dr Kariadi Semarang meliputi bidang Muskuloskeletal, Neuromuskuler, Pediatri, Kardiorespirasi dan Geriatri. Adanya harapan hidup yang panjang, penyakit degeneratif semakin banyak, serta layanan terhadap pasien anak yang makin meningkat, maka pelayanan KFR semakin dibutuhkan. Hal ini sesuai dengan falsafah KFR yaitu meningkatkan kemampuan fungsional seseorang sesuai dengan potensi yang dimiliki untuk mempertahankan dan atau meningkatkan kualitas hidup dengan cara mencegah atau mengurangi hendaya, disabilitas dan kecacatan semaksimal mungkin.

                        Tujuan layanan KFR adalah untuk mengembalikan fungsi pasien seoptimal mungkin sehingga dapat mandiri secara fisik, mental, sosial, dan ekonomi. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan pengkajian secara menyeluruh terhadap penyakit dan konsekuensi akibat penyakit tersebut serta bagaimana pengaruh keluarga, lingkungan sosial, tanggung jawab pekerjaan dan keadaan ekonomi, hobi, harapan dan impian terhadap penyakit yang diderita. Oleh karena itu perawatan pasien dalam KFR harus dilakukan secara menyeluruh.

            Titik berat layanan KFR adalah pada pencegahan disabilitas yang harus dilakukan sedini mungkin. Namun jika disabilitas telah terjadi, tetap diupayakan tingkat kemandirian seoptimal mungkin sesuai potensi yang dimiliki pasien, baik pada pasien anak maupun dewasa serta usia lanjut.

           KFR pada gangguan tumbuh kembang anak, menurut sensus penduduk tahun 2010, penduduk Indonesia 82 juta merupakan anak. Jumlah tersebut termasuk cukup besar karena mencakup hampir 30% dari total jumlah penduduk Indonesia. Sayangnya antara 2-4% anak di Indonesia menyandang disabilitas. Artinya sekitar 1,6-3,2 juta anak berusia 0-18 tahun adalah penyandang disabilitas. Menurut jenis disabilitasnya porsi terbesar pada disabilitas anak terdiri dari disabilitas fisik, diikuti disabilitas mental dan disabilitas wicara. Salah satu penyebab terbesar disabilitas adalah gangguan pada masa pertumbuhan dan perkembangan mereka. Hal ini sangat disayangkan karena anak inilah yang akan menjadi generasi penerus bangsa, sehingga pertumbuhan dan perkembangan optimal akan mempengaruhi kualitas generasi penerus bangsa.

                        Ada beberapa faktor yang mendasari masih tingginya angka anak dengan gangguan tumbuh kembang ini. Yang pertama, dengan kemajuan di bidang tatalaksana medis dimana bayi-bayi yang terlahir dengan kelainan bawaan banyak yang telah dapat diselamatkan walaupun dengan disabilitas. Yang kedua, perubahan pada lingkungan, terutama perubahan tempat tinggal di perkotaan seperti: apartemen, rumah susun, kemacetan dan polusi serta penggunan televisi juga maraknya penggunaan gadget telah mengurangi ruang gerak anak pada lingkungan. Yang ketiga, adanya perubahan pola asuh terutama banyaknya ibu yang bekerja sehingga anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan pengasuh dan sedikit waktu dengan orang tua kandung. Yang keempat, perubahan pada psikososial anak dimana anak kekurangan teman bermain dan kurangnya aktivitas fisik. Yang kelima, faktor pemahaman orang tua yang masih kurang mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.

           Dalam gangguan tumbuh kembang anak, falsafah KFR adalah meningkatkan kemampuan fungsional anak sesuai dengan potensi yang dimiliki untuk mempertahankan dan atau meningkatkan kualitas hidup dengan cara mencegah atau mengurangi hendaya, disabilitas dan kecacatan semaksimal mungkin. Tentunya kemampuan fungsional pada anak berbeda dengan kemampuan fungsional pada orang dewasa. Area kemampuan fungsional pada anak yang menentukan derajat kualitas hidupnya, meliputi: kemampuan melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari, aktivitas bermain dan mengisi waktu luang, hobi dan hiburan. Pada aktivitas kehidupan sehari-hari adalah tugas perawatan diri antara lain: kebersihan, berpakaian, makan, mobilitas, sosialisasi dan komunikasi. Sedangkan aktivitas bermain dan hiburan meliputi eksplorasi bermain dan performa bermain atau hiburan dalam aktivitas yang sesuai dengan usia anak. Untuk dapat melaksanakan fungsi tersebut harus ditunjang oleh berbagai sistem organ yaitu: organ sensorimotor, kardiorespirasi, gastrointestinal, kognisi/integrasi kognisi dan komponen psikososial.

           Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi merupakan rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Tengah, demikian juga untuk pelayanan KFR di Rumah Sakit Dr.Kariadi Semarang yang selama ini telah memberikan pelayanan kepada pasien baik pasien rawat inap maupun rawat jalan. Tim rehabilitasi medik di RSUP Dr. Kariadi terdiri dari: tujuh dokter spesialis KFR, dua perawat, dua puluh enam fisioterapis, delapan terapis okupasi, delapan terapis wicara, empat pekerja sosial medik, serta empat ahli orthotik prostetik.

           KFR memegang peranan penting dalam rehabilitasi pada anak dengan gangguan tumbuh kembang. Apabila terjadi gangguan fungsional pada anak akibat adanya penyakit atau cidera atau kelainan tumbuh kembang, akibat yang didapat akan lebih parah daripada gangguan yang terjadi pada orang dewasa. Kinerja fungsional orang normal didapat sejak usia kanak-kanak dan dipertahankan hingga mencapai usia dewasa.

           Dalam tatalaksana anak dengan gangguan tumbuh kembang, orang tua dan lingkungan ikut berperan serta baik dalam melakukan deteksi dini kelainan tumbuh kembang agar bisa dilakukan intervensi sedini mungkin. Apabila terjadi gangguan fungsional pada anak akibat penyakit atau cidera atau kelainan tumbuh kembang, pada anak yang tidak menjalani program rehabilitasi akan menjadi tidak mandiri (tergantung) sampai berpuluh tahun kemudian dan mengalami ketergantungan total. Kemandirian hidup, pendidikan dan produktivitas selama rentang kehidupan normal pada anak merupakan tujuan optimal yang ingin dicapai dalam program rehabilitasi.

           Peran KFR di RSUP Dr.Kariadi Semarang pada gangguan tumbuh kembang anak, seperti yang selama ini telah memberikan pelayanan pada pasien anak dengan kasus-kasus Cerebral Palsy (CP), Speech delayed/terlambat bicara, GDD (Global Developmental Delayed), Autis/Autism, ADHD/GPPH (Attention Deficit Hiperactivity Disorder/Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif), Cidera pleksus brachialis, CTEV(Congenital Talipes Equino Varus) dan gangguan deformitas kaki dan ankle, Sindroma down, DMP (Distrofia Musculorum Progresiva), dan lain-lain.

Strategi yang digunakan dalam tatalaksana KFR antara lain: pencegahan primer, mengurangi proses patologis, pencegahan terhadap komplikasi sekunder, peningkatan fungsi sistem yang terlibat, intervensi kognisi dan perilaku serta adaptasi lingkungan.

Dalam memberikan pelayanan KFR menerapkan enam nilai-nilai RSUP Dr.Kariadi yaitu: kepercayaan, integritas, peduli, profesional, efisien dan kebersamaan. Salam, senyum dan sapa serta kepedulian terhadap lingkungan dan pasien juga keluarganya dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada semua pasien di RSUP Dr.Kariadi Semarang.

Navigation