Artikel Kesehatan


14-06-2012 | Hit : 2775

Dulu, jika seseorang mendapat diagnosa terkena kanker dari dokter, dunia serasa kiamat bagi mereka. Kanker sama dengan kematian. Hal ini wajar apalagi penyakit ini sekarang sudah mengambil alih posisi penyakit jantung sebagai penyebab utama kematian di dunia.

 

Tapi seiring kemajuan teknologi kedokteran, harapan sembuh dari sakit kanker menjadi jauh lebih besar. Selain itu ada program prevensi dan deteksi dini yang memungkinkan pencegahan agar kanker tidak tumbuh menjadi ganas

 

Dr Darwito S.H.SpB(k) Onk dari RSUP Kariadi Semarang mengatakan, prevensi dan pencegahan dini dilakukan dalam bentuk yang berbeda. Sebagai misal pap smear untuk kanker leher rahim, mamografi dan pemeriksaan darah feses serta sigmoidoscopy atau kolonoscopy untuk kanker kolorectal.

 

"Hasilnya sangat memuaskan. Dengan pemeriksaan secara dini, angka kematian dan kecacatan karena kanker jauh menurun dibandingkan sebelumnya," ujar Darwito.

 

Untuk pengobatan kanker sendiri menurut Darwito, sekarang biasanya dilakukan secara menyeluruh meliputi pembedahan, kemoterapi, terapi gen, hormonal terapi, dan imuno terapi. Dari keseluruhan proses tersebut, yang tidak boleh dilewatkan adalah pembedahan. Fungsinya selain untuk diagnosa juga demi menentukan stadium dari penyakit kanker seseorang.

 

Suatu kanker tanpa pembedahan tidak bisa dilakukan terapi karena pembedahan antara lain untuk mengetahui macam sel, berapa derajat keganasan, dan lain sebagainya.

"Di masa yang akan datang, terapi ini mengarah pada minimal invasive dimana metode ini menggunakan cara mengangkat tumor dan menyisihkan organ?organ yang penting agar pasien masih memiliki fungsi sebaik mungkin. Jadi meski operasi dilakukan tapi kualitas hidup seseorang masih tetap baik. Dengan perkembangan ini, pasien tidak perlu takut lagi menjalani pembedahan," imbuh Darwito.

 

Adapun macam?macam pembedahan dalam kanker menurut Darwito dibedakan dalam delapan kategori meliputi pertama pembedahan pencegahan yang dilakukan untuk mengangkat suatu jaringan yang mempunyai kecenderungan menjadi ganas. Sebagai misal pengangkatan tahi lalat yang cenderung menjadi ganas.

 

Kedua pembedahan diagnostik yang bertujuan untuk kepentingan diagnosis yaitu dengan mengambil jaringan untuk dilakukan pemeriksaan di bawah mikroskop. Terapi definitif baru bisa dilakukan setelah ada pembedahan diagnosa.

 

Ketiga pembedahan stadium untuk menentukan stadium secara pasti yang dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik seperti besar tumor dan kondisi kelenjar getah bening. Keempat pembedahan penyembuhan yang bertujuan mengambil seluruh jaringan terkena tumor dengan harapan menurunkan bahkan meniadakan kekambuhan lokal. Dengan cara ini, terapi yang lain tidak perlu lagi dilakukan.

 

Kelima pembedahan pengurangan massa tumor. Metode ini dilakukan pada kasus dimana massa tumor sangat besar sekali sehingga menimbulkan kerusakan atau penekanan organ sekitarnya. Pertimbangannya karena tumor tidak bisa hanya sembuh dengan pembedahan.

 

Keenam pembedahan untuk meringankan penderitaan. Ketujuh pembedahan pendukung untuk terlaksananya terapi utama, dan terakhir adalah pembedahan restorasi   untuk mengembalikan fungsi, bahkan penampilan setelah pembedahan sebelumnya. Sebagai misal pada kanker payudara yang dilakukan pengangkatan seluruh payudara namun pasien masih ingin mempunyai bentuk payudara yang baik. [muslimah]

 

sumber: Warta Jateng  

 

Navigation