Artikel Kesehatan


17-10-2017 | Hit : 14

Pemeriksaan Elektroneuromiografi (ENMG)

Robby Tjandra Kartadinata, SpKFR

Instalasi Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUP dr. Kariadi Semarang

 

Pendahuluan

            Pemeriksaan elektroneuromiografi (ENMG) merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan pada sistem saraf tepi, yang meliputi pemeriksaan fungsi saraf dan otot. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan kecepatan hantaran saraf tepi (KHST) dan pemeriksaan elektromiografi dengan menggunakan jarum pada otot (EMG).

            Banyak penyakit yang menimbulkan gangguan pada fungsi saraf tepi dan atau otot memerlukan pemeriksaan ENMG, agar dapat menilai adanya gangguan fungsi pada saraf tepi dan atau otot. Pemeriksaan ini biasanya diminta oleh dokter untuk menilai adanya kerusakan saraf tepi dan atau otot dengan melakukan perekaman aktifitas listrik sarat tepi dan atau otot pada pasien.

            Pemeriksaan KHST dilakukan dengan memasang elektrode pada permukaan kulit di atas otot tertentu, selanjutnya diberikan arus listrik pada saraf tepi tertentu dan elektrode yang dipasang akan dapat merekam jawaban otot berupa aksi potensial. Dari pemeriksaan KHST ini akan dapat diperoleh informasi tentang kecepatan hantaran saraf, fungsi akson saraf, serta berapa lama waktu yang diperlukan sejak rangsangan listrik diberikan pada saraf tepi sampai terekam aksi potensial listriknya.

            Pemeriksaan EMG dilakukan dengan merekam langsung aktifitas listrik pada otot saat otot dalam keadaan istrirahat dan saat melakukan kontraksi. Pada pemeriksaan EMG, dokter akan memasang jarum berisi elektrode perekam pada otot otot tertentu yang diperlukan.

 

Siapa saja yang memerlukan pemeriksaan ENMG ?

            Pada dasarnya, pasien pasien yang mengalami gangguan pada fungsi saraf tepi dan atau otot, memerlukan pemeriksaan ENMG sebagai pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosa adanya gangguan pada saraf tepi dan atau otot.

            Pemeriksaan ENMG dilakukan misalnya pada pasien dengan keluhan nyeri leher atau pinggang yang menjalar ke lengan atau tungkai, yang dapat disertai juga dengan gejala kesemutan, atau rasa tebal dan kelemahan pada otot otot lengan, tangan, tungkai atau kaki. Dapat juga dilakukan pada pasien yang mengeluhkan nyeri pada pergelangan tangan,  disertai kesemutan pada ujung jari jari ibu jari sampai setengah jari manis.

            Pasien dengan kelemahan otot-otot anggota gerak atas atau bawah yang terjadi setelah suatu trauma juga dapat dirujuk untuk menjalani pemeriksaan ENMG agar dapat ditentukan letak cederanya, derajat beratnya dan memberikan informasi untuk tindakan lain yang akan dilakukan.

Selain itu pemeriksaan ENMG juga dilakukan pada pasien dengan keluhan kelemahan otot-otot anggota gerak tanpa disertai keluhan nyeri maupun rasa tebal dan atau kesemutan.

 

Persiapan pemeriksaan ENMG

            Pasien dianjurkan tidak menggunakan krim, lotion, bedak ataupun pelembab pada kulit pada hari pemeriksaan akan dilakukan, agar tidak menggangu proses perekaman yang akan dilakukan, selain itu tidak ada persiapan khusus seperti puasa atau lainnya.

            Pada pasien akan ditanyakan oleh dokter yang akan melakukan pemeriksaan, apakah terdapat riwayat gangguan pembekuan darah. Demikian pula ditanyakan apakah  pasien sedang mengkonsumsi obat anti pembekuan darah seperti aspirin, sehingga dapat dihentikan sementara dalam beberapa hari sebelum pemeriksaan dilakukan, terutama bila akan dilakukan pemeriksaan EMG. Penggunaan obat lain yang harus ditanyakan misalnya mestinon yang dipakai pada kelainan saraf tertentu. Kondisi lain yang akan diperhatikan adalah adanya demam yang menandakan adanya infeksi.  

            Hal lain yang harus diperhatikan sebelum pemeriksaan adalah jika pasien menggunakan perangkat pacu jantung atau alat listrik lain yang dipasang pada tubuh pasien.

            Sebelum pemeriksaan, pasien akan menjalani wawancara singkat dengan dokter untuk mengetahui keluhan yang dirasakan, selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan. Kemudian pasien mendapatkan penjelasan tentang tujuan pemeriksaan, bagaimana rasanya, apa saja efek sampingnya dan selanjutnya dibuat rencana pemeriksaan, apakah hanya pemeriksaan KHST saja (ditentukan saraf tepi apa yang akan diperiksa) atau akan dilanjutkan dengan pemeriksaan EMG (ditentukan otot apa saja yang akan diperiksa).

            Selanjutnya kulit pasien akan dibersihkan dengan alkohol 96% untuk menghilangkan kotoran ataupun minyak pada permukaan kulit yang akan mengganggu proses perekaman.

 

Pelaksanaan pemeriksaan ENMG

            Seperti telah dijelaskan di atas bahwa pemeriksaan ENMG ini meliputi pemeriksaan KHST dan dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan EMG yang menggunakan jarum bila diperlukan.

            Pada pemeriksaan KHST, maka pasien akan diberi rangsangan listrik pada saraf tepi yang diperiksa dan kemudian reaksi yang timbul pada otot akan terekam melalui elektrode yang terpasang pada permukaan kulit di atas otot tertentu. Pada pemeriksaan ini akan timbul rasa tidak nyaman akibat adanya aliran listrik yang diberikan, tetapi arus listrik yang diberikan memiliki intensitas sangat kecil sehingga tidak akan menimbulkan kerusakan pada saraf tepi. Pemeriksa akan memasang elektrode perekam pada permukaan kulit di atas otot, kemudian akan memberikan arus listrik pada saraf tepi yang diperiksa. Sinyal listrik yang dihasilkan akan diproses dan direkam oleh komputer dan selanjutnya akan ditampilkan pada layar. Hasil yang dapat dianalisa, meliputi waktu dari arus diberikan sampai timbul reaksi pada otot, banyaknya serabut otot yang bereaksi dan kecepatan hantaran saraf tepi tersebut.

            Bila pemeriksaan KHST saja belum cukup untuk menentukan derajat atau lokasi gangguan saraf tepi maka pemeriksaan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan EMG. Pada pemeriksaan EMG ini, akan dilakukan penusukan jarum pada otot tertentu yang akan menggambarkan derajat gangguan saraf tepi serta dapat juga memberikan petunjuk menentukan lokasi gangguan saraf. Selain itu pemeriksaan EMG dapat juga dipakai untuk membedakan apakah suatu gejala kelemahan otot itu berasal dari adanya kelaianan pada saraf tepi atau berasal dari gangguan (penyakit) pada otot itu sendiri. Penusukan jarum EMG juga akan menimbulkan rasa sakit pada pasien, namun umumnya masih dapat ditoleransi. Selain itu pasien juga tidak perlu khawatir akan adanya penularan penyakit, karena jarum perekam yang dipakai dalam keadaan steril dan hanya dipakai sekali untuk satu pasien. Pada pemeriksaan EMG akan dinilai beberapa hal, yang meliputi aktifitas listrik otot saat dalam keadaan istirahat, dalam keadaan melakukan kontraksi secara minimal dan maksimal. Selanjutnya sinyal listrik otot yang terekam akan dianalisa untuk menyimpulkan apakah gangguan terjadi pada saraf tepi atau pada otot. Setelah pemeriksaan, pasien dapat langsung pulang dan melakukan aktifitas seperti biasa.

 

Kelaianan yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan ENMG

            Pemeriksaan ENMG dilakukan untuk menilai fungsi saraf tepi dengan memeriksa saraf tepi itu sendiri, dan bila diperlukan dengan memeriksa otot yamg dipersarafi oleh saraf tepi tersebut.

            Saraf terdiri atas inti sel, akson yang berfungsi sebagai penghantar listrik dan mielin sebagai pembungkusnya. Mielin berfungsi sebagai insulator akson dan memungkinkan arus listrik dapat merambat lebih cepat. Selanjutnya arus listrik yang dihantarkan oleh akson akan sampai pada otot dan memberikan sinyal agar otot berkontraksi. Dengan demikian pemeriksaan KHST akan dapat digunakan untuk menilai keadaan mielin (berkaitan dengan kecepatan hantaran saraf), akson (berkaitan dengan seberapa banyak serabut otot yang dapat berkontraksi), serta dapat menilai berapa lama waktu yang diperlukan sejak arus listrik diberikan sampai timbul kontraksi otot. Saraf yang diperiksa pada pemeriksaan KHST adalah saraf tepi yang berarti saraf yang terletak setelah otak dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Karena saraf tepi dan otot memiliki hubungan, maka pemeriksaan fungsi saraf tepi juga dapat dilakukan dengan memeriksa aktifitas listrik yang terjadi pada otot. Bila persarafan pada otot terganggu maka akan timbul pula gangguan pada kelistrikan otot. Demikian pula apabila otot mengalami kerusakan juga akan dapat menunjukkan adanya perubahan aktifitas listriknya. Pemeriksaan untuk menilai fungsi saraf tepi dengan melakukan perekaman dan analisis aktifitas listrik ini disebut pemeriksaan EMG. Pemeriksaan EMG dilakukan dengan menusukkan jarum berisi elektrode ke otot. Jadi pemeriksaan KHST dan EMG (ENMG) adalah pemeriksaan penunjang yang dapat mendeteksi berbagai kelainan saraf tepi dan atau otot, misalnya :

  1. Radikulopati servikal atau lumbal

            Radikulopati merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan adanya kelainan pada akar saraf (radiks) pada tulang belakang. Gejalanya dapat nyeri saraf servikal (leher) atau pinggang (lumbal) yang dijalarkan ke lengan atau tungkai, kelemahan otot lengan atau tungkai dan kesemutan atau rasa tebal pada lengan atau tungkai . Salah satu penyebabnya adalah herniasi dari nukleus pulposus yang berada pada diskus intervertebra. Herniasi ini akan menimbulkan tekanan atau penjepitan pada akar saraf (radiks) yang selanjutnya dapat menimbulkan nyeri yang menjalar serta gejala gejala lain tersebut di atas. Dengan melakukan pemeriksaan ENMG dapat dilakukan penilaian atas jalur saraf yang ada dan fungsi otot yang mendapat persarafan dari radiks tersebut.

  1. Neuropati saraf tepi

            Ada beberapa penyakit yang dapat menimbulkan gangguan pada saraf tepi, seperti diabetes melitus (DM). Pada penyakit DM ini saraf tepi yang paling panjang, biasanya akan mengalami gangguan hantaran saraf terlebih dahulu (misalnya saraf tibialis). Dengan pemeriksaan ENMG dapat dilakukan evaluasi derajat neuropati yang terjadi dan perburukan yang mungkin dapat terjadi.

  1. Neuropati fokal

            Neuropati fokal adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan adanya gangguan sebuah saraf tepi pada titik tertentu di sepanjang perjalanan saraf tersebut. Salah satu yang sering dijumpai adalah sindroma terowongan karpal (STK). Pada STK, saraf medianus yang melintasi terowongan karpal pada pergelangan tangan mengalami jepitan, sehingga dapat timbul gejala seperti nyeri pada pergelangan tangan, kesemutan atau kebas pada ibu jari tangan, jari telunjuk, jari tengah, serta setengah bagian jari manis, pada kasus yang telah lanjut bahkan dapat disertai dengan kelemahan pada otot-otot tangan yang dipersarafi saraf medianus. Dengan pemeriksaan ENMG dapat diketahui derajat beratnya STK ini, dan dapat juga diketahui apakah gangguan saraf medianus ini sudah menimbulkan gangguan pada otot tangan yang dipersarafi saraf medianus.

  1. Miopati

            Miopati merupakan suatu kelainan pada otot dan jaringan pendukungnya. Miopati ini merupakan penyakit yang diturunkan secara genetik. Pasien akan mengalami kelemahan otot terutama pada otot proksimal yang derajatnya lebih berat daripada otot distal (misalnya otot pada lengan atas lebih lemah daripada otot pada lengan bawah, otot paha lebih lemah daripada otot betis). Karena kelainan ini terjadi pada ototnya maka pada umumya saraf tepi masih normal, sehingga tidak didapatkan gangguan sensorik (perasa pada kulit). Dengan pemeriksaan ENMG dapat diketahui dengan jelas kelainan pada otot yang mengalami kerusakan.     

  1. Penyakit motor neuron

            Penyakit motor neuron merupakan suatu penyakit yang menimbulkan kelainan saraf dan otot (neuromuskuler) yang bersifat menurun. Penyakit ini menimbulkan kerusakan pada inti saraf motorik pada medula spinalis, sehingga tidak dapat menghasilkan arus listrik yang selanjutnya menyebabkan otot tidak dapat berkontraksi. Secara klinis, gambarannnya mirip dengan miopati, di mana otot-otot anggota gerak di bagian proksimal lebih lemah daripada otot-otot anggota gerak di bagian distal tetapi tidak didapatkan kelainan sensorik. Untuk dapat membedakan antara penyakit motor neuron dengan miopati, salah satu pemeriksaan penunjang adalah pemeriksaan ENMG. 

 

Hasil pemeriksaan ENMG

            Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, dokter yang sudah terlatih akan melakukan analisa data yang diperoleh untuk mendapatkan kesimpulan, seperti apakah terdapat kelainan fungsi saraf tepi dan atau otot, derajat kelainan tersebut, letak dari cedera saraf (misalnya pada pleksopati brakhialis) atau gangguan saraf (misalnya pada neuropati fokal). Laporan dan kesimpulan dari pemeriksaan ENMG akan diserahkan kepada dokter yang merujuk, untuk selanjutnya menjadi salah satu data untuk menentukan tindakan atau terapi yang akan dilakukan.          

         

 

Navigation