Artikel Kesehatan


25-01-2017 | Hit : 132

Tanya :
Yth. Dr. Retnaningsih, Sp.S(K), KIC. Akhir-akhir ini saya merasa kondisi tubuh saya semakin menurun.
Pernah suatu saat saya tiba-tiba merasa mendadak sulit berjalan karena tangan dan kaki sebelah kiri saya lemah, saya juga merasakan bicara menjadi pelo dan separuh tubuh serta wajah terasa tebal. Saya sebelumnya tidak pernah mengalami hal seperti ini, selama ini saya hanya berobat di Puskesmas dan dikatakan menderita darah tinggi serta gula. Jika melihat beberapa gejala yang saya alami diatas, kira-kira penyakit apa yang kini tengah saya derita. Atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih. Ambar Ekowati, 54, Semarang

Jawab :
Ibu Ambar yang juga saya hormati. Jika melihat beberapa gejala yang ibu Ambar rasakan saat ini, sepertinya ibu mengalami penyakit stroke. Penyakit stroke ini merupakan penyakit gangguan aliran darah otak yang dapat diakibatkan oleh sumbatan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah otak.
Sebanyak 80% kasus stroke merupakan stroke sumbatan/stroke non hemoragik/stroke infark. Terganggunya aliran darah akan menyebabkan sel-sel otak mengalami kematian. Hal inilah yang menyebabkan muncul gejala lumpuh, pelo, perot, dan lain-lain. Perlu diketahui, sel otak berbeda dengan sel tubuh lainnya di mana sel otak yang telah mati tidak akan dapat disembuhkan lagi. Semakin banyak sel otak yang mati maka semakin berat gejala yang akan dialami pasien. Stroke merupakan penyakit yang tidak boleh disepelekan mengingat gejala yang sulit disembuhkan dan dapat mengakibatkan kematian. Faktor pemicu terjadinya stroke sangat banyak, meliputi faktor yang tidak dapat dikendalikan dan faktor yang masih dapat dikendalikan. Faktor yang tidak dapat dikendalikan anata lain faktor keturunan, usia tua, jenis kelamin laki-laki, serta riwayat stroke sebelumnya. Namun perlu diingat kejadian stroke saat ini tidak hanya menyerang usia tua namun juga usia muda bahkan anak-anak. Faktor resiko stroke yang dapat dikendalikan antara lain darah tinggi/hipertensi, penyakit gula atau diabetes, serta penyakit jantung. Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali merupakan penyebab 60-80% kasus stroke. Penyakit gula yang tidak terkendali juga dapat menyebabkan stroke.


Kesembuhan stroke tergantung dari ketepatan serta kecepatan terapi yang diberikan. Pengobatan stroke bertujuan untuk mencegah terjadinya perburukan gejala. Saat ini, pasien stroke yang datang ke rumah sakit dalam waktu 3 jam setelah kejadian dapat dilakukan tindakan rTPA. Tindakan rTPA merupakan terapi di mana pasien akan diberikan obat yang bertujuan untuk menghancurkan sumbatan pada pembuluh darah otak. Tindakan ini merupakan tindakan yang menjanjikan dengan tingkat keberhasilan tinggi dan efek samping yang rendah. RSUP Dr Kariadi merupakan pusat kesehatan satu-satunya di Semarang yang menyediakan layanan tindakan rTPA.


Tindakan ini harus dilakukan oleh dokter spesialis saraf yang telah menjalani pelatihan khusus dan pasien juga akan dirawat di ruangan khusus untuk stroke dengan standar pengawasan yang tinggi. Bagi pasien stroke sumbatan yang datang setelah lewat 3 jam dari kejadian maka akan diberikan obat-obatan yang bertujuan untuk mencegah perburukan gejala dan mencegah terjadinya stroke ulang. Pencegahan terjadinya stroke ulang juga tidak kalah penting mengingat pasien yang sudah pernah mengalami stroke sumbatan memiliki resiko mengalami kondisi yang lebih buruk apabila mengalami stroke ulang. Tindakan pencegahan ini meliputi pengendalian faktor resiko, modifikasi gaya hidup, konsumsi obat teratur, rehabilitasi, dan kontrol teratur. Pengendalian faktor resiko meliputi konsumsi obatobatan sesuai dengan penyakit yang mendasari seperti konsumsi obat darah tinggi, obat gula, obat kolesterol dan obat jantung secara teratur.

Modifikasi gaya hidup juga tidak kalah penting di mana pasien harus menjaga pola makan seperti menghindari makanan berlemak, mengandung garam tinggi, dan makanan dengan gula berlebih. Pasien juga dianjurkan olah raga secara teratur serta dapat juga mengikuti program latihan yang disediakan oleh bagian rehabilitasi medik. Kontrol teratur juga harus dilakukan supaya dokter dapat mengkontrol kondisi kesehatan pasien dan semua obat yang dikonsumsi harus sepengetahuan dan diresepkan oleh dokter. Demikian ibu, semoga penjelasan saya ini dapat menambah pengetahuan ibu mengenai penyakit stroke serta tindakan yang dapat dilakukan.

Navigation