Berita Terbaru


09-01-2013 | Hit : 17069


Selain menyerang daerah pinggang ke bawah, hernia nukleus pulposus (HNP) atau yang akrab disebut saraf terjepit juga sering terjadi di daerah leher. Maklum, kedua daerah tersebut sangat mobile menyangga gerakan tubuh. Jika di pinggang dinamakan HNP lumbal, maka yang menyerang leher disebut sebagai HNP cervical.

Gejala dari sakit ini yang disebut cervicalgia adalah rasa sakit yang luar biasa. Menurut spesialis saraf RSUP Kariadi Semarang, Dr Hexanto Muhartomo Sp. S, M.kes, pada tingkat yang parah pasien bahkan bisa sampai lemas. "Yang dirasakan pasien adalah ngilu, seperti kesemutan (kebas) atau penebalan yang menjalar dari leher menuju ibu jari," ujar Dr Hexanto.

HNP sendiri bisa diartikan sebagai pergeseran cakram tulang rawan penyekat antar badan ruas tulang belakang sehingga nucleus pulposus di dalam cakram bergeser keluar dan langsung menekan saraf. Seperti pada HNP lumbal, gejala HNP cervikal tersebut begitu spesifik dan bisa dipetakan. Misalnya jika pergeserean terjadi pada pengganjal tulang leher , maka akan menjalar ke ibu jari. Pada tulang leher, sampai ke jari tengah dan saat pergeseran terdapat pada pengganjal tulang leher, thoracic vertebra (ruas tulang punggung) 1 akan lari ke jari kelingking.

Bahaya cervicaglia ini karena pada area tersebut masih ada jalur saraf pusat dan jika saraf pusat tersebut yang tersenggol nucleus yang keluar, maka seseorang dapat mengalami kelumpuhan pada tangannya.

Dr Hexanto menambahkan, selang waktu sejak positif menderita HNP hingga terkena ke saraf pusat tidak bisa dipastikan. Seseorang bisa saja lumpuh seketika saat mengalami trauma (kecelakaan) dan kebelulan nucleus pulposusnya mengenai saraf pusat.

 

HNP leher bisa menyerang siapa saja. Gejala awal sendiri bisa berupa leher kaku atau yang dalam bahasa awam disebut tengeng. Penyebabnya cukup beragam dan sangat dekat dengan kehidupan keseharian kita. Sebagai misal cara tidur atau cara duduk yang salah. Kemudian memanggul barang yang berat dan juga karena posisi tubuh sebagai misal saat mengetik yang selalu stagnan.

 

Penanganan HNP leher atau cervical pada dasarnya juga sama dengan HNP lumbal. Yang paling penting di sini adalah menentukan sakit yang terjadi baru sampai pada tahap peradangan/iritasi atau sudah sampai pada tahap terjepit.

Untuk iritasi, pengobatan bisa dilakukan dengan cara konservatif. Sebagai misal dijelaskan apa yang menyebabkan terjadi peradangan sehingga perlu menghindari gerakan-gerakan tertentu agar tidak bertambah parah.

Terapi yang diberikan biasanya meliputi terapi panas dan dingin. Efek panas cukup efektif karena panas dianggap dapat meninggikan ambang rasa nyeri. Sedangkan terapi dingin dengan menempatkan es di daerah punggung bawah yang akan menembus kulit dan jaringan lainnya sehingga pada gilirannya mengurangi rasa nyeri.

Untuk pemulihan fungsi normal, istirahat di tempat tidur dengan kasur keras selama 1-2 minggu disertai obat penghilang rasa nyeri cukup ampuh pada sebagian kasus. Sesudah nyeri teratasi, pasien dianjurkan melakukan latihan untuk menguatkan otot leher.

"Bila pada pemeriksaan menggunakan MRI (magnetic resonance Imaging) terbukti ada penekanan pada saraf, maka penyembuhan terbaik melalui operasi," tandas Dr Hexanto.

[sumber: warta jateng]

Navigation